31 January 2015

Could I Marry Your Mind? Alan Turing

Dear Sir Alan Turing,

Andai saja aku adalah seorang cicit dari Joan Elisabeth Clarke, rekan kerja sekaligus mantan tunanganmu di Bletchley Park, maka aku akan protes ke nenek buyutku itu, mengapa beliau tidak memaksamu—atau setidaknya berusaha keras—untuk tetap bisa bertunangan kemudian menikah denganmu? Kamu tahu, aku sangat berharap andai saja sejarah bisa diubah dan nenek buyutku itu dapat meyakinkanmu bahwa dengan menikahi dirinya, dirimu sedikitnya akan mendapatkan perlindungan hukum dari status perkawinan.

Aku tahu hal tersebut kedengaran bodoh dan tidak masuk akal. Tetapi alangkah sedihnya aku ketika tahu dirimu dipaksa meminum obat hormon estrogen atau jika tidak, akan dijebloskan ke dalam penjara. Karena menjadi homoseksual kala itu adalah melanggar hukum. Sungguh hal tersebut terdengar sangat menyakitkan, apalagi jika aku membayangkan ada di posisimu. Apa salahnya menjadi berbeda? Hanya karena orientasi seksualmu adalah salah dimata kebanyakan orang, maka kamu, Sir, boleh dihukum. Tanpa peduli hal besar apa yang telah kamu lakukan untuk negara.

 image from http://static.guim.co.uk

Sungguh aku tidak berharap dunia ini diisi oleh orang-orang benar, orang-orang beragama, tetapi menggemari perang dan tega menyakiti sesama.


Kegelisahanku itu, Sir, pernah aku tuliskan pada postingan blogku ini "But Don't Forget". Aku resah melihat banyak kawan-kawanku yang sudah punya anak tetapi masih berpaham sempit, mudah mengutuk sesuatu yang berbeda, dan merasa memiliki agama adalah yang paling suci. Apa jadinya anak mereka ketika dewasa nanti? Aku membayangkan ada anak yang paham agama, sangat pintar segala, tetapi kurang empati dan tidak peka.


Banyak dari mereka yang kurang paham arti dari gambar postingan blogku itu, Sir. Ada orang tua yang sibuk menutupi lukisan dua orang pria dan dua orang wanita sedang berpelukan. Anaknya hanya boleh melihat sesuatu yang ideal, lelaki dan wanita lah yang seharusnya berpelukan.

Gambar itu, Sir, dibuat oleh temanku. Dia Gay. He one of guy who has a beautiful soul that I'd ever meet. Dia bahkan lebih lembut dari diriku yang wanita.

Dear Sir Alan, anggap saja surat ini datang dari gadis kurang sopan. Aku mohon maaf sebelumnya. Seperti Joan, sungguh aku tidak peduli bagaimana berbedanya dirimu di mata orang lain, orang-orang sepertimu, di mataku adalah spesial.

Aku sangat berterima kasih sekali kepada Morten Tyldum, berkatnya aku mengenalmu melalui film The Imitation Games. Dan juga Andrew Hodges, berkatnya ada buku biografimu yang sangat indah, sehingga menginspirasi pembuatan film tersebut. Juga Benedict Cumberbatch, aktor besar itu memainkan peranmu dengan sempurna.

Sir Alan, jika saja aku lebih pintar darimu dan bisa membuat mesin waktu, aku akan loncat ke zamanmu. Aku akan berusaha menjadi temanmu atau seperti Joan, menjadi teman dekatmu. Oh Tuhan, jika anak-anak lain berharap bisa masuk Hogward, aku berharap bisa bekerja di Bletchley Park. Setidaknya aku menyukai Matematika agar bisa diterima sebagai karyawan di sana, walau tidak seberapa jago. Dan menggemari lari sepertimu, walau tidak seberapa jago. Jikapun kita sempat mengobrol atau berbicara, aku yakin kamu tidak akan suka dengan gadis lambat sepertiku. Kamu pasti akan mudah geram dan tidak sabaran. Sambil menghindar dan mengabaikan kehadiranku yang telah mengganggumu, izinkan aku berkata, "could I marry your mind, Sir?"

Sama seperti dugaan keluargamu, aku yakin kalau kematianmu bukan karena bunuh diri. Sir, aku yakin orang-orang sepertimu mudah sekali masuk surga. Jadi tenang saja, kamu akan baik-baik di sana.

Salam hangat dariku di balik komputer canggih 17".

PS: pasti kamu akan terkejut melihat evolusi Christopher saat ini.

13 comments:

  1. Sudah saya baca berulang ulang tapi tetep aja bingung, mungkin karena saya kurang pengetahuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Maaf sebelumnya, membaca tulisan ini memang akan lebih mudah kalau sudah menonton film The Imitation Game. Filmnya bagus banget!

      Delete
  2. aha! the imitation game, film yang ada di nontonmovie :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mari nonton! Mumpung masih tayang.

      Delete
  3. Replies
    1. Yoi, sist! Cek IG kita sist banyak yang baru. :)))

      Delete
  4. Yeahhh the imitation game, Teka teki enigma terpecahkan secara tak sengaja :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah! tapi aku sepakat karena usaha \(^.^)/

      Delete
  5. Wah gue baru aja nonton ini. Seru filmnya. :D
    Anyway, salam kenal ya.

    ReplyDelete
  6. Belum nonton kak... Jadi gak connect, huhu.
    Anyway, salam kenal dan izin follow ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga. Makasih, mbaknya. :)

      Delete
  7. sedih :'( kalo saya yang ada saat itu(sebagai joan) saya akan mngunjungi dia setiap hari, membuatkannya sandwich dan menghiburnya setiap hari juga memberikan dia motifasi untuk bangkit

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)