20 August 2015

Fenomena GO-JEK dan E-commerce Transportasi Lainnya

Gojek
image from http://img.duniaku.net

Alhamdulillah! Promo Gojek masih diperpanjang.

Ini sudah alhamdulillah saya kali kesekian sejak perusahaan Gojek terus memperpanjang promo tarif jasa mereka. Dari promo awal sepuluh ribu rupiah kini menjadi lima belas ribu rupiah, buat saya sebagai pengguna angkutan umum aktif, sedikit kenaikan promo Gojek masih sangat menguntungkan. Tidak terlalu berlebihan jika saya bilang Gojek dan E-commerce transportasi lainnya seperti GrabTaxi, GrabBike dan Uber begitu memudahkan hidup saya.

Jika dibandingkan dulu, karena alasan keamanan, saya enggan memilih Ojek sebagai alat transportasi. Saya merasa sungkan bepergian naik motor dengan orang yang tidak dikenal, belum lagi musti ada proses tawar-menawar. Kalau merekapara supir Ojek tahu saya sedang sangat butuh jasa mereka, pasti harga yang ditawarkan kurang masuk akal. Ongkos kepepetnya bisa melebihi ongkos taksi. Yah... namanya juga lagi ngejar waktu, akhirnya dibayar juga. Kemudian Gojek hadir menawarkan jasa "Ojek 2.0"—updrage dan modern. Dikelola perusahaan resmi anak negeri, Gojek memberikan jaminan rasa aman kepada pelanggan, juga real-time order yang tidak akan membuang banyak waktu pelanggan untuk menemukan driver mereka.


Saya ingat awal-awal Gojek hadir sebagai Startup Indonesia, proses order driver baru bisa dilakukan via website dan direct telephone ke customer service. Biaya servicenya masih tinggi, driver masih jarang, dan pelanggan masih sedikit karena hanya diketahui oleh kalangan tertentu yang melek internet dan berpenghasilan di atas pas-pasan. Tetapi ide adanya Gojek saja sudah merupakan inovasi besar anak bangsa, tidak heran jika Venture asing tertarik untuk menyuntikan dana besar demi keberlangsungan Gojek dikemudian hari dan tentu saja... revenue.

Akhirnya jadilah Gojek saat ini yang mampu menawarkan promo tarif besar-besaran dengan proses pemesanan yang begitu mudah. Cukup download aplikasi via handphone, sehari-hari kita bisa pesan driver Gojek kapan saja di mana saja. Perusahaan Gojek sudah punya modal untuk meng-hire banyak driver, memberikan promo, dan publikasi besar-besaran. Gojek saat ini adalah idola para pelanggannya yang meresa tarif angkutan umum lainnya lebih mahal dibanding tarif promo mereka, membuat khawatir Ojek pangkalan atau Ojek konvensional. Mereka yang enggan bergabung ke perusahaan dengan alasan tidak melek teknologi dan tidak hafal banyak jalan di sepanjang Jakarta, pasti sudah merasa terintimidasi. Banyak dari kita pasti sudah sering melihat penolakan Gojek di kawasan-kawasan tertentu. Para Ojek konvensional wajar jika mereka khawatir besok tidak dapat makan. Sementara itu driver Gojek dan E-commerce sejenis, mampu berpenghasilan setingkat manajer berdasi, sangat optimis pada peluang untuk mencari penghasilan lebih. Kapitalis begitu ironis tetapi sangat manis.

Saya berharap fenomena inovasi teknologi yang memudahkan hidup banyak orang semakin berkembang di Indonesia. Sekaligus Saya tidak berharap kedepannya semua Ojek konvensional beralih menjadi "Ojek 2.0" Sungguh saya tidak berharap ada banyak wanita paranoid dengan Ojek konvensional seperti saya di luar sana.

4 comments:

  1. Aku like this tulisan ini!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku makasih sudah di-like this tulisan ini!

      Delete
  2. Seru memang ada terobosan seperti itu. Ojek konvensional memang harus berinovasi sebenarnya biar nggak merasa ketinggalan, apalagi tersaingi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Tapi aku juga enggak berharap Ojek konvensional tidak ada sama sekali nantinya.

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)