Ibu, Maafkan Saya

*Postingan blog ini disponsori oleh P&G Indonesia. Informasi di dalamnya berdasarkan pengalaman yang saya alami. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca disclosure.


Kurang tidur dan nyeri haid, dua hal itu selalu punya andil bikin saya uring-ringan dan moody seharian. Seperti hari ini. Sejak pagi saya menghindari percakapan yang tidak terlalu penting dengan rekan kerja. Saya hampir enggak punya tenaga bahkan untuk bercanda karena leher sampai pinggang dan perut saya nyeri semua. Temen-temen lama saya pasti paham, kalau keadaannya sudah seperti ini lebih baik saya didiamkan, daripada terpaksa harus melihat "singa ngamuk".

(Baca juga: Hal-Hal yang Saya Alami ketika Menstruasi)

Saya pulang kerja seperti biasa namun dengan keinginan tidur yang luar biasa. Sudah lelah ditambah nyeri haid pula. Huahhh! Semoga enggak ada yang ganggu waktu istirahat saya.

Tiba-tiba handphone berbunyi, ada telepon masuk dari Ibu.


Biasanya Ibu selalu menelepon saat weekend, Beliau tau saya paling malas angkat telepon di hari kerja. Namun entah kenapa hari ini, hari Rabu, Ibu menelepon saya. Dengan keadaan saya lagi malas sekali angkat telepon. Tapi ini kan dari Ibu, dari Orang Tua...

Ibu: "lagi apa?"
Saya: "baru pulang kerja."
Ibu: "udah makan belom?"
Saya: "malas makan lagi sakit haid." saya jawab sekenanya.

Soal makanan, Ibu saya rewel sekali. Beliau enggak bisa lihat anaknya tidak makan atau kelaparan, makanya kalau saya di rumah, jangan harap saya bisa diet apa lagi jadi vegetarian.

Saya malas debat tapi Ibu terus saja nyerocos panjang lebar di telepon tanpa peduli keadaan saya yang sedang nyeri haid. Ahhh… akhirnya percakapan ini saya akhiri sepihak dengan alasan ada hal yang harus saya kerjakan.

Setelah itu saya menyesal. Sudah syukur ada yang perhatian—masih mengingatkan saya untuk makan dan menjaka kesehatan—kok, malah saya sia-siakan?

Ibu, maafkan saya.

Sejak saya memutuskan untuk keluar dari rumah, hidup sendiri di kosan, interaksi saya dan Ibu jadi berkurang banyak. Apalagi sudah 3 bulan lamanya saya LDR Bandung–Jakarta dengan Ibu.

Keinginan saya menelepon Ibu bisa dihitung pakai jari, itupun untuk hal yang saya rasa perlu (ada maunya doang!). Sedangkan Ibu menelepon saya murni karena rindu akan anaknya yang jauh dari pelupuk mata.

Di situ saya menyesal. Bisa jadi Ibu menelepon karena tahu anaknya sedang payah. Seperti saat saya baru sampai Bandung dan terkena penyakit pancaroba, hampir setiap hari Ibu bertanya kesehatan saya, "sudah baikan, belum?" Saya, ingat untuk menanyakan perihal kesehatan beliau pun tidak. Huhuhu.

Saya terlalu tidak peduli dengan dalih sibuk, padahal main game di handphone bisa sampai berjam-jam, dibanding menelepon ibu yang hanya beberapa menit saja untuk bertanya, "Mamak sehat?"

Ibu, maafkan saya.

Rasa bersalah saya menjadi-jadi setelah melihat video ini:


Aduh… video ini kok sama banget seperti yang sedang saya alami sekarang, ya? 

Lagu dan lirik video Kasih Ibu yang dibawakan oleh dua Diva kebanggaan Indonesia ini mengingatkan saya kembali peran Ibu buat saya. Saya enggak pernah sanggup membayangkan "sudah tidak ada Ibu ketika pulang". Terima kasih, ya! Kalian dua penyanyi hebat sudah menginspirasi saya hari ini.

Saya jadi kangen Ibu. Saya kangen bakwan jagung buatan Ibu. Saya kangen bau seprai baru yang sudah dicuci dengan pelembut pakaian favorit Ibu, Downy Sunrise Fresh. Saya kangen ribut sama Ibu.

Saya kangen Ibu.

Untuk sementara yang bisa saya lakukan menjelang pulang adalah menjaga komunikasi baik dengan Ibu, kirim sms, gambar, video call dan sebagainya. Saya juga sempat kirim video Kasih Ibu, sekadar bikin Beliau senang karena di sana ada dua produk kebanggaannya, Downy dan Pantene.

Video Call sama Ibu

Temen-temen, apakah sedang mengalami hal yang sama seperti saya? Kalau iya, yuk, ikutan kontes berhadiah kamera mirrorless, handphone, dan setrika listrik di bawah ini. Caranya mudah!


Temen-temen hanya perlu menemukan lirik mana yang paling menginspirasi dari video ini: tiny.cc/maafibu lalu share foto bareng Ibu disertai dengan caption yang paling baik dan menyentuh. Cek syarat-syarat lengkapnya pada link ini ya: bit.ly/KEBMaafIbu

Kontes ini berlangsung dari tanggal 29 Mei-5 Juni 2017. Pengumuman pemenang tanggal 12 Juni 2017. Good luck, ya!

Semoga kesehatan dan keselamatan selalu menyertai Ibu-Ibu kami. Amin. 

CONVERSATION

2 comments:

  1. Heuheu belum bilang maaf udah nangis duluan Pri. Maaf ibu, ku belum pakai cincin.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan mampir ke blog Aprijanti.com

Saya membaca setiap komentar yang masuk. Jika ada pertanyaan penting, mohon untuk cek kembali balasan saya pada postingan ini, ya! Mohon maaf untuk setiap komentar spam, judi, caci maki, dan komentar yang memiliki link hidup akan saya hapus. Salam. :)

INSTAGRAM