APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

#1Bulan1Buku Hibah Buku Corat Coret di Toilet

Pada bulan April lalu saya dihadiahi buku kumpulan cerpen Eka Kurniawan berjudul "Corat-coret di Toilet" oleh seorang teman istimewa yang namanya ada di atas sebagai nama persembahan atas postingan ini. Saya senang. Senang sekali. Semakin tua umur semakin sedikit yang memberi kado atau hadiah kepada saya, pun saya jarang sekali memberikan hadiah atau kejutan kecil kepada orang-orang terdekat.

Wisata Lengkap di Ujung Kulon

Dari sedikit tempat wisata yang sudah saya kunjungi, sejauh ini, Ujung Kulon adalah destinasi yang menawarkan spot-spot wisata paling lengkap. Ujung Kulon tidak hanya menyajikan wisata bahari seperti yang ada di Kepulauan Seribu, lebih dari itu, rangkaian pulau-pulau di sekitar Ujung Kulon akan memuaskan mata kita dengan pemandangan alamnya yang bukan hanya pantai dan laut tropis. Juga hutan, sungai, hewan-hewan liar, dan beberapa daerah konservasi yang teduh.

Sempilan Surga Bernama Dieng

"Sikunir bagus, tapi sekarang ini Prau lebih populer," begitu cerita Pak Yasip tentang Gunung Prau yang kami tanyakan di dalam bus Pahala Kencana, Rawamangun, 8 Agustus kemarin.

I Want Lumia!

Semakin banyak pilihan membuatmu semakin sulit memilih.

Kata-kata di atas berlaku pada banyak hal, termasuk memilih gadget atau smartphone. Tidak seperti empat-lima tahun lalu, sebelum Andoid, iOS dan Windows Phone bersaing seperti sekarang ini, kebanyakan orang masih bergantung pada Blackberry sebagai alat hubung canggih mereka. Blackberry sebagai perangkat menjadi raja di pasar telepon selular atas keunggulannya menghadirkan konten real push email dan bbm serta paket data yang biayanya flat setiap bulan berapapun besar penggunaannya. Kemudian tiap merek perangkat selular berlomba, tidak mau kalah dalam berlari menghadirkan spesifikasi-spesifikasi yang selalu di-update untuk memenuhi selera pasar, untuk memenuhi keinginan dan imajinasi banyak orang terhadap teknologi telepon selular. Dengan terus menginovasi keunggulan-keunggulan terdahulu dan menghadirkan konten-konten yang bahkan belum terpikirkan oleh banyak orang, sekarang ini, perangkat telepon selular tidak hanya harus berkualitas tetapi juga harus punya banyak ciri khas agar tidak ditinggalkan penggunanya.

Andai Saya adalah Seorang Penulis yang Baik

Andai saya adalah seorang penulis yang baik, saya pasti bisa mengeluarkan adegan-adegan rumit di kepala menjadi sebuah tulisan yang layak untuk dibaca, tanpa banyak alasan untuk menunda dan menggagalkannya, seperti: saya telah kehabisan energi menulis karena pekerjaan yang begitu melelahkan, saya kehilangan semangat menulis karena mood yang berantakan, saya lebih memilih untuk tidur, dan sebagainya, dan sebagainya. Betapa keinginan sangat mudah sekali menciut lalu hilang begitu saja di tangan si pemalas.

To Be Creative Is To Be Normal

Karena ketertarikan saya pada tema kelas Akber Jakarta 17 April lalu yaitu "Creative Digital" dan faktor letak kelasnya yang kebetulatan sangat strategis, serta dikuliahi oleh pembicara yang namanya (mungkin) sudah tidak asing lagi didengar anak-anak social media, Om Seseq, maka saya putuskan untuk datang live.

Doakan Aku Sekali Lagi

*membalas postingan Ika di sini

Hai Zus!

Aku mau mengucapkan terima kasih karena sangat senang kamu doakan. Aku tidak peduli doa-doamu datang pada tanggal tiga belas atau tanggal dua puluh empat. Tetapi aku diam-diam peduli jika tahun depan kamu tidak lagi ingat hari lahirku. Dan aku tahu kamu peduli, diam-diam mencari tahu, jatuh tepatnya hari lahirku.

Hal-Hal Yang Membuat Saya Ingin Kembali Ke Bangkok

1. Bolak-balik Bandara bukanlah aktivitas reguler buat saya. Maka perjalan berangkat dari rumah, menunggu berjam-jam di Bandara, dan saat terbang di pesawat menjadi moment langka yang menyenangkan. Saya suka sekali berada di Bandara, entah mengapa. Rabu menjelang siang saya sudah tiba di Bandara Suvarnabhumi, sendirian. Rasanya seperti pemenang. Seperti ketika pertama kalinya saya bisa mengemudikan sepeda dengan lancar; tanpa jatuh dan kagok-kagok.

Nasib Sepatu Baru

Malam itu, sepulang bekerja, AJ mendatangi Mall besar yang berjarak tidak terlampau jauh dari rumahnya (Sebagai gambaran, kalau naik Busway hanya berjarak 6 shelter saja). AJ geram, kurang sabaran, karena sepatu baru yang dicari-carinya sejak bulan lalu tidak juga didapat. Ke Passer Baroe–tempat favorit berbagai toko sepatu berjejeran–sudah didatanginya, tetapi nihil, tidak ada sepatu yang sesuai dengan ukuran kakinya untuk tiap sepatu yang ingin dia beli. Pikirnya, lebih baik tidak ada satupun model sepatu yang sesuai selera daripada ada sepatu yang sudah jadi incaran tetapi ukurannya tidak ada. Sedih bukan main! Lalu karena hasratnya akan sepatu mengalahkan hasratnya akan lelaki (dih.. Lagi denial, tuh) didatanginyalah Mall besar itu, berharap bertemu sepatu idaman.

Over Thinking

: Ika Fitriana Oversensitif

Saat menulis postingan ini, Ka, aku sedang bahagia: mengunyah buah manggis hampir satu kilo banyaknya, sendirian. Di tempat kerjaku sekarang, kalau siang suka banyak tukang buah gerobak lewat. Bisa kamu bayangkan betapa bahagianya aku, kan? Lihat manggis (dan juga semangka) berjejeran.

Dongeng Setelah Bangun Tidur

OCD adalah...

Em, jadi begini, Mas. Aku bingung mau mengarang-ngarang cerita seperti apa mengenai ulasan Obsessive–Compulsive Disorder yang pernah kamu minta. Yeah, I'm a bad storyteller who want to be a good one. Mencontek metode deduksi Sherlock Holmes ketika mengungkap kasus-kasus kriminal kliennya– satu-satunya novel yang rela kamu beli lengkap seluruh seri. Kamu tahu? Kejadian kamu membeli buku Sherlock Holmes adalah kepuasan terbesarku selama kita berteman. "Akhirnya. Si tukang pipa ini beli buku juga!" Sama puasnya ketika muridku dulu bilang, "Kak! Math-ku dapet sepuluh, lho." –Jadi, aku bakal bercerita asal muasal rangkaian kejadian yang membuatku sadar, "oh, ternyata yang begitu itu adalah OCD."

Koki Kesayangan

Hai Broh, gimana badannya? Semoga makin sehat.

Sebenernya surat ini ditulis dari minggu kemarin, waktu Si Broh mendadak sakit, si empunya blog sedih banget. Makanya mendadak melankolis pengin nulis surat. Tapi pasti isi suratnya jadi so sweeeeet banget. Padahal surat yang menurut gue enggak sweet sama sekali masih dibilang sweet sama orang lain. Apa jadinya kalau surat yang tadinya akan begitu so sweet ini diposting? Pasti setelah baca kita bakal ngakak bareng, atau bego bareng kayak biasanya. Sekarang, gue harap isi surat yang sudah ditulis ulang ini enggak lagi menjadi melankolis.

Kepada Alberthiene Endah

Mbak @AlberthieneE yang baik,

Aku lupa bagaimana sejarahnya bisa tahu kemudian jadi bagian dari salah satu followers akun twittermu. Menjadi pelupa (dan penidur) memang bakatku sejak lama. Tetapi aku selalu ingat bahwa ada satu akun yang tidak ingin aku lewatkan isi twitpic-nya, foto-foto kegiatan delapan anak yang sangat disayanginya. Iya, Mbak, Aku juga jadi ngefans sama Bruno, Karin, Elmo, Shiloh, Loco, Mochito, Rainbow, dan si pendatang baru, Max, karena linimasamu yang berisikan foto-foto mereka setiap hari.

Kepada Mbah (Yang Aku Tidak Tahu Siapa Namanya)

Aku maklum sekali kalau Mbah tidak ingat denganku kemarin itu, akuwanita yang duduk persis di depan mbah dengan jeans dan kaus panjang berwarna abusedang menunggu teman mengantri nasi pecel untuk kami. Dalam waktu menungguku itu, aku telah tanpa ijin mengambil gambar Mbah dengan kamera handphone yang sudah di-silent. Maaf ya, Mbah, kalau keberatan untuk kuambil fotonya dan kupajang pada postingan ini. 

Untuk Kamu Yang Akan Kuberi Nama, Avicenna

Hai, nak!

(aku senang menyebutmu dengan panggilanan nak. Panggilan posesif orang tua yang merasa memiliki anaknya. Dan kurasa kamu adalah satu-satunya hal di dunia yang akan kuposesifi kelak. Semoga kamu tidak keberatan)
back to top