19 January 2014

Untuk Kamu Yang Akan Kuberi Nama, Avicenna

Hai, nak! (aku senang menyebutmu dengan panggilanan nak. Panggilan posesif orang tua yang merasa memiliki anaknya. Dan kurasa kamu adalah satu-satunya hal di dunia yang akan kuposesifi kelak. Semoga kamu tidak keberatan) Bagaimana harimu? Semoga baik-baik saja dan menggembirakan. Ketikaku kecil, nak, hidup adalah sesuatu yang membahagiakan tanpa banyak alasan. Lebih banyak gelak tawa yang keluar karena mainan dan sepotong kue, daripada tangisan karena tidak diberi jajan. Dan, seiring bertambahnya usia dan menjadi dewasa, kebahagiaan itu pula yang akan kamu lupakan sedikit demi sedikit dengan banyak alasan. Maka ketika kamu dewasa kelak, aku berharap hidupmu adalah alasan kebahagiaan. Jika suatu saat dirimu menjadi tidak bahagia, ingat saja, akan ada banyak alasan lain yang akan membuatmu bahagia jika kamu membuka mata.

Jujur saja, aku sering membayangkan bagaimana rupamu. Gadis kecil dengan senyum manis berambut ikal? Atau bocah agak gendut yang gampang merengek dan memanggil, “mama”? Dan bayangan-bayangan lain yang menghangatkan hati. Seperti ketika aku menyentuhmu, menggendongmu, menyiumimu, mengajakmu berbicara dengan suara-suara dan tingkah lucu yang kutiru agar persis seperti anak-anak. Aku membayangkan hal itu semua! Banyak hal yang kubayangkan tentangmu melebihi bayanganku terhadap pernikahan. Atau ayah seperti apa? Atau keluarga yang seperti apa nantinya yang akan membersakanmu? Iya, aku memang tidak percaya diri membayangkan ketiga hal terakhir tadi. Asal kamu tahu saja, dari banyaknya kekuranganku, selain rasa tidak percaya diri tadi, aku juga memiliki rasa kekhawatiran yang besar, “apa aku bisa dengan baik menjadi sosok ibu untukmu? Karena kamu bukan yang berhak menentukan akan beribukan aku, begitupun aku. Apa anak yang kulahirkan akan sesuai dengan yang aku harapkan? Kita sama-sama tidak tahu akan seperti apa hidup kita kelak. Kita sedang sama-sama berharap.

Dicintaimu adalah harapan yang terlalu besar jika aku tidak berusaha mencintaimu. Usaha. Sesuatu yang ibuku lakukan tanpa pamrih kepadaku. Beliau tidak pernah meminta agar terus aku cintai, tetapi aku mencintainya dan jatuh cinta kepadanya karena usaha-usaha yang beliau lakukan untuk terus menghidupiku. Dan hal itu juga yang akan kulakukan untuk membuatmu terus mencintaiku.

Hai, nak, maafkan aku jika nanti aku tidak banyak membelikanmu baju melainkan buku-buku. Maafkan aku juga jika nanti aku tidak bisa membelikanmu gadget-gadget sedemikian mahal ataupun stoller sedemikian nyaman. Sehingga tanpa letih berjalan-jalan, kamu bisa duduk dan tidur nyenyak di dalamnya sambil memijit-mijit tombol mainan kesukaanmu, sedang aku mendorongmu keliling Mall. Tidak, nak, bukan dengan cara seperti itu akan kubesarkan dirimu. Dan jika kamu keberatan atau kita menjadi berselisih paham, maafkan aku dengan segala sikap yang tidak menyenangkan. Aku hanya sedang berusaha membuat hal yang menurutku baik untukmu, sampai saatnya kamu sendiri yang harus bisa membuat keputusan-keputusan dalam hidup.

Avicenna, sekiranya kamu penasaran kenapa aku memberikan nama ini untukmu, nama yang telah kupersiapkan jauh lamanya. Avicenna, nama indah yang kurasa bisa dipergunakan untuk jenis kelamin pria atau wanita, nama seorang ilmuan Persia kuno yang buatku tergila-gila karena isi kepalanya. Semoga kamu menyukai nama ini juga, Avicenna. Aku mau kamu mencari tahu sosok beliau (yang dikenal juga dengan nama Ibnu Sina) daripada cerita yang akan kuucapkan ketika kamu bertanya, “mama, kenapa aku diberi nama Avicenna?”

Salam hangat,
Dari aku – yang sangat berharap kamu bahagia memilikinya.

6 comments:

  1. Dear Avicenna,
    Apa jalanmu tegap?
    Apa kamu suka membawa air mineral ke mana-mana?
    Apa kamu suka semangka?
    Apa kamu akan kesal sekali jika sepatumu kotor?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hei! terima kasih sudah memuji ibunya. :')

      Delete
  2. tapi kalau dia laki-laki aku lebih suka memanggilnya Ibnu Sina :)

    ReplyDelete
  3. Aku punya teman yang punya nama belakang Avicenna, tapi dia laki-laki :D

    ReplyDelete
  4. indah sekali tulisannya mbak
    Avicenna nama yang keren

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)