3 END - Cara Elegan Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Source: unsplash.com | Edited by: Aprijanti

Tiap melihat berita kejahatan, apalagi kejahatan terhadap perempuan dan anak, rasa-rasanya saya mau berubah jadi Superhero biar bisa melempar penjahatnya ke Mars. Cita-cita ini serius. Sayangnya saya bukan Superhero. Sayangnya saya manusia dengan kekuatan seadanya yang terpaksa rela bersedih hati melihat berita kejahatan cepat menguap. :(

Ayo coba kita flashback, masih ingatkah teman-teman berita ini?
- Saori, gadis keturunan Jepang yang habis dipukuli pacarnya sampai babak belur.
- Seorang siswi di Lampung yang diperkosa dan dibunuh oleh sepuluh orang remaja.
- Angeline, gadis cilik 8 tahun yang mayatnya ditemukan terkubur di bawah kandang.

Masih ingatkah mereka? Saya ingat. Saya ngilu. Saya enggak kuat membayangkan andai saya ada di posisi seperti mereka. *nangis*

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan cuma itu. Tahukah temen-temen, ada 35 kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak yang terjadi setiap harinya di Indonesia. Fakta tersebut saya dapatkan dari Mamam Suherman, biasa disapa Kang Maman, penulis buku best seller dan juga pembicara Workshop The Power of Content 3 Ends bersama SEREMPAK.ID di BINUS FX Senayan yang saya hadiri kamis lalu.

Kang Maman seperti sedang orasi sambil mendongengkan kata-kata ajaib yang menyihir saya dan peserta workshop lainnya sehingga melek sama isu-isu wanita yang sedang terjadi di tanah air. Kurang lebih, begini kata-kata Kang Maman.

Pembicara Workshop & Blogger Gathering The Power of Content.
Dari kiri - kanan: Ani Berta, Ina Murwani, Maman Suherman

"Sewaktu saya mudik ke Sulawesi, terjadi tragedi kebakaran rumah yang diduga berasal dari ledakan gas. Kebakaran tersebut menewaskan satu orang ibu, syukur anaknya selamat. Dari keterangan anaknya itulah keluar fakta bahwa rumahnya tidak terbakar karena gas, tetapi sengaja dibakar oleh orang yang memerkosa ibunya untuk menghilangkan barang bukti.
Ketika suami tidak di rumah, peran tetangga sangat dibutuhkan untuk mejaga satu sama lain. Persoalan kekerasan terhadap wanita dan anak bukan lagi persoalan mereka, tetapi juga persoalan kita semua. Kasus pemerkosaan bukan lagi karena seberapa mini rok korbannya, tetapi berasal dari seberapa mini otak pelakunya? Bayi baru berumur 8 bulan saja sudah diperkosa oleh orang terdekat orang tuanya. Apakah bayi tersebut sudah bisa pakai rok mini?
Kita semua bisa teriak ketika harga dollar naik tetapi diam saja ketika tahu ada 20 wanita yang diperkosa setiap harinya. Belum lagi statement yang sering memojokan para korban. "Ah, paling kamu mancing duluan." "Dia kan emang cewek murahan." "Waktu kejadian kamu ikut goyang, enggak?" dan pernyataan memojakkan tanpa empati lainnya.
Sebelum berangkat ke sini, saya melihat infotainment yang memberitakan adiknya Raffi Ahmad sudah bisa masak telur! Dari contoh-contoh berita seperti ini saja membuktikan bias gender di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga wanita selalu dikaitkan dengan 4P "Peraduan, Pinggan, Pigura, dan Pergaulan" padahal wanita adalah PILAR keluarga yang memproduksi generasi bangsa sekaligus memiliki peran atas kemampuan yang mereka miliki. WANITA ITU KUAT. Saya saja belum tentu bisa melahirkan. Tetapi kenapa tidak banyak berita yang mengangkat prestasi wanita?
Saya berharap ejaan cantik bukan lagi K-U-R-U-S melainkan O-T-A-K."

Kepanasan dengan statement Kang Maman di atas? Sama, saya juga.

Kang Maman menambahkan, perempuan era digital sangat butuh informasi positif. Peran serta lembaga negara KPPPA (Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan IWITA (Indonesia Women IT Awareness) yang membuat portal SEREMPAK.ID sangat membantu wanita dan anak menambah wawasan mereka. Konten-konten positif yang ditulis Blogger juga membantu banyak pembaca dalam memeroleh referensi penting.

Selain lembaga, penting pula perempuan dan anak memiliki ruang pengaduan yang nyaman dan ramah supaya kasus kekerasan mudah tertangani dan tidak meninggalkan trauma yang dalam untuk Si Korban. Serta Satgas khusus perlindungan perempuan dan anak di bandara dan pelabuhan untuk meminimalkan terjadinya human trafficking.

Pembicara Workshop & Blogger Gathering The Power of Content.
Dari kiri - kanan: Ratna Susianawati perwakilan KPPA, Irwin Day, Marta Simanjuntak Founder Serempak.id

Hal tersebut juga disetujui oleh Ibu Ratna Susianawati, Kepala Biro Hukum dan Humas KPPPA. "Pekerjaan rumah tangga terbesar KPPA adalah bagaimana caranya mengurangi kejahatan yang menimpa perempuan dan anak, termasuk kejahatan multi negara seperti human trafficking."

Faktanya, 50% TKI Indonesia yang ada di luar negeri menjadi korban perdagangan manusia untuk dipekerjakan rumah bordil atau klub-klub ilegal. Dalam misinya memberatas kejahatan tersebut, KPPPA membuat program THREE (3) END:
1. Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak
2. Mengakhiri perdagangan manusia (human trafficking)
3. Mengakhiri kesenjangan ekonomi

sumber gambar: kemenpppa.go.id

THREE END bukan cuma program pemerintah, THREE END terwujud berkat peran serta masyarakat. Sebagai pembicara, Kang Maman membantu menyebarkan isu pelik perempuan dan anak. Sebagai pakai IT, Kang Irwin Day membantu pemerintah membuat program filter pornografi. Maka, saya, sebagai seorang Blogger, sebisa mungkin akan membuat postingan-postingan bermanfaat. Syukur-syukur bisa meng-empower banyak wanita single.

Oiya, event ini masih satu rangkaian Workshop The Power of Content yang diadakan KPPPA, SEREMPAK.ID, dan Universitas Binus. Saya tulis dalam dua post karena materinya padat. Pada sesi pertama materi tentang isu-isu THREE ENDS, sedangkan sesi selanjutnya ditujukan untuk Personal Branding Blogger dan cara membuat konten yang baik. Semoga kedua postingan ini bermanfaat, ya!

Ayo, berperan dan peduli! Ternyata, kita tidak perlu menunggu menjadi Superhero dulu baru bisa menyelamatkan banyak nyawa. Dengan memberikan contoh positif kepada wanita dan anak seperti: perlunya edukasi, perlunya wawasan yang tinggi, dan cara memanfaatkan serta menyalurkan kelebihan diri kepada sesama, juga sudah membantu program kerja THREE END.

TENTANG SEREMPAK
SEREMPAK.ID (Seputar Perempuan dan Anak) adalah portal interaktif yang berisi artikel bermanfaat serta forum-forum unggulan untuk meningkatkan wawasan IT perempuan dan anak. Didirikan oleh KPPPA dan IWITA sejak tahun 2010, SEREMPAK.ID tidak hanya memiliki portal dan forum interaktif tetapi juga mengadakan roadshow rutin ke beberapa kota di Indonesia. Kedepannya, SEREMPAK.ID akan terus meningkatkan pengetahuan perempuan agar dapat lebih produktif dalam segala aspek kehidupan.

Salam,

CONVERSATION

9 comments:

  1. "Kasus pemerkosaan bukan lagi karena seberapa mini rok korbannya, tetapi berasal dari seberapa mini otak pelakunya? Bayi baru berumur 8 bulan saja sudah diperkosa oleh orang terdekat orang tuanya. Apakah bayi tersebut sudah bisa pakai rok mini?"

    setujuuu dengan kalimat ini, selama ini selalu wanita yang sering disalahkankan secara tidak langsung padahal ya kalo pelaku emang niat jahat ya niat ajaa..nice post apri..aku juga sempet nulis tentang kekerasan pada wanita dan anak di postku yang ini

    http://blueskyandme.com/2016/05/13/girls-we-should-be-careful-now/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tips dipostinganmu lengkap sekali. Semoga makin banyak Blogger yang menulis isu ini, ya.

      Delete
  2. Thanks infonya Apri. Semoga dengan banyaknya info2 spt ini bisa mengurangi tindakan kekerasan pada wanita ya.

    ReplyDelete
  3. Miris kl urusan kasus perkosaan, semoga yg merkosa hidupnya sengsara dunia - akhirat.
    Untuk kekerasan perempuan kadang terjadi karena si perempuan ngga stand up & melawan... Salah satunya ada temenku yg seperti itu, baru pacaran udah babak belur digebukin, tapi kalau pacarnya minta maaf dia meleleh lagi... :(
    Aku pernah diajarin sama Ibu, kalau sekali kamu membiarkan lelaki memukul, itu bisa terus2an terjadi, jadi harus bisa membela diri sendiri.
    Semoga kasus kekerasa pada perempuan & anak bisa diminimalisir dengan banyaknya edukasi & informasi ttg hal ini.. Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Sandra, Makasih ya sharingnya. Semoga makin banyak wanita yang teredukasi kalau mereka kuat dan tidak depending. Aamiinn... :)

      Delete
  4. Aku nggak kebayang kamu nulisnya, Prie..

    ReplyDelete
  5. Isu yang selalu jadi viral cuma beberapa saat aja, terus whuss lenyap aja gitu kemudian, miris.

    Tapi sekarang udah diperbaruin UU hukuman bagi pemerkosa anak, semoga segera dicari preventif yang lebih maksimal lagi. Aamiin.

    *elapinguspaketissue*

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan mampir ke blog Aprijanti.com

Saya membaca setiap komentar yang masuk. Jika ada pertanyaan penting, mohon untuk cek kembali balasan saya pada postingan ini, ya! Mohon maaf untuk setiap komentar spam, judi, caci maki, dan komentar yang memiliki link hidup akan saya hapus. Salam. :)

INSTAGRAM