APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Pengalaman Photo Facial Treatment di ZAP Clinic Lotte Shopping Avenue


Jerawat, oh, jerawat... masalah satu ini selalu bikin saya emosi, dan sialnya enggak pernah kelar. Hilang sebiji numbuh seribu biji. 😭 Saya sempet pesimis sama masalah jerawat, sebodo teuing lah, dikasih obat apa aja enggak mempan, ke dokter kulit pun enggak cocok. Ternyata jerawat saya enggak cuma butuh obat tetapi perawatan yang tepat.

Makanya, saya bersyukur bulan April lalu dikasih kesempatan untuk mencoba Face Rejuvenation Treatment di ZAP Clinic Menteng. Gara-gara treatment tersebut saya ngerasain lagi yang namanya muka mulus bebas jerawat. Terharu. Temen-temen bisa baca pengalaman saya di link ini: Pengalaman Perawatan Face Rejuvenation di ZAP Clinic Menteng

Seumur-umur, saya baru ngerasain perawatan kulit Face Rejuvenation, ya, di ZAP Clinic. Akhirnya jadi langganan ke sana, dan beberapa kali balik perawatan ketika kulit wajah udah ngasih sinyal "hemmm... perlu disuntik sinar ZAP lagi, nih!" hehehe.

Kakak Dilangkahi Menikah, Salah Adiknya?

Tentu saja bukan salah adiknya, salahkan mitos yang mengatakan: kalau kakak, apalagi kakak perempuan, yang dilangkahi adiknya menikah, apalagi adik lelaki, maka sang kakak akan jadi perawan tua.


Mitos itu kejam, tetapi buat saya, lebih kejam lagi seorang kakak yang tidak meridai pernikahan adiknya.

Dengan sedih Ibu saya berbicara ditelepon, beliau baru saja bertengkar dengan adik saya. Ketika saya tanya kenapa, Ibu saya tidak mau menjawab kecuali saya pulang ke rumah dan menanyakannya langsung.

Saya pulang. Saya bertanya, "kalian bertengkar kenapa?" Ternyata musababnya bukanlah perkara baru. Adik saya bilang ingin menikah tetapi Ibu tidak merestui. Ibu saya menginginkan saya menikah lebih dulu. Hal ini bukanlah perkara baru yang pernah kami bahas. Entah sudah berapa banyak diskusi sampai perdebatan yang kami lakukan ulah urusan pernikahan.

Aplikasi ISTC Bikin Wanita Melek Investasi Saham

*Postingan blog ini disponsori oleh Indosat. Informasi di dalamnya berdasarkan pengalaman yang saya alami. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca halaman Disclosure. Terima kasih untuk terus membaca dan mendukung blog Aprijanti.com

source: pexels.com | edited by: Aprijanti

Bagi sebagian wanita,  kata "investasi" dan "saham" terdengar begitu rumit dan njelimet di telinga, apalagi ketika dipraktikan. Adakah pembaca yang merasa seperti itu juga? Iya, saya pun begitu. Nabung aja susah apalagi disuruh investasi? 😁

Tanpa kita sadari, sejak kecil kita sudah belajar investasi melalui banyak media, seperti celengan dan tabungan. Setelah dewasa kita mengenal deposito, emas, properti, reksadana, dan saham. Ragam jenis investasi tersebut pasti sudah sering kita praktekan, kecuali... saham.

Featured: Blog Reservasi.com

"Apri, artikelnya udah tayang, ya. Makasih atas waktunya, jangan lupa di-share!"

Begitu pesan singkat Mas Dzul, Content Writer di Reservasi.com yang menghubungi saya melalui facebook messenger kemarin. Wah... I got more features. ❤

Terima kasih, ya! Mas Dzul dan Reservasi.com atas tulisan…

Launching Buku Blue Valley Series

launching buku

Tanggal 15 Desember kemarin, saya menggantikan Teh Ani Berta hadir ke acara launching buku Blue Valley Series di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan. Walaupun rezeki saya hadir ke acara karena menggantikan Teh Ani, saya sebagai pembaca selalu bangga datang ke acara sastra seperti teater, malam puisi, meet and greet penulis, sampai launching buku baru. Rasanya tuh kayak jumpa fans. Biasanya saya cuma lihat karya mereka melalui lembaran kertas, melalui acara saya bisa melihat sosok mereka langsung. Dalam hati kecil berharap juga, "kapan saya bisa kayak mereka, ya?" hehehe.

*ngayal aja dulu, kesampaiannya kemudian*

Acara launching buku Blue Valley Series agak unik dari acara launching buku kebanyakan. Lebih meriah, manis, formal, tetapi tetap syahdu. Ketika datang ke lokasi, tamu yang hadir disuguhi lantunan lagu dari penyanyi cantik Wizzy Wiliana dan Band. Beberapa camilan lezat dan juga kopi buatan Barista menemani kami sebelum acara dimulai. Launching buku Blue Valley Series serupa pesta kebun yang cantik.

Local Brand Bazaar and Fashion Show at Sienta Pop Up Playground

*Postingan blog ini disponsori oleh Toyota Indonesia. Informasi di dalamnya berdasarkan pengalaman yang saya alami. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca halaman Disclosure. Terima kasih untuk terus membaca dan mendukung blog Aprijanti.com

source: Nyna/Sociolla

Temen-temen udah liat kan gimana gemesnya saya main sama banyak anjing lucu di acara Dog's Day Out tengah bulan lalu? Nah, minggu kemarin saya diajak main ke Pop Up Playgorund lagi, tapi kali ini konsepnya berbeda. Tema acara yang menjadi penutup rangkaian event Toyota Sienta Pop Up Playgorund adalah UNLOCK YOUR WEEKEND FASHION BAZAAR.

Di sini, selain bisa melihat jejeran stan baju-baju wanita, craft, dan asesoris merek lokal, mata saya juga termanjakan sama model-model yang memeragakan busana di sekeliling lokasi acara. Seru loh bisa lihat model cantik jalan di tempat nogkrong. 😁

Tips Mengenakan Makeup dalam Waktu Singkat di Dalam Mobil

*Postingan blog ini disponsori oleh Toyota dan Sociolla. Informasi di dalamnya berdasarkan pengalaman yang saya alami. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca disclosure.


Wanita yang selalu mengandalkan makeup saat beraktivitas formal pasti paham betul kalimat ini, "setelat-telatnya waktu berangkat, wajah enggak boleh polos!" Bukannya saya enggak percaya diri untuk berpenampilan bare face, namun, saya suka enggak enak hati kalau terlihat kurang rapi di harapan rekan kerja. Wajah saya yang banyak kurangnya ini―jerawat dan bekasnya di mana-mana, pastinya lebih enak dipandang orang kalau diberi sedikit polesan makeup.

Saya punya kebiasaan buruk yang sudah jadi rahasia umum, sering telat! Ampunnn... kelemahan satu ini bikin saya harus kreatif memanfaatkan waktu, termasuk waktu buat makeupan. Enggak jarang saya bawa perlengkapan makeup lengkap ke mana-mana biar bisa polas-poles di dalam Taksi. Hah! Emang bisa? Bisa, dong!

Gili Iyang, Saya Jatuh Cinta!


Gili Iyang bukan nama lelaki yang sedang saya kencani. Gili Iyang adalah nama pulau kecil berjarak setengah jam dari Pulau Madura. Kalau temen-temen pernah ke Lombok, pasti sudah tidak asing lagi mendengar  kata "Gili". Sebutan Gili ternyata tidak hanya ada di Lombok, di Madura pun banyak. Lalu, kenapa saya bisa jatuh cinta dengan Gili Iyang?

Saya senang pelesir, tetapi kalau disuruh pilih ke Gunung atau ke Pantai? Saya akan pilih Gunung. Saya senang pepohonan hijau, udara yang sejuk, dan ketenangan alam dibanding kedinamisan pantai, ombak dan panas matahari yang beriak-riak. Dari sedikit pantai yang pernah saya kunjungi, saya senang ke Ujung Kulon karena di sana tidak hanya menyajikan kekayaan alam berupa pasir putih dan pantainya yang bersih tetapi juga hutan hijau yang masih dihuni oleh banyak flora dan fauna lucu. 

Saya lupa kalau saya tinggal di Indonesia. Pasti banyak pulau yang sama bagusnya atau bahkan lebih daripada Pulau Peucang yang pernah saya kunjungi di daerah Ujung Kulon.

Facial Scrub Alami JUARA Radiance Enzyme Scrub


Kalau disuruh milih, "lebih rela uang habis untuk beli makeup atau skincare?" Saya pasti akan jawab skincare! Saya enggak terlalu pemilih sama makeup, marek lokal dengan harga terjangkau asal enak dipakai udah cukup buat saya, tapi kalau udah ngomongin skincare, saya jadi pemilih luar biasa. Apalagi sejak wajah jadi gampang jerawatan, saya rela deh beli skincare mahal asal cocok sama wajah. (Habis itu sedih enggak bisa jajan sebulan. Hahaha!)

Saya concern sama skincare jauh dari sebelum saya kenal lipstik, eyeliner, concealer, dan kawan-kawannya. Sejak awal kuliah, saya rajin scrubbing dan maskeran seluruh badan. Kemudian... negara api menyerang ada berita yang bikin saya syok sampai saya enggak mau scrubbing wajah maupun badan lagi. Berita dari femaledaily.com ini: AS Larang Skincare dengan Microbeads: Kapan Giliran Kita? bikin saya sadar ternyata banyak sekali produk scrubbing yang butirannya itu menggunakan bahan kimia plastik atau microbeads atau biasanya tertulis polyethylene dan polypropylene di ingredients.

Moana dan Cita-Cita yang Tertunda

"Andai aja dulu gue enggak nurut omongan Bokap, mungkin sekarang gue udah jadi penulis." Kiki, 25 tahun, Beauty Blogger penggemar burger.

Saya yakin bukan cuma Kiki yang pernah ngomong kata-kata penyesalan. Kamu pasti pernah. Dia juga pernah. Mereka pun sama. Bahkan Moana, karakter utama dalam film animasi Disney terbaru, Moana. Andai aja Moana tidak nekat berlayar dengan kapal kecil yang disembunyikan ayahnya di gua, pasti dia akan ngomong dengan kata-kata yang sama seperti Kiki ucapkan di atas. Sayangnya, Moana tidak. Moana lebih memilih jadi anak pemberontak yang menuruti kata hati untuk meyelamatkan dunia walau keputusannya bertentangan dengan pendapat ayahnya yang seorang kepala suku.

film,moana,disney
source: movies.disney.co.uk

Selasa malam kemarin, selepas event ZAP Blogger Gathering, saya dan Kiki nongkrong cantik di Sabang. Tiba-tiba obrolan kami jadi mengalir ke buku, sastra, penulis, dan... cita-cita. Agak kaget, sih, waktu denger Kiki bilang dia bercita-cita jadi seorang Penulis sejak SMP. 

Saya tahu tulisan-tulisan Kiki di blognya yang ber-header Hot Burger itu bagus, tapi saya baru tahu kalau dia pernah menang lomba karya tulis ilmiah se-Jakarta Barat. Kiki belum pernah cerita sebelumnya.

"Kamu tau enggak, Beb, (panggilan kami ke semua personil grup) kalau gue enggak dilarang Bokap masuk sastra UI, mungkin aja sekarang gue udah jadi sesuatu! Yah, okelah kalau gue enggak jadi penulis nantinya, tapi nama UI bisa dipakai ke mana-mana." Keluh alumni Teknik Minyak Trisakti ini.

Penyesalan selalu ada di akhir cerita?

back to top