Launching Buku Blue Valley Series

launching buku

Tanggal 15 Desember kemarin, saya menggantikan Teh Ani Berta hadir ke acara launching buku Blue Valley Series di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan. Walaupun rezeki saya hadir ke acara karena menggantikan Teh Ani, saya sebagai pembaca selalu bangga datang ke acara sastra seperti teater, malam puisi, meet and greet penulis, sampai launching buku baru. Rasanya tuh kayak jumpa fans. Biasanya saya cuma lihat karya mereka melalui lembaran kertas, melalui acara saya bisa melihat sosok mereka langsung. Dalam hati kecil berharap juga, "kapan saya bisa kayak mereka, ya?" hehehe.

*ngayal aja dulu, kesampaiannya kemudian*

Acara launching buku Blue Valley Series agak unik dari acara launching buku kebanyakan. Lebih meriah, manis, formal, tetapi tetap syahdu. Ketika datang ke lokasi, tamu yang hadir disuguhi lantunan lagu dari penyanyi cantik Wizzy Wiliana dan Band. Beberapa camilan lezat dan juga kopi buatan Barista menemani kami sebelum acara dimulai. Launching buku Blue Valley Series serupa pesta kebun yang cantik.


penyanyi wizzy



Sebelum berkenalan dengan kelima penulisnya, kami dapat sambutan hangat dari Pak Deden Ridwan selaku Editor In Cheif Falcon Publising. Blue Valley Series merupakan novel perdana yang diterbitkan oleh Falcon Publishing. Kalau temen-temen sering dengar, Falcon Pictures adalah perusahaan film yang sangat produktif melahirkan film-film Box Office Indonesia, sebut saja: Belenggu, La Tahzan, Laskar Pelangi 2, Comic 8, Warkop DKI Reborn, My Stupid Boss, dan masih banyak lagi. Nah, kali ini Falcon melebarkan sayapnya di industri Sastra. Salut! Gebrakannya bagus. Semoga makin banyak penulis Indonesia yang diapresiasi karyanya.

Pak Deden bercerita bahwa pembuatan Blue Valley Series terbilang singkat. Tema "Kisah tentang Kehilangan dan Pencarian Cinta Baru" dipilih pertama kali karena dirasa sangat dekat dengan pembaca Indonesia.

Pembaca, siap-siap baper ya! Hahaha. Eh, tapi, cocok juga buat referensi move on 2017, nih. :)))

falcon publishing
Deden Ridwan, Editor In Chief Falcon Publishing

Lalu, siapa aja sih kelima penulis novel Blue Valley Series yang bakal bikin hati pembacanya cekat-cekot? Ini dia mereka:
  1. Bernard Batubara dalam buku Elegi Rinaldo
  2. Erlin Natawiria dalam buku Laya Miya
  3. Aditia Yudis dalam buku Senandika Prisma
  4. Robin Wijaya dalam buku Melankolia Ninna
  5. Dyah Rinni dalam buku Asa Ayuni

Walaupun kelima buku ini memiliki benang merah latar yang sama, Blue Valley, tokoh dan kisah yang ada di dalamnya berbeda. Jadi pembaca bisa memulai dari buku mana saja.

blue valley series
Penulis dan Editor Buku Blue Valley Series | dari kiri - kanan:
Robin Wijaya, Jia Effendi, Dyah Rinni, Aditia Yudis, Erlin Natawiria, Bernard Batubara, Deden Ridwan

Menurut saya buku-bukunya ringan, baik dari pemilihan tema maupun tebal halamannya, Kalau saya fokus, satu buku bisa rampung dalam sehari. Cocoklah buat teman ngopi-ngopi. Tapi saya enggak nyaranin baca di tempat umum, ya! Apalagi yang mentalnya baperan kayak saya, bisa tiba-tiba nangis di jalan kan berabe. :"(

Nih, saya tulisin lembaran cerita dari novel Elegi Rinaldo yang dibacain langsung oleh penulisnya, Bernard Batubara:

"Aldo menunduk, melihat benda asing di tangan Jenny. Seketika jantung cowok itu mencelus. Namun, dia menolak memperlihatkan reaksi berlebihan. Aldo meraih tangan Jenny, mengangkatnya dan berpura-pura mengamati benda asing itu. Jenny gugup.
     
Perasaan kamu enggak pernah pakai cincin," kata Aldo. "Ah, dia udah ngelamar kamu? Waw, gesit banget." Aldo melepaskan tangan Jenny, lalu bertepuk tangan.
    
Jenny buru-buru mencopot cincin itu, tetapi Aldo mencegahnya.
     
"Ini kesempatan kamu buat percaya pada ikatan. Kesempatan kayak gini enggak bakal sering-sering datang." Aldo tersenyum pahit. "Apalagi kalau kamu ngabisin waktu sama aku."
     
"Kamu tuh kenapa sih?"
     
"Aku sampai lupa pernah kenal sama cewek yang bilang kalau orang-orang yang menikah itu konyol. Kalau tahu suatu hari cewek itu bakal jadi orang konyol juga, aku enggak bakal buang-buang waktu ngobrol sama dia." Aldo menghela nafas panjang, kemudian tertawa renyah dan menggeleng. "Sekali cewek tetap cewek. Ngomongnya sok enggak butuh seseorang, tapi ujung-ujungnya tetap aja lari ke orang yang bisa ngasih kepastian. ..."

Benzbara
Bernard Batubara, Penulis Elegi Rinaldo

Udah, ya, segitu aja bacainnya biar enggak makin baper. Kebetulan Elegi Rinaldo adalah novel pertama dari Blue Valley Series yang saya baca. Kemudian lanjut ke Lara Miya, dan tiga novel lainnya. Kalau disuruh milih, saya lebih suka yang mana dari kelima novel di bawah ini? Saya belum bisa memutuskan. Mumpung satu paket, lebih baik dibaca aja kelima-limanya. Novel-novel yang dieditori oleh Mbak Jia Effendie sudah terbukti kualitasnya di mata para pembaca sekalian, bukan? 😉

source: falconpublishing.co.id

Salam,

CONVERSATION

7 comments:

  1. Keren banget acara launchingnya. :o Seru tuh ^_^

    ReplyDelete
  2. Jadi penasaran sama buku2 nya :D

    ReplyDelete
  3. Pengen baca juga nih. :'D Asli penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo, Mbak. Kelimanya penulis favorit ya. :)

      Delete
  4. mas Bara apaan sih itu Pri celananya, pgn nurunin aku wkkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Nay, ini bukan blog porno ya. :)))

      Delete
  5. seru bgt bisa ikutan acara seperti ini

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan mampir ke blog Aprijanti.com

Saya membaca setiap komentar yang masuk. Jika ada pertanyaan penting, mohon untuk cek kembali balasan saya pada postingan ini, ya! Mohon maaf untuk setiap komentar spam, judi, caci maki, dan komentar yang memiliki link hidup akan saya hapus. Salam. :)

INSTAGRAM