APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Indonesia

Review Avoskin Miraculous Refining Serum di Kulit Acne Prone dan Sensitif

Perjalanan menemukan skincare yang cocok, buat saya, layaknya menemukan pasangan hidup. Rumit, lama, dan harus dijalani dengan penuh kesabaran. Untungnya saya sudah di tahap less worries ketika purging/breakout akibat skincare. Ya, mau gimana lagi? Kalau nggak dicoba kan nggak bakal tahu... At least saya dapat banyak pengalaman saat mencoba skincare yang belum jodoh di kulit, seperti produk satu ini, Avoskin Miraculous Refining Serum.

Semoga teman-teman pembaca bisa dapat insight positif dari review saya kali ini, ya. Jujur... saya jarang banget mau bikin review produk yang nggak/kurang cocok. :(

avoskin serum

Satu hal yang bikin saya penasaran pengen coba serum satu ini adalah... saya nggak pernah coba exfoliate serum sama sekali. Kalau lagi butuh peeling wajah, biasanya saya pakai facial scrub bilasan aja, so far nggak pernah ada masalah, sih.

Nah, exfoliate serum ini jadi racun baru buat saya karena review dari kalian yang sudah pernah coba begitu menggiurkan, yaitu: membuat kulit jauh lebih halus, glowing, warna merata, jerawat dan bekasnya berkurang. Aaaaa~ saya mau! 😢

avoskin

KEMASAN:
Kemasan kartonnya biasa aja, dibanding produk lain malah terkesan lebih tipis dan gampang penyok, tapi pas pegang wadah kacanya, wew! 11-12 lah sama serum made in USA hehe...

Informasi pada kemasan kartonnya lengkap banget! Kebalikan pada wadah botolnya, informasi yang tertulis di sana lumayan sepi, jatuhnya jadi elegan sih... dan untung ada stiker expired date di bagian bawah botol jadi saya nggak perlu nandain lagi.

avoskin

Kemasan skincare model botol kaca berpipet udah paling bener, deh! Selain higienis, kita sebagai penguna jadi bisa menakar kebutuhan produk. Jadinya kan lebih irit, ya? Karena nggak ada produk mubazir yang diteteskan ke kulit.

avoskin

INGREDIENTS:
Water, Propylene Glycol, Glycolic Acid, Niacinamide, Salicylic Acid, Butylene Glycol, Amylopectin, Xanthan gum, Dextrin, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Fucus Vesiculosus Extract, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, Acer saccharum (Sugar Maple) Extract, Portulaca Oleracea Extract, Hydroxypropyl Bisstearamide MEA, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Sodium Hydroxymethylglycinate, Triethanolamine, Dipropylene Glycol, Behenyl Alcohol, Ceteareth-20, Cholesteryl Isostearate, Tricaprylin, Cetearyl Alcohol, Squalane, Cholesterol, Stearic Acid, Dimethicone, Phenoxyethanol.

avoskin

TEKSTUR DAN FORMULA:
Teksturnya agak kental, lebih cair dari gel, dan berwarna putih kusam. Ada kesan licin ketika dioles/dibaurkan ke kulit, namun cepat meresap dan langsung membuat kulit terasa halus. Baunya yang khas menempel beberapa saat di kulit.

Sebenernya waktu mencium produk pertama kali, saya sudah punya feeling curiga sama bau acid-nya yang lumayan menyengat. "Aduh, ngeri nggak cocok nih?"

Kabar baiknya, Avoskin Miraculous Refining Serum ini approved nggak mengandung parfum atau pewangi buatan sama sekali, serta tidak diuji coba pada hewan (cruelty free). Klaim inilah yang bikin saya yakin untuk nyoba selama beberapa minggu. Disamping itu, saya juga cocok sama kandungan Niacinamide.
avoskin
CARA PAKAI:
Setiap mulai skincare baru, apalagi jenis yang belum pernah saya coba sebelumnya, pemakaiannya saya jeda 2 kali seminggu dulu. Nah, berhubung produk serum ini berfungsi seperti peeling yang tidak boleh digunakan setiap hari pun, saya pakai hanya sekali dalam seminggu pertama, lalu 2 kali pada minggu kedua dan minggu ketiga. Pada minggu keempat, saya stop dulu karena purging.

2 Minggu kemudian saya coba kembali, tetapi reaksi purging tidak juga membaik.

Saya menggunakannya hanya pada malam hari, setelah menggunakan toner dan basic serum. Siang hari nggak pernah saya gunakan sama sekali walaupun selalu pakai SPF. Saya takut kandungan AHA/BHA bereaksi sama sinar matahari karena jarang re-apply SPF (hehehe.. mohon kemageran ini jangan ditiru).

REAKSI DI KULIT: 

Penggunaan pertama, awal April 2019:
Sensasi malam pertama saat saya mencoba adalah baunya menyengat dan ada kesan seperti digigitin semut (tingling sensation kalau Beauty Blogger bilang mah) pada area komedo dan jerawat meradang. Besok paginya tekstur wajah saya jadi sedikit lebih halus. Dua minggu pertama kelihatan banget hasilnya: tekstur wajah jadi halus, warna kulit jadi lebih cerah dan merata.

Saya positif suka sama Avoskin Miraculous Refining Serum! Lalu saya bersikap layaknya orang yang tamak melihat peluang reaksi bagus, saya menggunakannya setetes/dua tetes lebih banyak, dan timbulah purging itu. Komedo atau bakal jerawat yang tadinya tidak timbul jadi nongol meradang 😢

Awal Mei 2019:
OK, saya tahu saya salah... tetesannya saya sedikitkan kembali dan durasinya saya panjangkan jadi hanya seminggu sekali. Pada pertengahan s/d akhir Mei 2019, saya bahkan stop sama sekali.

Awal Juni 2019:
Lalu di awal Juni saya coba kembali seminggu sekali dengan pemakaian tipis-tipis, sampai saya akhirnya menyimpulkan: kondisi wajah saya yang super sensitif, berminyak, dan acne prone ini tidak cocok menggunakan bahan acid (apalagi kalau dipakai banyak).

Bukan karena produknya tidak bagus, reaksi awalnya aja positif banget, kan? Namun untuk pemakaian rutin, kulit saya tidak bisa menerima acid sebagai chemichal peeling. Apalagi untuk kadar yang lumayan tinggi, 10% AHA + 3% BHA.

So, buat teman-teman yang mungkin memiliki permasalahan kulit sama seperti saya dan mau coba serum ini, ada baiknya digunakan secara sabar: tipis-tipis dulu dengan jeda waktu yang tidak terlalu dekat agar reaksinya tidak negatif. Kalau cocok kan alhamdulillah banget bisa lanjut pakai.

KESIMPULAN:
I am a local proud! Saya anak bangsa yang bangga sama produk Avoskin. Kemasan dan kualitas ingredients-nya nggak kalah jauh sama brand internasional, apalagi banyak yang cocok sama manfaat produknya. Baunya memang agak menyengat tetapi saya happy karena memang nggak ada kandungan parfum di dalamnya. 

Chemichal Peeling adalah solusi untuk kamu yang nggak cocok pakai Physical Peeling seperti butiran scrub. Namun... jika pernah punya pengalaman purging/breakout karena bahan Acid (AHA/BHA/PHA), sebaiknya hati-hati menggunakannya. Jangan tamak kayak saya, ya!

Walaupun bisa dibilang wajah saya belum jodoh sama produk ini, saya nggak buang atau kasih ke orang. Saya gunakan sebagai deodorant dan pencerah ketiak. Alhamdulillah sih cocok ya.

Kalau kalian punya produk skincare yang nggak cocok jangan dibuang ya, siapa tahu nggak cocok buat kulit wajah tapi cocok untuk kulit bagian tubuh lainnya. Hehehehe... ✌😀

Comments

back to top