16 March 2013

[Film] Silver Linings Playbook


Pertama, saya penasaran apa yang buat film drama komedi ini begitu bagusnya sehingga masuk di banyak daftar nominasi Oscar 2013 dan Jennifer Lawrence menang sebagai Best Actress melalui film ini? Kedua, Bradley Cooper kan ganteng. Ketiga, sebelumnya saya kurang bisa menebak kalau dilihat dari poster filmnya yang berseliweran di XXI, film ini ada di kategori mana? Drama, romance, comedy atau lainnya. Menjawab ketiga alasan yang membuat saya penasaran akhirnya saya menonton film ini untuk kedua kalinya. Dialognya yang padat itulah yang buat saya ingin menonton untuk kedua kalinya, satu percakapanpun sayang untuk dilewatkan.

Film ini menceritakan tentang Pat (Bradley Cooper) yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa karena menderita mental disorder akut, Bipolar, yang diperparah setelah Pat memergoki istrinya selingkuh dengan guru di sekolah tempat dia mengajar. Dari situ hidupnya berubah, Pat kehilangan semuanya: istrinya, rumahnya, pekerjaannya dan dirinya sendiri. Walau tahu istrinya selingkuh, Pat masih terobsesi dengannya dan berusaha keras untuk sembuh hanya agar bisa kembali pada istrinya. Sayangya Pat masih dalam pengawasan RS dan polisi sehingga tidak memungkinkan dia untuk melakukan itu semua. Hal yang bisa dilakukan Pat adalah menulis surat, tetapi dia tidak tahu alamat istrinya. Lalu Tiffany (Jennifer Lawrence), wanita rapuh mantan pecandu sex yang tidak kalah juga gangguan mentalnya pasca ditinggal mati suami karena kecelakaan, datang memberi bantuan kepada Pat. Tiffany bersedia memberikan yang ditujukan Pat untuk istrinya tapi dengan satu syarat, Pat harus mau menjadi partner lomba tarinya. Tidak hanya bekerjasama dalam lomba tari, tanpa mereka sadari mereka berdua saling bekerjasama menyembuhkan satu sama lain.

Dan, bisa ditebak pada akhirnya, Pat dan Tiffany jatuh cinta dengan cara yang agak 'gila'. :D

Yang saya suka dari film ini adalah bisa menampilkan kekurangan manusia (mental disorder) dengan cara yang lucu, sederhana dan tanpa terlihat gelap. Pat penderita Bipolar akut yang hanya dengan sebuah ending buku yang tidak dia suka bisa membuatnya mengamuk di pagi buta dan membangunkan para tetangga. Atau ayah Pat yang menderita OCD akut, terobsesi dengan american football dan harus selalu memegang sapu tangan saat menonton pertandingan, yang memiliki hobi menjejerkan seluruh remote elektronik disamping tempat duduknya dan tidak mau ruang bacanya dikacaukan orang. Pat juga memiliki teman ADD yang lucu dan bersahaja, sayangnya tidak bisa fokus dalam satu percakapanpun. Kegilaan mereka semua berhasil buat penonton tertawa, dialognya, kemistri pemainnya yang cute. Kapan lagi bisa lihat bradley Cooper agak chubby? ya disini. Yang saya baru tahu ternyata sang sutradara, David O Russell, sudah sering membuat film-film mengenai mental disorder. Tapi hanya Silver Linnings Playbook ini yang terkesan 'fun'.

Kendala penonton pada film ini mungkin adalah karena tidak semua orang paham betul dengan mental disorder. Bipolar, OCD, ADD tidak setenar Autism dan Down Syndrome di Indonesia. Jadi mereka yang menderita penyakit mental tersebut hanya dianggap sebagai orang 'sulit' oleh kebanyakan orang yang normal. Saya googling dan tulis sedikit dari yang saya tahu mengenai mereka.

Bipolar adalah kondisi dimana seseorang mudah mengalami perubahaan emosi secara ekstrim, "mood swing" yang tinggi. Dalam satu moment dapat bahagia sekali kemudian dapat berganti menjadi sangat sedih dan depresi secara tiba-tiba. Pada anak-anak, Bipolar bisa berdampingan dengan ADHD (Attention Defisit Disorder). Anak-anak yang sangat hiperaktif dengan mainan dan lingkungannya tiba-tiba bisa mengamuk hebat karena kejadian yang tidak mereka sukai. Tanda dan gejala Bipolar adalah: suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan, sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas, tidak mampu merasakan kegembiraan, pesimistis dan mudah putus asa serta menghindari komunikasi dengan orang lain.

OCD (Obsessive Compulsive Disorder) adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu mengontrol pikirannya terhadap obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya sehingga sering mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya. Tanda dan gejala OCD adalah: penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang seperti mencuci tangan dan melakukan pengecekan berulang-ulang dengan maksud tertentu, takut terkontaminasi penyakit atau kuman, takut salah / dianggap tidak sopan, sangat perlu ketepatan atau simetri, mengulang berhitung berkali-kali (cemas akan kesalahan pada urutan bilangan) bingung dan ragu-ragu yang berlebihan. Jadi kalau kita pernah melihat atau mengalami kejadian seperti: kerepotan untuk selalu bersih dan mencuci tangan berulang-ulang, memeriksa, mengecek atau menyusun sesuatu secara berlebihan dan tanda-tanda diatas lainnya, ada kemungkinan OCD.

ADD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat memusatkan perhatiannya sehingga kesulitan untuk berkonsentrasi dan fokus pada satu hal. Tanda dan gejala ADD adalah: mudah beralih perhatian, jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas, tidak konsisten, tidak dapat duduk tenang, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak, tidak sabaran, mengalami kecemasan yang berlebihan dan sangat sensitif.

Banyak penyebab mental disorder selain dari genetik bisa juga karena kelainan syaraf, serta peristiwa masa lalu yang tidak mengenakan sehingga menjadi trauma. Saya pernah membaca artikel mengenai penderita Bipolar yang disebabkan oleh trauma masa lalu yang kelam, dia diperkosa oleh supir bus sekolahnya sendiri pada masa lalu. Contoh seperti artikel yang pernah saya baca itu tidak sedikit di dunia. Ditinggalkan oleh seseorang yang sangat berarti, dicelehkan dan dianiaya juga menjadi banyak penyebab orang mengalami mental disorder. Dan kesembuhan Mental disorder yang disebabkan oleh trauma lebih sulit daripada mereka yang mendapatkan anugrah ini karena bawaan genetik dan kelainan syaraf. Karena penerimaan mereka terhadap diri sendiri menjadi lebih sulit, perlu pendamping dan orang-orang terdekat yang mendukung dengan tulus.

Oya, Di web ini  http://psychcentral.com/quizzes/ disediakan tes untuk masing-masing disorder yang boleh anda coba untuk lebih mengetahui dan memastikan mengenai kendala orang terdekat ataupun diri sendiri. Nanti hasil tesnya akan terlihat seperti ini:


Hasil ini memang bukan jawaban yang akurat namun bisa melihat kecendrungan penyakit mental tertentu, untuk hasil yang akurat atas suspens mental disorder tertentu, menurut saya tetap perlu dilakukan pengecekan ke psikiater/psikolog atau psikotest  intens mandiri.

Saya jadi ingat teriakan yang dilontarkan Tiffany kepada pat:
"I was a slut! There will always be a part of me that is dirty and sloppy, but I like that! Just like all the other parts of myself. I can forgive. Can you say the same for yourself, fucker? Can you forgive? Are you capable of that?"
YA, tidak semua orang bisa menerima diri sendiri dengan segala kekurangannya. Banyak orang berlomba untuk terlihat sempurna, mengubahnya menjadi sesuatu yang mereka inginkan, dan menutupinya dengan segala keletihan. Tapi, setelah semua kekurangan itu dapat mereka terima, hal itu selesai. Menurut saya :)
"You need to know its your actions that will make you a good person, not desire" 

2 comments:

  1. Review yang cantik, Pri. Sepertinya V mesti nonton film ini. Suka film yang berbau psikologis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Epi...
      Harus! Wajib nonton pokoknya :D

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)