13 June 2016

[Ad] Pekalongan, Kota Batik yang Religius

*Ini adalah postingan berbayar. Informasi di dalamnya berdasarkan pemikiran dan pengalaman yang saya alami. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca disclosure

Sudah lama sekali rasanya saya enggak traveling, bahkan ke tempat rekreasi yang dekat Jakarta aja belum sempat. Mau ke Cirebon, Lampung, Bali, ah.. semuanya cuma niat dan rencana yang belum kesampaian. Tiba-tiba saya ingat perjalanan pertama kali ke Pekalongan, Jawa Tengah. Iya itu benar-benar traveling pertama saya naik kereta jauh! Agak ndeso sih, saya sudah umur 20 tahunan saat itu tapi baru berani naik kereta jauh. Hihihi. Saya ke Pekalongan karena ada teman yang menikah dan resepsi, waktu luangnya kami manfaatkan keliling Kota yang terkenal dengan Batiknya itu. 

Kota Batik di Pekalongan…” itulah penggalan lirik lagu dari group Band Slank. Lagu ini populer diawal tahun 2000-an. Lirik tersebut memberikan info menarik bahwa Pekalongan adalah kota Batiknya Indonesia. Kota yang terletak Jalur Pantura Jakarta – Semarang – Surabaya ini merupakan World city’s of Batik. 

Kota pekalongan masuk dalam kategori kota kreatif UNESCO pada Desember 2014 dalam kategori crafts & folk art. Tentunya hal ini membuat masyarakat Pekalongan khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa berbangga dengan capaian ini sekaligus membuktikan, Indonesia itu bagus Gaesss!

Batik Pekalongan terkenal dengan coraknya yang khas dan variatif yang mampu menarik minat wisatawan asing maupun lokal. Potensi kunjungan wisatawan ini dimanfaatkan investor untuk menyediakan akomodasi hotel dan penginapan yang bisa dipesan wisatawan saat berkunjung ke Pekalongan

Cara reservasinya pun cukup beragam, ada yang datang langsung, atau di zaman yang serba online ini dipermudah dengan reservasi secara online. Salah satu situs yang menyediakan reservasi hotel online favorit saya adalah Traveloka. 

Kembali ke batik Pekalongan, untuk bisa melihat khasnya batik Pekalongan, berikut ini adalah beberapa sentra batik yang dapat dikunjungi untuk melihat ke khasan batik Pekalongan yang telah mendunia. 

1. Museum Batik Pekalongan

Sentra batik yang wajib kamu kunjungi pertama kali adalah Museum Batik Pekalongan. Saya menyesal enggak bisa masuk kesana Karen hari sudah malam. Jadilah hanya foto-foto dan naik odong-odong di depan Museum yang kebetulan dekat sekali dengan Alun-Alun Kotanya.

Museum yang terletak di Jalan Jetayu nomor 1 Pekalongan ini ramai dikunjungi oleh wisatawan asing maupun lokal. Museum ini memamerkan beraneka ragam kerajinan batik khas kota Pekalongan. Jumlah batik yang dipamerkan pun cukup banyak, kurang lebih 1149 corak batik dari yang kuno sampai dengan modern dipamerkan di museum ini. Wow banget, kan?

Selain terdapat berbagai macam koleksi batik, di Museum ini juga terdapat alat tenun tradisional untuk membuat batik. Fasilitas yang terdapat di Museum Batik Pekalongan antara lain ruang koleksi batik, ruang perpustakaan, kedai batik, ruang workshop batik, ruang pertemuan, dan ruang konsultasi yang melayani Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Untuk menuju Museum Pekalongan juga cukup mudah, ada angkot warna orange yang melewati museum ini. Harga tiket masuknya juga cukup terjangkau, hanya Rp. 5000 saja (harga bisa berubah sewaktu-waktu) sudah bisa untuk menikmati kekayaan budaya Indonesia.

museum, batik, pekalongan
Sumber foto: www.kota-kreatif.blogspot.com

2. International Batik Center

Sentra batik di Pekalongan selain Museum Batik Pekalongan adalah International Batik Center (IBC). Di tempat ini kamu bisa berbelanja kain batik yang bisa dijadikan baju, busana perempuan, dan aneka kerajinan lainnya. Letak International Batik Center (IBC) terbilan cukup strategis di Jalan Ahmad Yani nomor 573 tepatnya di Jalur pantura.

Saya sempat mampir ke IBC ini loh, beli satu blazer batik, daster batik, dan kain panjang batik. Harganya cukup murah, jadi saya pikir nyesel kalau enggak beli banyak sekalian. Huahaha.

ibc, batik, pekalongan
sumber foto: www.kompasiana.com

Kota pekalongan selain terkenal dengan batiknya, juga terkenal dengan masyarakatnya yang religius. Nilai Nilai Religius ini dikarenakan mayoritas penduduk kota ini memeluk agama Islam sebagai keyakinannya. Selain itu terdapat juga tradisi religi yang tak ditemui jika berkunjung ke tempat lain, contohnya adalah Syawalan.

Syawalan merupakan perayaan peringatan tujuh hari setelah lebaran idul fitri. Perayaan pada acara ini dimeriahkan dengan pemotongan kue Lopis berukuran raksasa. Lopis berukuran raksasa ini mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori lopis terbesar. Lopis raksasa ini kemudian dibagikan kepada pengunjung yang datang.

Selain tradisi Syawalan, di pekalongan juga terdapat tradisi religius lainnya seperti sedekah bumi. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi Sedekah bumi biasanya diiringi pagelaran wayang kulit, rebana dan pengajian. Di Pekalongan tradisi sedekah bumi rutin dilaksanakan setiap tahunnya. 

Selain Tradisi Syawalan dan Sedekah Bumi, nuansa religius di Pekalongan juga hadir di Kelurahan Sapuro. Disana terdapat makam seorang ulama dan habib penyebar agama islam di Pekalongan, Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Al Athas. Makamnya selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang hendak berdoa di makam tersebut.

Makam tersebut letaknya juga cukup dekat dengan terminal kota Pekalongan, hanya 2 KM saja. Habib Ahmad merupakan ulama yang dikenal dengan kecerdasannya dan kreatifitasnya. Ia merupakan pendiri Madrasah Salafiyah Ibtidaiyah klasik pertama di Pekalongan. Beliau wafat pada tahun 1929 di Pekalongan. 

Nilai religius juga berkembang di sektor wisata seperti hotel dan penginapan. Tak heran di kota ini terdapat beberapa hotel syariah yang tentunya menjaga nilai-nilai religius dari kota ini. Salah satu hotel tersebut adalah Namira Syariah Hotel di Pekalongan Timur. Untuk booking hotel ini secara online bisa melalui situs Traveloka. 

Kota Pekalongan selain terkenal dengan kerajinan batiknya, memiliki nilai-nilai religius yang dipegang erat oleh masyarakatnya. Oleh karena itu jika berkunjung ke Pekalongan sebaiknya menjaga norma-norma agama untuk menghormati masyrakat di Pekalongan. 

Kalau kalian mudik ke Jawa Tengah menjelang Idul Fitri besok, jangan lupa mampir Pekalongan ya! Selain tempat wisata dan sentra batik yang sudah saya sebutkan diatas, Pekalongan juga punya kuliner yang enggak kalah enak dibanding kota lainnya. Jangan lupa juga untuk mengkampanyekan kota batik ini kepada teman-teman untuk boomingkan warisan budaya Indonesia agar semakin dikenal oleh dunia. Indonesia Kaya!

Sampai jumpa di curhatan traveling saya lainnya dan jangan lupa berbahagia! :D

8 comments:

  1. UWOOOW PEKALONGAN!!
    Aku kaget lhoo ternyata mbak apri pernah ke Pekalongan. Kota dimana aku dibesarkan, bertemu orang-orang hebat, dan melukis milyaran kenangan disana. <3

    walaupun org pekalongan tapi aku jarang ke museum batik sama ibc. abisannya bosen liat yang batik-batik. hahahah tapi kucinta batik koks. :D

    btw, itu yang depan museum batik bukan alun-alun mbak, itu lapangan jetayu, tapi rame juga sii, tempat orang-orang suka ngumpul. Alun-alun nya mah ada lagi deket masjid jami'. :D
    heheheh main-main lagi ke Pekalongan mbak, ntar kabar-kabar. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu so sweet banget sih. Makasih ya koreksinya. Semoga aku bisa main ke Pekalongan lagi. :D

      Delete
  2. Hahahaaa...ciye Apri nulisin tentang Pekalongan...hihii.
    Sok yang pengen tahu lebih banyak soal Pekalongan mampir ke blog aku ya *numpangIklan

    ReplyDelete
  3. Aaaaahhh.. aku belum pernah ke Pekalongaaan.. pernahnya ke Pemalang, tetangganya. Besok ah. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gih sana! Mampir ke Museum dan naik odong-odong. :))

      Delete
  4. Sering banget lewat Pekalongan.Tetapi kalau sengaja keliling keliling dan main baru sekali.Duluu banget pas belum nikah.Waah kapan kapan harus mampir ke Batik Center yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah Mbak main dong. Tapi bawa uang seadanya aja biar enggak kalap. :)))

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)