03 February 2015

Nasrani yang Berpeci

Kepada Bapak Gurbernur DKI Jakarta,


Halo, selamat sore Pak Ahok. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menyertai Bapak dan keluarga.
Buat saya sosok Bapak mudah sekali dihormati. Jadi surat kali ini saya alamatkan kepada Bapak. Kehadiran Bapak sebagai sosok pemimpin yang berbeda mencuri perhatian saya. Siapa ini kiranya anak Sumatra yang berani merantau menjadi pemimpin Jakarta? Ketika kita, warga Jakarta, sudah bosan dengan sosok pemimpin yang penuh basa-basi terhadap aturan dan pelanggaran, sosok Bapak adalah harapan. Bapak mampu membuktikannya: meluruskan aturan-aturan yang kontra masyarakat. Sebagai pemimpin, Bapak dapat memberikan contoh tegas kepada pemimpin lainnya. Serta keberanian Bapak menghancurkan pagar tirani politik, buat saya acungi jempot. Hebat.

Pak, sampai hari ini saya tidak percaya politik. Setiap ada pemilihan umum saya pasti absen atau membuat surat suara rusak. Tetapi saya yakin, Pak, jika kelak banyak pemimpin lahir seperti sosok Bapak, orang-orang pesimis politik seperti saya pasti menjadi lebih sedikit. Sosok Pak Ahok adalah contoh nyata bahwa masih ada pemimpin masyarakat dengan loyalitas murni.

Ada satu kejadian yang ingin saya ceritakan kepada Bapak.

Teman baik saya satu ini, neng ikafff, pernah berandai-andai. "Aku membayangkan jika jalan Sudirman sampai M.H. Thamrin dan sekitaran Monas tidak dilewati satu pun kendaraan pribadi. Jadi jika semua orang mau melewati jalan itu harus naik Bus tingkat khusus, semacam City Tour. Seru, ya?" Begitu yang dia ketikan di layar handphone-nya kepada saya. Tidak beberapa lama setelah obrolan kita itu, muncul aturan kalau Jalan Sudirman - M.H. Thamrin tidak boleh dilalui sepeda motor. Maka ekspresi teman baik saya itu ketika mendengar berita—soal larangan sepeda motor melewati Sudirman - M.H. Thamrin—sudah bisa saya tebak, Pak, pasti histeris! Dia berasa seperti cenayang. Hahaha.

Sayangnya, kenapa tidak semua kendaraan pribadi dilarang melewati ruas jalan tersebut, Pak? Saya berharap jika sepeda motor dilarang, maka mobil juga ikut dilarang. Kan seru jika ada karyawan mulai dari OB sampai Direktur beramai-ramai mengantri Bus City Tour untuk menuju kantornya.

Semoga andai-andai saya itu juga ikut kesampaian. Amin.

Saya yakin, Pak, niat baik tidak akan pernah kalah dari niat yang berkedok baik. Hanya karena isu agama dan ras sebagian orang dan kelompok masyarakat tertentu memojokkan Bapak, jangan gentar! Hanya karena isu partai dan jabatan, sebagian pemimpin dengan jabatan lebih tinggi berusaha menyingkirkan Bapak, jangan takut! Serperti petikan sajak Wiji tukul, "lawan!"

Salam,
Warga DKI Jakarta taat pajak.

12 comments:




  1. Permisiii kakak, numpang nebeng surat-suratan yahh :*


    Dear, mulut cabe penyedap rasa dalam hidup ku :)

    Ga tau kenapa ? Mungkin terbawa suasana sendu jadi pengen nulis surat cinta ini dan kebetulan di bulan penuh cinta ini ..

    Iyah ini untuk kalian para mulut cabe yang jadi bagian hidup gue katanya sahabat itu like chocolate chips in cookies selalu manis tapi serius kalian ga ada manis-manisnya loh lebih banyak yah itu pedes kayak cabe, disaat semua geng cewek di indonesia ini saling memuji "cantikkk" yang ga ada abisssnya kita mah boro2 salinh muji saling ngatain iyahh .. obrolan tanpa mulut pedes kayaknya ga mungkin terjadi dan gue ga bisa bayangin sih klo kita kehilangan "rasa pedes" itu yah bagai makanan tanpa garam gue yakin banget kitaa tanpat mulut cabe bakal hambar banget .. iyahh bener kalian memang penyedap rasa dalam hidup .. semoga tidak ada kata kadaluarsa yah untuk penyedap rasa pedes ini :)

    Udah segitu aja surat cinta yang ga ada romantisnya ini tapi percayalah kalo bukan karena cinta ga mungkin deh :*


    Xoxo, Icha ..


    Nb : ditulis di pojokan megaria ditemanin mie bakso sepedes mulut kalian ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak, jangan curhat kak... kesehatanmu lho!

      Delete
    2. Itu bukan curhat kak, itu apresiasi cinta .. iyain ajaa :*

      Delete
    3. Wakakakak... Minggu depan kita mamam baso Megaria bareng, yak! Cupcupcup...

      Delete
  2. Iya bener juga ya? andai saja ada city tour tuh di jakarta... kayaknya bisa jadi lahan wisata terbaru

    ReplyDelete
    Replies
    1. City Tournya sudah ada di Jakarta sejak tahun lalu. Bus tingkat pariwisata keliling Jakarta yang lewat jam-jam tertentu aja. Cuma kurang tau deh sekarang masih gratis atau enggak. :/

      Delete
  3. Semoga Pak Ahok mampu membuatnya ibukota DKI lebih maju :)

    ReplyDelete
  4. Saya juga sangat suka Pak Ahok :)

    ReplyDelete
  5. saya setuju deh hidup ahok hehe

    ReplyDelete
  6. Lagi musim surat terbuka nih, hehe. Iya, Ahok orangnya tegas, sebagian orang menyebutnya galak. Tapi bagus sih demi pemerintahan yang bersih, emang harus gitu.
    Untuk aturan sepeda motor dilarang dari masuk jalan protokol, sejauh ini masih agak bikin ribet pengendara motor (pengalaman). Soalnya Trans Jakarta/City Tour masih sedikit. Datangnya lama. Semoga masalah ini segera teratasi.

    ReplyDelete
  7. Gue ngeliat ada cahaya islam di diri Ahok, semoga dia jadi mualaf. Amiin

    ReplyDelete
  8. Seru juga kalo setiap hari liat jalan sudirman bebas dari kendaraan pribadi, semoga ya

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)