Review Bioderma Hydrabio Serum

Kata siapa cari pelembab yang cocok dengan kulit wajah itu mudah? Susah, Sist, saya aja belum ketemu sampai sekarang. Saya lebih mudah ketemu sunblock yang cocok dengan kulit wajah. Entah mengapa, kulit saya yang berminyak kombinasi dan mudah berjerawat ini lebih rewel diolesi pelembab ketimbang sunblock. 

Kalau kata orang bilang, "ya, belum ketemu aja jodohnya." 😆

So, saya mengakalinya dengan memakai serum atau face oil ketika mau tidur. Sepertinya wajah saya lebih cocok sama kandungan pelembab yang super ringan dan cepat meresap macam serum, emulsion, dan sebagainya. Tapi, kan, serum lebih mahal dari pada pelembab wajah biasa, ya? *pengen nangis* makanya saya belum banyak coba produk serum, agak takut juga belinya karena mahal, kalau enggak cocok bikin sedih.

Nah, salah satu serum yang pernah saya coba dan saya pakai sampai sekarang adalah Bioderma Hydrabio Serum. Klaimnya sangat cocok digunakan oleh wajah sensitif dan super kering. Lalu untuk wajah oily kombinasi macam saya gini gimana, dong? Baca aja reviewnya sampai mentok ya!

Review Bioderma Hydrabio Serum

KLAIM PRODUK:

Hydrabio Serum adalah konsentrat kelembaban pertama yang menghasilkan Aquagenium. Biologis kompleks ini dipatenkan untuk merangsang produksi aquaporins, menyeimbangkan kadar air di dalam kulit, dan menguncinya di permukaan kulit. Allergen-free fragrance, Non-comedogenic, Hypoallergenic.

KEMASAN:


Warna kemasan Bioderma dibedakan bedasarkan kebutuhan kulit: SENSIBIO yang berwarna merah untuk kulit sensitif, SÉBIUM yang berwarna hijau untuk kulit cenderung berjerawat dan berminyak, HYDRABIO yang berwarna biru untuk kulit dehidrasi hingga sensitif, ATODERM yang berwarna biru keunguan untuk kulit sangat kering hingga sensitif yang atopik, PHOTODERM yang berwarna orange adalah produk-produk tabir surya.

Bioderma Hydrabio Serum berarti ditujukan untuk kulit yang dehidrasi hingga sensitif. Jangan salah kaprah, ya, kulit yang dehidrasi itu bukan cuma kulit kering (walaupun seringnya ditandai dengan gejala kulit kering), semua jenis kulit dapat mengalami dehidrasi! Tanda-tandanya: kulit kusam, bersisik, dan menjadi lebih sensitif.

Polusi, stres, kelembaban, dan AC adalah salah banyak dari penyebab dehidrasi kulit. Itu mengapa wanita urban yang hidup di perkotaan kulit wajahnya lebih sensitif dan punya banyak masalah. Tips dari dr. Dewi SppK saat event Bioderma Blogger Gathering yang saya hadiri 3 bulan lalu, untuk mencegah dehidrasi kulit sebaiknya konsumsi air yang banyak, pakai sunblock sebelum ke luar rumah, manajemen stress yang baik, jangan mandi air panas terlalu lama, pilih sabun pembersih yang rendah deterjen, jangan terlalu sering melakukan scrubbing, dan yang terakhir paling nampol, nih, gunakanlah pelembab wajah yang tepat.

Balik lagi ngomongin kemasan Bioderma Hydrabio Serum! Produk ini punya kemasan karton yang informatif banget. Banyak tulisannya tapi banyak juga yang saya enggak ngerti, wong Bahasa Prancis! Hahahaha. Untung selalu ada terjemahan Bahasa Inggris. Di pantat kemasan kartonnya ada informasi kadaluwarsa, That's what I like! Produk kosmetik, tuh, kalau mencantumkan informasi kadaluwarsa, kepercayaan saya jadi meningkat dua kali lipat.

Kemasan Bioderma Hydrabio Serum

Packaging Bioderma Hydrabio Serum

Kemasan botolnya mewah, unik, dan higienis. Model Airless pump bottle bikin penggunanya cukup menekan dua sampai tiga kali sudah bisa untuk dioleskan ke satu wajah dan leher. Ada tutup biru beningnya juga yang menambah kehigienisan kemasan Bioderma Hydrabio Serum ini.

Pump Bioderma Hydrabio Serum


INGREDIENTS:

Aqua/Water/Eau, Glycerin,Xylitol,Sodium Polyacrylate, Mannitol, Rhamnose, Fructooligosaccharides, Laminaria Ochroleuca Extract, Niacinamide, Pyrus Malus (apple) fruit Extract, Dimethicone, Cyclopentasiloxane, Trideceth-6, PEG/PPG-18/18 Dimethicone, Sodium Hyaluronate, Hexyldecanol, Caprylic/Capric Triglyceride, Disodium EDTA, Chlorphenesin, Phenoxyethanol, Fragrance (Parfum) [BI 568V1].

TEKSTUR:

Waktu saya terima produk ini dan mencium aromanya, saya ragu mau pakai. Saya takut sama skincare yang mengandung parfum, mengingat wajah saya yang super sensitif dan gampang jerawatan. Terus saya mikir lagi, serum ini kan memang ditujukan untuk kulit sensitif dan ada pernyataan di klaim produk bahwa "Allergen-free fragrance" yang berarti parfumnya tidak menimbulkan reaksi alergi.

Tekstur serumnya seperti gel, agak lengket, tetapi cepat meresap. Saat dioleskan ke wajah terasa dingin. Saya suka sensasi dinginnya itu, tetap bertahan walau sudah 3 bulan nongkrong di meja rias. Oiya! Saya juga suka karena membuat tekstur kulit menjadi halus, sensasinya mirip-mirip kayak pakai primer wajah namun lebih tipis. Kalau wajah kamu enggak terlalu berminyak, Bioderma Hydrabio Serum ini cocok juga dijadikan base makeup. Yang saya kurang suka cuma bau parfumnya aja, sih. 😀

Formula Bioderma Hydrabio Serum

CARA PAKAI:

Seperti yang sudah saya tulis di atas, tekstur Bioderma Hydrabio Serum cepat meresap kulit, jadi setelah ditotol, langsung dioleskan aja, ya! Jangan nunggu lama-lama nanti dia diambil orang. Enggg...

Saya hanya pakai serum ini malam hari, saat mau tidur, saya dobel dengan serum anti aging. Kalau saya merasa wajah lagi keringgg banget, baru deh saya pakai pagi dan malam. Trik itu saya terapkan supaya irit. Hahaha. Soalnya untuk kebutuhan wajah dan leher saya sekali pakai bisa sampai 3 pump.

Cara pakainya: saya totol ke jidat, pelipis, pipi, dan dagu sebelah kanan, lalu saya usap dengan lembut secara merata. Saya ulangi kembali cara yang sama untuk bagian wajah sebelah kiri. Saat pagi maupun malam, produk ini saya gunakan setelah ritual cuci muka dan toner. Sebaiknya tunggu produknya meresap dan kering sempurna baru apply sunblock, makeup, dan sebagainya.

HARGA

Untuk ukuran 40 ml harga Bioderma Hydrabio Serum Rp. 330,000. It's OK lahhh... soalnya saya punya serum yang hanya berisi 20 ml dan harganya lebih mahal dari ini. Hihihihi. Produknya bisa dibeli di Sociolla, Guardian, Watson, Century, AEON, dan Galeries Lafayatte.

REVIEW

Kalau aja enggak ada parfumnya, Bioderma Hydrabio Serum nyaris sempurna buat saya. Wajah saya terasa lebih halus dan lembab saat bangun tidur, tetapi enggak bikin kulit gerah. Saya bahagia karena bisa digunakan sebagai Primer/Base Makeup. Saya pun tidak terlalu was-was sama efek jangka panjang karena produk ini tidak mengandung paraben dan tanggal kadaluarsanya jelas.

KESIMPULAN

  • Untuk ukuran produk serum berharga tiga ratusan ribuan, kemasannya tidak mengecewakan.
  • Teksturnya gel namun tidak lengket dan cepat mereap kulit. Sayangnya masih ada parfumnya walaupun ada pernyataan tertulis "Allergen-free fragrance".
  • Mengandung ekstrak apel yang dapat merangsang kadar air di kulit, namun efeknya tidak terlalu melembabkan seperti sedang memakai moisturizer. Saya suka sih, berasa kayak lagi pakai primer aja gitu.
  • Free Paraben!

Semoga reviewnya membantu! Salam,

CONVERSATION

2 comments:

  1. Aku pake ini sampai sekarang dan patuh petuah dirimu waktu itu: kalau pake serum dikit-dikit aja. Hahaha.
    Tapi, tapi, tapi. Aku malah suka wanginya, Pri. Sini atuh buat aku aja. *digampar :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha... good! Aku skincare sukanya malah tanpa wewangian, Teh, merasa lebih alami gitu.

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan mampir ke blog Aprijanti.com

Saya membaca setiap komentar yang masuk. Jika ada pertanyaan penting, mohon untuk cek kembali balasan saya pada postingan ini, ya! Mohon maaf untuk setiap komentar spam, judi, caci maki, dan komentar yang memiliki link hidup akan saya hapus. Salam. :)

INSTAGRAM