APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Pakaian yang Sebaiknya Dikenakan Saat Musim Hujan

pakaian, fashion, musim, hujan

Saat musim hujan gini, selain pengguna jalan yang kena macet panjang, siapa lagi yang paling sering ngeluh? Yak, benar, Emak-Emak! Emak saya di rumah begitu soalnya. Beliau ngeluh cuciannya enggak kering-kering. Kalau perlu tiap sudut rumah yang nganggur dan bisa dipasangi tali, diubah jadi jemuran dadakan. Kasihan, kan, liat orang tua ribet sama jemuran? Apalagi orang tua beranak durhaka macam saya yang bajunya masih dicuciin. Hahaha. #eh :(

Saya memang jarang banget bantu cuci pakaian, tapi setidaknya saya bantu mengurangi beban beliau. Saat musim hujan, saya memilih untuk tidak memakai baju-baju yang menyusahkan; saya memilih untuk mengenakan pakaian yang mudah dicuci dan cepat kering. Kebiasaan ini sedikit membantu, saya hampir tidak pernah kehabisan kostum. No more words, "Cucian belom kering, Broh!"

Solusi apa yang sebaiknya kita terapkan agar jemuran terhindar dari banyak cucian berbau tidak sedap karena lembab? Kalau saya memilih pakaian-pakaian berikut untuk dikenakan saat musim hujan.


Mengenal Penyakit Mata dan Cara Mengatasinya

Sabtu kemarin saya menghadiri undangan Healthy Talk di Ciputra SMG Eye Clinic. Bincang-bincang ringan berjudul "Healthy Eyes & Happy Life" yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu dibawakan oleh dr Utami Noor Syabariah. SPM sebagai pembicara tunggal. Dokter Utami adalah spesialis Ophthalmologist yang menangani pasien-pasien bedah mata seperti katarak dan bedah LASIK.


Dari bincang-bincang ringan itu, banyak banget ilmu-ilmu berat seputar penyakit dan kesehatan mata yang saya dapat. Berhubung saya adalah pengguna komputer aktif dan pemakai kacamata berminus 4, rasanya presentasi beliau bermanfaat sekali, memberi saya masukan penting seputar penyakit mata yang umumnya diderita oleh usia pekerja. Serta bagaimana cara menanganinya.

Pemakaian komputer, laptop, dan smartphone yang tinggi membuat masalah kesehatan mata paling banyak dialami oleh usia pekerja. Bener, kan? Jaman sekarang siapa sih yang absen pakai komputer, laptop, atau sedikit-sedikit nengokin layar handphone? Efek negatifnya memang tidak seperti makan cabai, langsung berasa saat itu juga, tapi tahu-tahu anak-cucu kita matanya minus semua. Sebelum terlalu jauh, yuk! Kenali masalah mata yang biasanya dialami oleh usia pekerja.


V10 Plus Serum Anti Acne Series, Suplemennya Kulit Berjerawat

Kalau ada pembaca yang merasa sudah tua kok masih jerawatan, jangan sedih, saya pun begitu. Saya jerawatan kurang-lebih sejak tiga tahun lalu. Sampai bosen dengar komentar orang-orang, "idiiih... pubernya telat, ya?" atau "Udah tua kok masih jerawatan?" dan komentar sejenis lainnya. Saya sih woles aja dibilang begitu. Palingan curhat, terus nulis, terus jadi postingan begini "Tanpa Muka" Hahaha.

Wajah Halus dan Cerah dengan Peeling Alami V10 Plus

peeling, facial-scrub, masker, v10-plus

Wanita mana, sih, yang enggak mau kulit wajahnya tetap mulus dan sehat? Kalau perlu semua Skin Care dicoba sampai ketemu produk yang cocok untuk mengatasi permasalahan kulit wajahnya. Iya, saya begitu. Makanya saya suka iri sama wanita-wanita berkulit badak. Sedangkan saya, Si Kulit kombinasi ini, nemu pembersih wajah yang cocok aja susahnya bukan main. Kebayang kan sedihnya saya ketika sudah nemu produk Skin Care yang cocok, eh, ternyata ingredients produknya bisa merusak lingkungan.

Waktu ada berita mengenai Pemerintah Amerika sudah melarang penjualan produk Skin Care berbahan microbeads, saya langsung cek satu persatu produk Skin Care di kamar mandi, siapa tahu ada kandungan itu di dalamnya. Benar aja, facial scrub dan body scrub yang biasa saya gunakan masih mengandung microbeads. Kenapa sih microbeads dilarang? Karena microbeads (biasanya pada kemasan tertulis polyethylene atau polypropylene) adalah butiran plastik super kecil yang tidak akan terurai oleh tanah, jika menumpuk terlalu banyak akan merusak ekosistem. Selain dampak negatifnya buat lingkungan, buat saya pribadi, menggunakan bahan plastik pembuat pipa sebagai scrub wajah sungguh lah aneh. :(


Merayakan Malam Tahun Baru di The Packer Lodge

hostel, jakarta, the-packer-lodge

Entah sudah berapa lama saya tidak merayakan hiruk pikuk malam tahun baru. Terakhir kali waktu kuliah dulu, saya dan teman-teman segeng SMA bikin acara nginep bareng dengan susunan acara: ngobrol sampai tengah malam, nyemil, dan bikin es susu soda. Mirip-mirip Pajama Party gitu, deh. Pada tahun-tahun berikutnya, saya tidak lagi merayakan malam tahun baru di luar dengan siapapun. Perayaan membuat saya lelah, apalagi kalau musti ke luar rumah melewati jalan Jakarta yang padat dan berdesakan? Bayanginnya saja sudah bikin capek duluan. Saya emoh menghabiskan energi demi libur yang cuma satu hari.

Tapi tidak tahun ini.

Rekan kerja saya, Jo, mengajak saya dan teman kerja kami lainnya merayakan malam tahun baru di luar. Hitung-hitung buang penat, saya mengiyakan ajakan Jo. Kebetulan juga 1 Januari 2016 jatuh pada hari jumat, jadi masih ada sisa hari Sabtu-Minggu untuk saya gunakan istirahat di rumah. Lalu mulailah kami bertiga mencari referensi Hotel dengan budget bersahabat. Susah juga ternyata. Hotel incaran yang bagus dan murah full booked semua, Hotel alternatif lainnya memasang rate tinggi pada malam tahun baru. Tiba-tiba saya ingat ada satu Hostel yang pernah saya lihat via internet bernama The Packer Lodge di daerah Gajah Mada.

Murah, interiornya unik, dan banyak Backpacker Bulenya. Tiga hal itu yang saya ingat ketika pertama kali saya membaca menu "Galery" dan "Review" di website The Packer Lodge. Saya lempar informasi tentang Hostel ini ke Jo dan dia setuju. Kami fix tahun baruan bareng di sana. Yeay!


Inilah cerita tentang pergantian malam tahun baru 2015-2016 kami di The Packer Lodge Hostel.



Review Wardah C-defence DD Cream (02 Natural)

wardah, dd-cream, makeup, beauty

Teman dekat saya, Rani, bulan lalu sedang kebingungan menentukan merek BB Cream yang kira-kira cocok dipakai untuk kulit berminyaknya. Dia meminta saran kepada saya, tapi bukannya ngasih referensi, saya malah nyeletuk, "ngapain beli BB Cream? Sekarang lagi jamannya DD Cream. Noh, Wardah aja udah ngeluarin!" Ternyata celetukan bercanda saya ditanggapi seruis sama Rani, besoknya dia langsung beli. Hahaha. Saya rada merasa bersalah soalnya saya sendiri belum pernah nyobain Wardah C-defence DD Cream.

Waktu website Yukcoba.in menawari beberapa produk kecantikan, salah satunya Wardah C-defense DD cream untuk di-review, saya tertarik. Iseng-iseng saya mendaftar sebagai reviewer, siapa tahu beruntung bisa dikirimi produk gratis. Seminggu setelah mendaftar saya langsung dapat notifikasi via email dari team Yukcoba.in yang menyatakan saya terpilih menjadi reviewer dan akan dikirimi produknya dalam waktu dekat.

Yeah, seneng! Sekalian aja saya review di blog ini, yah. :D


WHY PEOPLE USE DD CREAM?

Produk Semi Skin Care dan Makeup seperti BB cream, CC cream, sampai DD cream ini menjadi daya tarik karena:
  1. Teksturenya ringan; tidak seberat foundation yang kadang memberikan efek "retak" dikulit.
  2. Komposisinya lebih lengkap daripada pelembab biasa. Mengandung banyak vitamin, seperti Vitamin C untuk antioksidan, Vitamin B3 untuk mencerahkan kulit. dan Vitamin E yang dapat membuat kulit lebih elastis. Serta mengandung SPF 30 sebagai pelindung paparan Matahari dan bahaya sinar UV.
  3. Cukup oke meratakan warna kulit, walaupun tidak meng-cover sebaik foundation

Cinta Dulu Baru Diseriusin! Tentang Workshop Fun Blogging

"Boleh enggak, sih, menghasilkan uang dari blog?" tanya Mbak Haya Aliya Zaki kepada para perserta Workshop Fun Blogging, 19 Desember 2015 di gedung Gratia Center Ciputat.

Dengan semangat dan optimisme tinggi, para peserta langsung menjawab, "boleeeeh!"

"Menghasilkan uang dari blog tentu saja boleh. Asalkan...,"

***
Tahun 2015 kemarin adalah tahun di mana saya banyak galau dalam urusan karir dan pekerjaan. Sampai setua ini, saya belum juga menemukan job desc pekerjaan yang begitu saya cintai hingga tidak mau saya tinggalkan. Bukan berarti saya jadi karyawan pemalas dan tidak berguna di tempat kerja sekarang, namun saya mudah sekali bosan; saya butuh banyak pelampiasaan dari rutinitas menjemukan.

Jika hidup banyak memberi hal yang tidak enak, kita harus lebih banyak membuat hal yang enak-enak, bukan? Saya ingin lebih banyak melakukan hal yang saya cintai, saya seriusi, kemudian menjadi profesi. Bukan sebaliknya. Lalu saya memutuskan lebih serius menjalani hobi saja, ngeblog.

But, How to Start it?

Untuk memecut diri sendiri agar lebih produktif menulis, saya mulai dengan membeli domain blog pribadi bulan Oktober 2015. Kemudian trial-error banyak template, dan membaca beberapa artikel seputar cara mengoptimalkan blog. Ternyata, itu semua masih belum cukup, blog ini rasa-rasanya hanya dinikmati oleh saya sendiri. Saya harus keluar dari cangkang kesunyian menulis dan menunjukan kepada dunia bahwa,

SAYA ADALAH SEORANG BLOGGER.

Percaya diri saja, toh, blog saya tidak jelek-jelek amat. Saya mulai berani bergabung dengan banyak networking dan komunitas blog. Semakin saya membuka diri dan belajar, semakin saya mudah kelaparan terhadap isu terbaru blog. Sampai suatu hari saya melihat ada informasi workshop blog di Twitter:

Workshop Fun Blogging "Dari Hobi Menjadi Profesi"

Melihat judulnya bertajuk "fun" tanpa ragu saya langsung daftar. Pas banget! Saya mau belajar dengan gembira. Kebetulan saya sudah mengenal satu dari tiga pembicara tertulis: Mbak Shinta Ries, Blogger Geek Indonesia yang paham betul dunia IT, Optimalisasi Blog, dan sejenisnya. I bet, that would be very worth workshop.

workshop, event, fun-blogging-8, lomba-blog

Dan benar saja, dua orang pembicara lainnya, Mbak Haya Aliya Zaki dan Teh Ani Berta tidak kalah Geek-nya. Haduh... ke mana saja saya selama ini, ya? Kok baru kenal mereka, tiga orang guru Blogger yang bisa membuat workshop penting sekaligus menggerakkan komunitas dengan sangat hidup. Salut!

Basic Makeup yang Perlu Diketahui oleh Pemula


Ketemu weekend lagi artinya, ketemu postingan saya yang berbau kecantikan, Setelah minggu kemarin saya bahas tentang produk-produk Skin Care, kali ini saya bakalan bahas tentang Basic Makeup untuk pemula. Saya pernah jadi pemula dalam hal makeup, bukan berarti sekarang ini sudah jadi master, tapi setidaknya saya sudah tidak galau lagi mesti beli produk makeup apa dan bagaimananya.

Adakah pembaca wanita di sini yang sama sekali tidak pakai makeup? Salut! Secuek-cueknya saya, enggak tahan liat warna-warni lipstick dan kuteks. Gemes! Bawaannya pengen cobain. Apalagi maskara yang bikin cetar bulu mata, atau cat eyes eyeliner yang bisa bikin mata sayu jadi melek bak kucing persia, dan concealer yang bisa nutupi bekas jerawat kering kehitaman. *doh... tutup mata ajalah tiap jalan ke Mall dan nemu stand makeup.

But... lagi-lagi saya tuliskan, beli makeup jangan cuma kemakan iklan dan ikut-ikutan teman, sesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan. Berikut sedikit tips dari saya sebelum memutuskan untuk ber-makeup ria:


back to top