25 December 2015

Pedoman Pendayagunaan TIK Bagi Perempuan oleh KPPPA, KEMKOMINFO, dan SEREMPAK

Judul postingan ini kok serius banget, ya? Padahal kegiatan Desiminasi Pendayagunaan TIK bagi Perempuan yang saya ikuti kemarin, tanggal 23 Desember di Ambhara Hotel Blok M, berjalan ramai dan asyik. Selain kami, perwakilan Blogger, yang diundang untuk menghadiri diskusi ini antara lain: perwakilan Forum Anak Nasional fan.or.id, perwakilan siswa dan guru SMA Jakarta, pelaku usaha wanita, organisasi pemerintahan seperti LIPI, Kemkominfo, dan organisasi swasta lainnya yang fokus pada isu perempuan dan anak-anak. Untuk apa sih kami semua diundang ke acara ini?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya mau nanya dulu nih ke teman-teman pembaca, khususnya wanita dan anak-anak. Selain digunakan untuk chatting dan social media, sudah seberapa maksimal teman-teman memanfaatkan fasilitas Internet? Hayo, ngaku! Kalau jawabannya, "cuma buat update status facebook aja nih, sis!" juga enggak apa, kok. Faktanya memang seperti itu.


Mbak Ary Fitria Nandini, narasumber pertama kami dari KEMKOMINFO, menyampaikan bahwa sampai akhir tahun 2014 pengguna TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Indonesia ada 88,1 jiwa dan akan terus berkembang ke depannya. Tujuan menggunakan fasilitas internet saat ini, jika diurutkan ke dalam 5 besar, adalah untuk: Social Media (Facebook, Twitter, Path, Instagram), Searching Info / Browsing, Instant Messaging (BBM, Whatsapp, Line), News and Articles, dan Video Streaming.

Melihat perkembangan dan laku pengguna intenet tersebut, KEMKOMINFO membuat beberapa peraturan perundang-undangan di bidang TIK, disebut UU ITE. Peraturan tersebut dibuat tentu saja bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi pengguna agar tidak terjerat kasus hukum. Apa saja sih perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh UU ITE:
  1. Mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya informasi yang memiliki muatan yang melanggar asusila, judi, pecemaran nama baik, pemerasan, dan/atau pengancaman.
  2. Menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.
  3. Menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan (SARA).
  4. Mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun.
Walah. Hati-hati ya, ternyata ngepoin handphone teman tanpa seizin empunya termasuk tindakan melanggar hukum lo. Selain itu, pencemaran nama baik masih menjadi kasus hukum paling banyak di dunia maya. Contohnya berita penghinaan Dokter Y.Paonganan kepada Presiden Jokowi terkait kasus Nikita Mirzani kemarin. Atau yang paling panas, kasus Ariel Peterpan lima tahun lalu. Masih ingat, kan?

Mbak Ary mengatakan, beberapa kasus hukum TIK mendapat sangsi pidana lebih berat karena jejak kejahatan pada dunia maya sangat sulit dihilangkan. Bahkan Mbak Ary sendiri yang notabene adalah staf KEMKOMINFO membutuhkan waktu setahun untuk menghilangkan nomor handphone-nya di mesin pencari. Bayangkan jika nomor handphone tersebut adalah foto-foto senonoh keluarga kita yang sengaja disebar oleh oknum tidak bertanggung jawab. Serem.

Padahal masyarakat bisa memperoleh keuntungan-keuntungan berikut jika fasilitas TIK dimanfaatkan lebih maksimal:
  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa
  2. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional
  3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  4. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik
  5. Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuannya di bidang masing-masing
Keuntungan-keuntungan itu pula yang melatarbelakangi KEMKOMINFO untuk terus melakukan sosialisasi etika menggunakan fasilitas TIK melalui pendekatan sosial budaya seperti kegiatan kami sekarang ini. Terjawab sudah satu alasan dari pertanyaan, untuk apa sih kami semua diundang ke acara ini?

Di akhir kata, Mbak Ary menyimpulkan, "lakukanlah kegiatan cyber dengan baik, cerdas dan bertanggung jawab. Berita negatif yang ada di dunia maya sangat banyak dan perlu trik untuk memfilternya, tapi yang paling utama lakukanlah filter terhadap diri kita daulu."

Ary Fitria Nandini, perwakilan KEMKOMINFO

Narasumber kedua kita, Mbak Martha Simanjuntak perwakilan dari SEREMPAK dan IWITA Jakarta juga mengemukakan hal yang sama. Pengguna fasilitas TIK terbanyak saat ini adalah perempuan tetapi pemanfaatannya masih terbatas untuk relationship maintenance dibanding untuk mencari informasi penting, blogging dan sharing. Bener juga, ya? Wanita mah enggak di mana-mana hobinya ngumpul dan gosip, bahkan sampai ke dunia maya pun senengnya ngegosip di grup. Kalau enggak ikutan ribut-ribut dibilang ansos. Iya, kan?

SEREMPAK kepanjangan dari Seputar Perempuan dan anak merupakan portal interaktif yang digagas oleh KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Saat ini Website www.serempak.or.id masih terus dikembangkan dan disempurnakan, sementara teman-teman dapat melihatnya di sini http://202.134.4.178/serempak/

Bisakah kita, terutama perempuan dan anak-anak, aktif sekaligus bermanfaat di dunia maya? Jawabannya bisa! Apalagi KPPPA sudah mewadahi kita melalui SEREMPAK. Sesuai dengan Misinya, "meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memanfaatkan TIK untuk perempuan sehingga dapat lebih produktif dalam semua sisi kehidupan sehari-hari," kita diharapkan dapat aktif terlibat di dalamnya. Baik itu aktif di forum diskusi, memanfaat berita agar terus up date, atau menjadi kontributor pemberi artikel. Artikelnya pun memuat berbagai macam kategori, dari kecantikan sampai traveling, dari bisnis sampai parenting. So, semua profesi wanita dan anak-anak bisa turut ambil bagian.

Martha Simanjuntak, perwakilan dari SEREMPAK

Mbak Ani Berta, mentor para blogger sekaligus Partnership Coordinator SEREMPAK menjelaskan sedikit fungsi dari website SEREMPAK. Mbak Ani bercerita, berkat aktif menulis di website tersebut dan menjadi kontributor tetap, NGO Australia mengundangnya datang ke Negeri Kanguru untuk menghadiri acara mereka. Asyik ya bisa kerja sambil melancong ke luar negeri? Peluang seperti Mbak Ani sangat besar dan terbuka lebar, asalkan kita berkomitmen dan konsisten membagi ilmu sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Teman-teman blogger bisa banget lo seperti Mbak Ani. Yuk, menulis dan berkontribusi bersama serempak! :)

Suasana diskusi kami yang kelihatannya serius padahal mah santai, bisa sambil kipasan dan selfie-selfie namun hangat ini berlangsung aktif sekali. Tiap narasumber selesai bicara ada saja pertanyaan yang keluar dari para peserta. Selain Ibu-ibu blogger yang aktif bertanya, perwakilan dari forum anak pun enggak mau kalah, mereka berharap KPPPA dan SEREMPAK dapat terus mewadahi kegiatan positif mereka. Guru dan murid yang was-was dengan pengaruh negatif internet juga mendapat masukan dari pakar langsung.

Penanya dari meja Blogger
Penanya dari meja Guru dan Siswa SMA Jakarta
Penanya dari Forum Anak Nasional
Sekitar pukul 13.00 siang diskusi kami berakhir. Sambil menunggu Ibu Nunik Nasution, Deputi Bidang PUG Bidang Ekonomi, menutup acara, kami selfie-selfie cantik dulu. :D

Blogger-blogger selfie dulu :p
Selfie combo bareng Blogger, Pelaku Usaha, Forum Anak dan SEREMPAK

Ibu Nunik bilang, perempuan masa kini sudah saatnya menjadi subjek/pelaku yang banyak berkontribusi secara sosial dan ekonomi. Sejalan dengan latar belakang disusunnya Pedoman Pendayagunaan TIK bagi Perempuan, yaitu:
  1. Merubah mindset perempuan dan anak akan pentingnya TIK
  2. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk itu, serta
  3. Menghidupkan kelempok-kelompok perempuan yang melek internet sebagai wadah untuk terus aktif dan berkembang, seperti SEREMPAK.

Mari kita doakan agar buku pedoman tersebut cepat rampung dan didistribusikan, juga website www.serempak.or.id bisa segera ON.

Semangat! Maju terus perempuan dan anak-anak Indonesia. *kepalkan tangan di dada*

18 comments:

  1. Ayo terus maju buat wanita Indonesia!!

    ReplyDelete
  2. makasih artikelnya Prie! lengkap dan informatif.

    aku pun langsung buka SEREMPAK, secara punya dua anak yang beranjak remaja, jadi situs SEREMPAK pasti bantu banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Zata. Ayo jadi kontributor di serempak, bikin DIY yang lucu-lucu. :D

      Delete
  3. selalu berjaya dengan prestasi yaa wanita INdonesia

    ReplyDelete
  4. Inspiring. Perlu banyak baca tulisan2 seperti ini.
    TFS yaaa :)

    ReplyDelete
  5. Banyak hal yg bs dilakukan Wanita lewat internet ,bisa menghasilkan duit bisa juga ngabisin duit kaya saya eheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha. 50:50,ya. Saya pun gitu :))

      Delete
  6. Keren Mba, ih lengkap banget. Terima kasih ya sudah hadir kemarin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama teh Ani... aku yang makasih udah di undang. Senang. :D

      Delete
  7. Meluncur ke web nya serempak.. Kmrn penasaran pengen tanya Dani tntg apa aja sih acara kemarin, ternyata disini udah diposting hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, ayo langsung gabung di serempak Mbak Yeye. :)

      Delete
  8. Wah Lengkap banget deh postingannya mbk hehe. keren..
    Semoga Pedoman Pemanfaatan TIK Bagi Perempuan ini bisa memberikan manfaat yang positif ya mbk. Semoga tahun 2016 sudah bisa disebarkan ya mbk pedomannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Asyik, makasih ya mas Bowo! Ayo bisa dibisikin ke Pak Bambag biar lekas disebarkan pedomannya. :))

      Delete
  9. blogger memang keren yaaak :)
    salam kenal mbak

    ReplyDelete
  10. Lengkap sekali Mbak Aprie. Makasih ya.. Wanita dan kita secara umum memang haru bijaksana ya kalau mau memanfaatkan TIK dan programnya KPPPA ini bafus banget kalo menurut saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mas Dan.
      Iya, bagus banget. Btw istrinya di-support join serempak atuh :D

      Delete
  11. Eh awalnya TIK ini aku pikir mesin KETIK tapi ternyata Teknologi Informasi Komunikasi

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)