31 December 2015

Resolusi Tahun 2016, Banyak Membantu dan Lebih Peduli Sesama

Pernahkah kamu patah hati karena ingin sekali membantu tetapi belum mampu?
Pernahkah kamu kecewa karena merasa belum cukup berguna bagi sesama?

Saya pernah.

Suatu waktu, ketika saya masih kuliah dulu, teman baik saya menunjukkan selembar kertas kartu donor darahnya yang berisi banyak sekali daftar cap tanggal donor beserta catatan penghargaan. 10 kali mendonor, 20 kali mendonor, 30 kali mendonor. Banyak sekali! Sementara saya? Sekalipun belum pernah mendonor darah. Bukannya tidak berani mencoba tetapi, setiap kali daftar dan antri, selalu tolakan yang saya terima. "Berat badannya kurang, Dek." atau "Tensi darahnya terlalu rendah, jadi tidak bisa kami proses." Begitu jawab petugas PMI.

Sedih karena dianggap tidak mampu lantas tidak membuat saya berhenti mencoba. Ketika saya sudah lulus kuliah dan bekerja, saya mencoba daftar dan antri sebagai pendonor di acara amal tahunan kantor. Dari semua pendaftar, nyaris tidak ada yang ditolak, termasuk saya. Alhamdulillah, Akhirnya lolos juga!

Semacam titipan yang harus dikembalikan, ada kebahagiaan tersendiri ketika saya sanggup memberi sebagian dari apa yang sudah Tuhan anugerahkan. Apalah arti beberapa tetes darah yang hilang dibanding perjuangan hidup seseorang yang sedang meregang nyawa karena kekurangan darah. Memberi tidak akan mengurangi, bukan? Justru akan menambahkan dan membuat sehat si pemberi.

Perasaan bangga bisa menjadi pahlawan menutupi kekhawatiran saya akan tusukan jarum suntik. Pada mulanya proses donor berjalan lancar. Petugas PMI kala itu hanya memberi saran supaya saya banyak minum air putih karena darahnya agak kental. Padahal saya sudah yakin sehat dan fit hari itu. Lalu.... ketika proses pengambilan darah selesaiketika saya siap-siap kembali ke meja kerjabadan saya sempoyongan seperti orang mau pingsan, mata ini berkunang-kunang, dan kepala jadi begitu ringan. Saya tidak pernah merasa selemah ini bahkan ketika sakit. Orang-orang yang khawatir melihat kondisi saya, langsung datang menolong, menyuapi banyak makanan serta susu.


Sejak drama donor darah hari itu, saya tidak bisa lagi mendonor kecuali berat badan saya naik cukup banyak. Sedih banget rasanya. Sampai tulisan ini dibuat, kartu donor saya hanya berisi satu cap tanggal saja. :(


Namun... alangkah piciknya saya, jika alasan membantu hanya demi selembar kertas catatan penghargaan.
Dan... alangkah perhitungannya saya, jika sudah merasa sangat berguna atas tetes darah yang tidak seberapa saya bagikan untuk orang lain.
Sementara... masih ada bayi-bayi piatu yang membutuhkan susu di lokasi penampungan longsor; masih ada hidung-hidung yang perlu ditutupi masker di Riau; masih ada wanita yang perlu uluran tangan dari perlakuan semena-mena lelakinya.
Ternyata... masih banyak sekali macam bantuan yang bisa saya berikan.

Keterbatasan info yang saya miliki sejak dulu, membuat saya baru tahu kalau program-program PMI bukan saja fokus pada donor darah, tetapi ada juga bantuan Dapur Umum di lapangan saat terjadi bencana, pelayanan kesehatan, dan pelayanan ambulan. Selain itu PMI juga fokus kepada pelayanan yang bersifat psikologi dan sosialisasi seperti: pelayanan dukungan psikososial bagi korban terdampak bencana, pemulihan hubungan keluarga, pembinaan generasi muda dan relawan, pengolahan air bersih, dan sosialisasi atau diseminasi kepalangmerahan. Lengkap sekali rupanya!

Program-program PMI tersebut tentu saja tidak akan berjalan lancar tanpa peran serta masyarakat. Saya optimis pasti banyak teman-teman di luar sana yang mau menyisihkan sedikit materinya ke program Bulan Dana PMI 2015/2016, apalagi teman-teman yang belum bisa mendonor darah seperti saya sekarang ini, dan takut jarum suntik. Walau tanpa cap penghargaan, sedikit dana yang bisa saya sisihkan pasti akan berguna untuk sesama yang sedang kekurangan. Sesuai dengan Resolusi saya di tahun 2016 nanti, ingin lebih banyak membantu dan peduli.

Teman-teman, Ayo peduli bantu sesama! Sambil merayakan pergantian tahun kita dapat menyisihkan sedikit rezeki ke program bantuan Bulan Dana PMI 2015/2016. Hitung-hitung sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia dari apa yang telah kita dapat di tahun 20015 kemarin. Bantuan dapat ditransfer melalui bank-bank sebagai berikut:
  • Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin Nomor Rekening : 206-38-1794-5 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya Nomor Rekening : 123-00-17091945 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank DKI Kantor Cabang Utama Juanda Nomor Rekening : 101-03-17094-7 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.

Kalau enggak sekarang, kapan lagi? Yuk, ikut berkontribusi! :)

15 comments:

  1. Saya terhambat tensi mba kalau mau donor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, saya juga. Untung ada #BulanDanaPMI, bisa donor selain darah sekarang. Yuk, ikutan Mbak! :)

      Delete
  2. resolusi yang bagus mbak,saya belum pernah donor sama sekali soalnya takut jarum suntiknya, gimana atuh ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutan nyumbang aja yuk kalo gitu! :D

      Delete
  3. Saya pilih nyumbang dana aja deh daripada harus donor darah
    ngeri mba harus di tusuk-tusuk pake jarum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Iya gak apa mbak, yu ikut nyumbang dan berkontribusi :)

      Delete
  4. Saya phobia jarum suntik -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak sesakit yang dibayangkan kok Mbak. Hihihi. Atau join #BulanDanaPMI aja yuk! :)

      Delete
  5. Sama :-) sekarang udah sadar diri sih, soalnya gaya hidup saya memang tdk sehat. Tapi salut semangatnya.

    ReplyDelete
  6. Kak ... aku butuh bantuan, pingin keliling tibet nepal china daratan. PLEASE bantu aku, biar resolusi mu terlaksana maksimal #LaluDislepet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku bantuin kamu kok Om! Dengan doa dan visit ke www.cumilebay.com biar makin ngehitz dan ditawarin agency terbang ke tibet. Buakakak.

      Delete
  7. Mba, sy malah belum pernah donor krn darah sy ktnya krg memenuhi standar. Ga tau napa.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)