APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Resolusi Tahun 2016, Banyak Membantu dan Lebih Peduli Sesama

Pernahkah kamu patah hati karena ingin sekali membantu tetapi belum mampu?
Pernahkah kamu kecewa karena merasa belum cukup berguna bagi sesama?

Saya pernah.

Suatu waktu, ketika saya masih kuliah dulu, teman baik saya menunjukkan selembar kertas kartu donor darahnya yang berisi banyak sekali daftar cap tanggal donor beserta catatan penghargaan. 10 kali mendonor, 20 kali mendonor, 30 kali mendonor. Banyak sekali! Sementara saya? Sekalipun belum pernah mendonor darah. Bukannya tidak berani mencoba tetapi, setiap kali daftar dan antri, selalu tolakan yang saya terima. "Berat badannya kurang, Dek." atau "Tensi darahnya terlalu rendah, jadi tidak bisa kami proses." Begitu jawab petugas PMI.

Sedih karena dianggap tidak mampu lantas tidak membuat saya berhenti mencoba. Ketika saya sudah lulus kuliah dan bekerja, saya mencoba daftar dan antri sebagai pendonor di acara amal tahunan kantor. Dari semua pendaftar, nyaris tidak ada yang ditolak, termasuk saya. Alhamdulillah, Akhirnya lolos juga!

Semacam titipan yang harus dikembalikan, ada kebahagiaan tersendiri ketika saya sanggup memberi sebagian dari apa yang sudah Tuhan anugerahkan. Apalah arti beberapa tetes darah yang hilang dibanding perjuangan hidup seseorang yang sedang meregang nyawa karena kekurangan darah. Memberi tidak akan mengurangi, bukan? Justru akan menambahkan dan membuat sehat si pemberi.

Perasaan bangga bisa menjadi pahlawan menutupi kekhawatiran saya akan tusukan jarum suntik. Pada mulanya proses donor berjalan lancar. Petugas PMI kala itu hanya memberi saran supaya saya banyak minum air putih karena darahnya agak kental. Padahal saya sudah yakin sehat dan fit hari itu. Lalu.... ketika proses pengambilan darah selesaiketika saya siap-siap kembali ke meja kerjabadan saya sempoyongan seperti orang mau pingsan, mata ini berkunang-kunang, dan kepala jadi begitu ringan. Saya tidak pernah merasa selemah ini bahkan ketika sakit. Orang-orang yang khawatir melihat kondisi saya, langsung datang menolong, menyuapi banyak makanan serta susu.


Produk Skin Care yang Wajib Digunakan Wanita Usia 20an

Mulai tahun 2016 nanti, saya niat banget mau bikin postingan rutin bergenre kecantikan. Awalnya sih kepalang basah karena ada beberapa artikel seputar kesehatan dan kecantikan di blog ini, akhirnya saya nekat nyebur sekalian jadi Beauty Blogger musiman. Maksudnya musiman? Nulis yang cantik-cantiknya tidak setiap saat, tapi saya jadwalkan setiap weekend minimal satu postingan. Isinya pun bukan cuma review produk, ada juga beauty battle (perbandingan dua/lebih produk sejenis), dan tips-tips cantik sesuai kemampuan dan kapasitas saya (ngeles aja ini mah, padahal enggak jago-jago amat)

Sebelum jauh-jauh ngomongin kecantikan. Saya mau sharing soal skin care harian yang biasa saya gunakan. Kenapa ngomonginnya skin care duluan? Karena selain percaya diri, kunci agar terlihat cantik adalah tekun merawat. Apalagi wajah. Produk makeup semahal apapun tidak akan berhasil menutupi kekurangan wajah karena kealpaan kita dalam merawatnya. Buat saya pribadi, lebih baik mengeluarkan biaya lebih mahal untuk membeli skin care dari pada makeup.

Skin Care, Makeup, Cleanser, Maker, Moizturaizer, SK-II

Membeli produk skin care pun ada aturannya, jangan sampai termakan godaan iklan atau ikut-ikutan teman. Sesuaikanlah dengan budget, kondisi, dan jenis kulit. Contohnya saya, kulit muka saya ini agak aneh, kelihatannya kering padahal kalau ditempeli kertas minyak bisa habis dua lembar. Jadilah saya menyimpulkan kulit muka saya ini termasuk jenis kombinasi, minyaknya numpuk di bagian pipi tapi kering di bagian dahi. Setelah tahu dan paham jenis kulit masing-masing, baru deh sesuaikan dengan jenis produk skin care yang akan dibeli.

So, produk skin care apa aja sih yang wajib digunakan wanita usia 20 tahunan secara rutin?


Pedoman Pendayagunaan TIK Bagi Perempuan oleh KPPPA, KEMKOMINFO, dan SEREMPAK

Judul postingan ini kok serius banget, ya? Padahal kegiatan Desiminasi Pendayagunaan TIK bagi Perempuan yang saya ikuti kemarin, tanggal 23 Desember di Ambhara Hotel Blok M, berjalan ramai dan asyik. Selain kami, perwakilan Blogger, yang diundang untuk menghadiri diskusi ini antara lain: perwakilan Forum Anak Nasional fan.or.id, perwakilan siswa dan guru SMA Jakarta, pelaku usaha wanita, organisasi pemerintahan seperti LIPI, Kemkominfo, dan organisasi swasta lainnya yang fokus pada isu perempuan dan anak-anak. Untuk apa sih kami semua diundang ke acara ini?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya mau nanya dulu nih ke teman-teman pembaca, khususnya wanita dan anak-anak. Selain digunakan untuk chatting dan social media, sudah seberapa maksimal teman-teman memanfaatkan fasilitas Internet? Hayo, ngaku! Kalau jawabannya, "cuma buat update status facebook aja nih, sis!" juga enggak apa, kok. Faktanya memang seperti itu.


Mbak Ary Fitria Nandini, narasumber pertama kami dari KEMKOMINFO, menyampaikan bahwa sampai akhir tahun 2014 pengguna TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Indonesia ada 88,1 jiwa dan akan terus berkembang ke depannya. Tujuan menggunakan fasilitas internet saat ini, jika diurutkan ke dalam 5 besar, adalah untuk: Social Media (Facebook, Twitter, Path, Instagram), Searching Info / Browsing, Instant Messaging (BBM, Whatsapp, Line), News and Articles, dan Video Streaming.

Kebiasaan Pagi yang Akan Membuatmu Jadi Awet Muda

*Ini adalah postingan berbayar. Informasi di dalamnya berdasarkan pemikiran dan pengalaman yang saya alami. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca disclosure

Wanita mana yang tidak gembira kalau mendapat pujian awet muda. Bahkan ada sebuah hasil penelitian yang menyatakan bahwa wanita lebih senang disebut awet muda daripada dipuji kecantikannya. Awet muda berarti tidak ada hal yang berubah dari wajah maupun tubuh dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.

Menjadi awet muda tidak bisa diperoleh dalam waktu semalam. Melakukan pola hidup dan kebiasaan sehat adalah alasan yang membuat seseorang bisa awet muda. Bahkan dimulai dari bangun pagi, kebiasan-kebiasaan sederhana ini akan membuatmu jadi awet muda jika dilakukan secara konsisten. Mau tahu apa saja rahasianya?

Lakukan Peregangan Saat Bangun Tidur
Jangan langsung terburu-buru mandi saat baru membuka mata di tempat tidur. Luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan peregangan otot leher, tubuh, tangan, dan kaki. Meregangkan otot-otot di pagi hari akan membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Wajah pun akan tampak lebih cerah dan bersemangat saat sistem peredaran darah menjadi lancar.

stretching, peregangan
 


Belajar Membuat Puisi Bersama Bapak Sapardi Djoko Damono

Menyambung postingan saya kemarin di acara Festival Pembaca Indonesia 2015. Kali ini saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya mengikuti Workshop Kelas Puisi Pak Sapardi. Workshop ini sendiri termasuk dalam rangkaian acara Festival Pembaca Indonesia 2015.

Setelah bosan menukar buku dan mengelilingi berbagai macam stand, saya mencari suasana baru dengan naik ke lantai atas. ternyata di lantai atas hanya tersedia dua ruangan untuk workshop, tidak ada stand-stand buku seperti di lantai bawah. Ketika saya mendekati meja panitia untuk mencari tahu workshop apa yang akan berlangsung, terpampanglah banner tinggi dengan foto besar Bapak Sapardi Djoko Damono. Oh, tahulah saya jenis workshop apa yang akan berlangsung itu.

SAYA MAU IKUTAN!

Bagaimanapun caranya, saya harus ikut workshop itu. Saya ingin melihat sosok Sapardi. Saya ingin diajari langsung cara membuat puisi. Saya optimis pasti dapat kursi, walau panitia bilang, "workshop ini sudah penuh oleh peserta yang sudah mendaftar sebelumnya."

Tuhan mengabulkan doa saya, Pak Sapardi memasuki ruangan dan masih ada beberapa kursi kosong dibelakang. Tanpa persetujuan panitia, saya langsung duduk nyelonong.

Sungguh ini pengalaman menyenangkan, saya anggap sebagai sebuah rezeki, sayang sekali jika hanya saya simpan sendiri. Apa saja yang dikatakan Bapak Sapardi saat itu semoga dapat saya tuliskan dengan baik di sini.

Puisi, Goodreads, Sapardi


Event Festival Pembaca Indonesia 2015

Kalau anak gaul ngebet banget datang ke acara DWP, saya, kutu buku ngaku-ngaku ini sudah cukup bahagia bisa datang ke acara tahunan Festival Pembaca Indonesia yang digelar sama rutinnya dengan DWP. Setiap akhir tahun di bulan Desember, acara Festival Pembaca Indonesia berhasil membuat bulan Desember saya bewarna. Saya tidak peduli datang ke sana dengan teman atau sendirian, ketika sudah sampai lokasi, saya seperti menemukan taman bermain. Bukan taman dengan pepohonan sebenarnya, namun stand-stand berisi: pameran buku dari berbagai penerbit, komunitas buku fantasi, komunitas buku detektif, Komunitas Blogger Buku Indonesia KBBI, ruang bermain anak, belum lagi ada Bioskop mini yang memutar film dari adaptasi buku, dan Komunitas Penulis Books For Blind yang ikut meramaikan juga tahun ini, membuat saya adem.

Dua jam berputar-putar di tempat yang sama tidak membuat saya kelelahan. Bahkan, acara Talk Show bersama penulis dan acara puncak pembacaan Anugrah Pembaca Indonesia luput saya ikuti karena terhipnotis oleh buku-buku yang menggelepar dengan tidak sopannya di atas meja Book Swapkegiatan menukar buku ini.

Book, Swap, Literature, Goodreads, Event, Indonesia
Lihat ekspresi mereka yang sedang memilih buku untuk di-swap. :D

Hadiah Samsung Galaxy Gift Indonesia Bikin Keki Jadi Happy



"Katanya enggak mau beli handphone mahal?!" Sindir teman dekat saya Juli tahun lalu ketika dia lihat handphone baru yang saya tenteng-tenteng ternyata Samsung Galaxy S4.

Sebagai pengganti handphone lama, saya memang berkoar ke mana-mana enggak mau beli handphone mahal. Tiap ditanya mau ganti handphone apa, saya selalu jawab yang murah saja. Sebelumnya saya sudah bikin daftar semua handphone dengan budget maksimal 3 jutaan. Tinggal mengeliminasi satu persatu daftar handphone sesuai kebutuhan, saya sudah tahu handphone mana yang mesti dibeli. Tapi semua rencana saya buyar waktu adik saya bilang ada bazar Samsung murah di atrium utama Mall tempat dia bekerja, diskonnya bisa sampai satu jutaan. Wow! Atas sarannya dan beberapa teman yang saya tanya, jadilah saya ikut antri juga. Pulang-pulang sudah nenteng handphone baru, Samsung Galaxy S4 dengan potongan diskon yang lumayan, walau over budget. Sungguh rejeki yang bikin mikir.

Gimana enggak mikir? Ini handphone kan bukan cita-cita saya sejak awal. Saya musti belajar dan cari tahu lagi. Apa saja sih spesifikasinya? Kelebihannya? kekurangannya? Saya pelajari dengan detail walau tidak se-excited waktu saya memilah-milah handphone berbudget itu. Sekarang, saya bersyukur punya Samsung Galaxy S4 digenggaman, betul-betul memudahkan karena performanya bandel. Paling saya harus kebal dari sindiran yang bikin keki, "Cieee.. katanya enggak mau beli handphone mahal!"


Menjadi Cantik dan Profesional Bersama Blogger Perempuan

Blogger, Perempuan, Aprijanti.com


Cantik di sini bukan hanya soal Rupa dan Penampilan, melainkan juga Skill dan Attitude.


Begitulah kesimpulan besar yang saya dapatkan setelah mengikuti event Ngobrol Cantik bersama Blogger Perempuan Network bertema: Road To Professional Blogger - Insights from Advertiser & Social Influencer, 28 November lalu di Loop Station Jalan Mahakam.

***
Semenjak saya memutuskan untuk menjadi Blogger bahagiayang dapat menulis perihal apa saja seputar ide, hobi maupun tipssaya ingin terus bisa bersenang-senang dengan tulisan dan ngeblog. Saya ingin belajar bagaimana bisa menjadi blogger konsisten dan menghasilkan namun tetap menikmati proses menulis. Tapi, tanpa bantuan komunitas dan network, saya pikir akan sulit mewujudkan keinginan-keinginan saya itu. Saya berupaya mencari komunitas-komunitas baru yang sevisi dan sepertinya cocok dengan saya, lalu saya menemukan Blogger Perempuan secara kebetulan. Ketika mengulik websitenya bloggerperempuan.co.id lebih dalam, saya senang sekali dengan tampilan dan program-progamnya. Ibarat wanita, Blogger perempuan adalah wanita elegan yang rapi, cantik, manis, selalu optimis dan punya visi ke depan. Saat itu juga saya putuskan, saya ingin jadi bagian Blogger Perempuan. Dan tidak lama setelah saya bergabung, undangan event Ngobrol Cantik hadir. Tanpa pikir panjang saya langsung daftar, dan untungnya masih dapat seat.

Mari langsung menuju ke dalam rangkaian acara Ngobrol Cantik Blogger Perempuan, disingkat dengan hastag #NgobCanBP (sssttt... ada hadiah livetweet-nya, Handphone Lumia untuk 1 pemenang beruntung).

WAXHAUS, Pengalaman Waxing yang Fun dan Nyaman

review, waxing, waxhaus, jakarta, semanggi
Penampilan Waxhaus cabang Plaza semanggi. Cute!
Kebalikannya dari lelaki, urusan bulu-bulu di badan buat wanita bisa jadi perkara pelik. Apalagi sedang di situasi genting seperti akan menghadiri pesta, outbond atau traveling yang mengharuskan wanita tampil mulus dengan pakaian andalan mereka. Seringkali persiapan outfit saya sudah cukup oke untuk menghadiri acara formal atau pelesir pakai baju-baju "you can see", tetapi kok rasanya masih ada yang kurang, ya? Ketika dicek, ternyata saya belum/lupa waxing. Bakalan enggak PeDe nanti kalau bulu-bulu yang kurang enak dipandang di ketiak, tangan maupun kaki terekspos maksimal.

Solusi paling praktis sementara adalah dicukur atau dicabut dengan perkakas penghilang bulu yang banyak dijual di pasaran, tetapi sejak saya kenal sugar waxing beberapa tahun lalu, saya hampir tidak pernah lagi menghilangkan bulu-bulu di badan dengan cara menyukur atau menyabut. Pasalnya setiap saya menyukur bulu-bulu dengan alat cukur, mereka akan tumbuh lebih tebal dan kasar. Saya pribadi punya rambut dan bulu yang lumayan tebal, jadi ketika dicukur atau dicabut gampang sekali tumbuh kembali. Contohnya bulu ketiak saya ketika dicukur, tidak sampai dua hari sudah tumbuh lagi. Berbeda ketika di-sugar waxing, kurang lebih seminggu saya masih bisa menikmati ketiak bersih dan bebas bulu. Jadi PeDe pakai baju "you can see" atau dress tangan buntung di cuaca terik begini.


Lezatnya Tomyam dalam Batok Kelapa Muda


Dua minggu lalu, waktu hujan baru-baru mulai turun di Jakarta, saya dan Ibu di rumah tanpa makan malam. Kami berdua kelaparan tapi sama-sama malas ke dapur. Kepikiran juga masak indomie, hujan dan semangkok mie panas kan pasangan serasi. Tapi, lalu saya kepikiran lagi, kenapa enggak delivery order, ya? Sekarang kan order makanan sudah mudah berkat menu Go-Food di aplikasi Go-Jek. Tinggal pilih-pilih restoran di radius terdekat, atau yang agak jauh sekalipun, langsung beres.

Niat awal saya mau pesan makanan yang jarak Restorannya dekat dengan Kebayoran Lama saja, karena disuguhkan banyak Restoran dengan menu yang asyik-asyik, saya malah jadi pilih-pilih. Akhirnya saya nemu juga makanan yang unik dan cukup jarang ditemui, Tomyam di dalam batok Kelapa Muda, Tomyam Kelapa Saung Ibu namanya.


Piknik di Taman Suropati


Sabtu kemarin saya dan geng piknik santai di Taman Suropati. Sebenar-benarnya piknik, kami duduk-duduk di Taman sambil mengobrol apa saja dari petang sampai tengah malam. Mulai dari Taman riuh dengan suara tawa anak kecil dan ragam komunitas sampai dengan kegaduhan sirene polisi yang menertipkan parkir liar dan pedagang kaki lima di sisi Taman. Kami juga tidak lupa membawa alas bercorak vintage, bekal makan dan kudapan yang berlimpah serta mengenakan pakaian yang cerah agar menambah keceriaan piknik.

Piknik itu asyik tetapi tidak instan. Apalah arti piknik jika kita berpikir akan mudah mendapatkan semua hal yang patut dipersiapkan sebelumnya di lokasi piknik. Untungnya saya punya teman-teman yang tahu peran masing-masing untuk menghidupi piknik santai kita ini. Berikut hal-hal yang kami persiapkan sebelum tikar digelar.


#1Bulan1Buku Semangat Pemuda Pemudi Blogger Indonesia!

Terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini.
Pemenang pada Giveaway ini adalah Celina Faramitha Yuwono dengan postingannya:
Nantikan Giveaway-giveaway yang akan datang, yah. Salam!
---------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Mumpung masih dalam rangka Hari Blogger Nasional kemarin lusa, saya ucapkan Selamat Hari Blogger Nasional! Terus semangat menulisnya, ya, teman-teman Blogger se-Indonesia. Postingan ini saya tujukan untuk Giveaway bulanan. Saya sadar, makin ke sini program Giveaway 1 Bulan 1 Buku, kok, semakin tidak rutin saja. Awalnya sebulan sekali, jadi longkap-longkap dua bulan sekali. Saya enggak berharap Giveaway ini pudar terkikis kemalasan. Beneran. Mungkin kedepannya program Giveaway bakal saya buat dua bulan sekali, biar agak longgar dan enggak ada kesan "terpaksa". Tetapi hadiahnya akan saya variasikan. Kalau Giveaway kemarin cuma berhadiah Buku, maka Giveaway bulan ini dan bulan berikutnya tetap berhadiah buku, tetapi plus plus (kayak panti pijat).

Tiap bulan plus-nya beda. Bulan ini hadiah bukunya adalah Maryam by Okky Madasari dengan bonus CD, plus... Travel Kit Hada Labo dan Pulsa 20 ribu rupiah! *diiringi suara tepuk tangan penonton Silet Award*

Giveaway, Blog, Buku, Gramedia, Maryam, Okky, Hada Labo,
Hadiah Giveaway bulan Oktober, Buku Maryam, Hada Labo, dan Pulsa


Loewy dan Tukang Parkir

Di suatu kesempatan, rekan kerja saya, Jo, menantang saya untuk membelanjakan semua tabungan recehnya di restoran mewah di samping kantor kami, Loewy. "Kak Aprie aku kasih semua tabungan recehku, tapi buat makan ke Loewy, ya! Ini isinya lima ratus ribu ada kali." Kemudian dia diam dan berpikir, "eh. Enggak jadi, deh. Kamu kan anaknya enggak tahu malu." Sialan. Tiap hari ada saja bahan ledekan buat saya dari manusia unik satu ini.

Lantas saya menjawab, "jadi kalau ke Loewy nenteng recehan malu, ya? Mending ngutang pakai kartu kredit ketimbang nenteng recehan, gitu? Hmmm...,"

Buat Jo, recehan di restoran mewah identik dengan tidak tahu malu. Ya, saya tidak bisa menyalahkan Jo seorang, pun banyak yang punya pemikiran seperti itu. Tidak hanya pelanggan yang malu menenteng recehan ketika belanja, pelayan toko sampai owner restoran juga beberapa malas melihat pelanggannya bayar pakai uang receh.

Wedangan Modern ala Cafe Tiga Tjeret Solo

Di Ibukota sekarang, makanan khas daerah Jawa Tengahan yang biasa kita sering dengar dengan nama Wedangan, Angkringan, atau Nasi Kucing, sudah bukan lagi jadi kuliner langka. Bisa kita temui di sepanjang jalan Setiabudi, Fatmawati, sampai di pinggiran luar Mall besar seperti Blok M Square. Tampilannya pun dibuat mirip seperti yang ada di daerah, dengan gerobak sederhana dan tikar sebagai alas lesehan untuk menjamu tamu yang mampir. Jika di Ibukota penampilan warung Angkringan tadi dibuat kedaerah-daerahan sehingga mirip bentuk asalnya, justru kebalikan dengan Wedangan modern yang saya singgahi di Solo awal bulan lalu, Cafe Tiga Tjeret Old Time Cafe.

Cafe Tiga Tjeret yang beralamatkan di jalan Ronggowarsito No.97, Ngarsopuro, Solo ini justru bertema modern dengan desain interior yang nge-pop, minimalis dan sangat urban. Sangat kekotaan. Saya melewati Cafe ini di malam hari sewaktu pulang dari mengunjungi Museum Purbakala Sangiran, pengunjungnya luar biasa ramai. Apalagi pas banget malam minggu, Cafe ini didominasi sebagai tempat nongkrong gaul muda-mudi Solo.

Siang sebelum balik ke Jakarta, saya menyempatkan diri mampir untuk mencoba menu yang ada di Cafe Tiga Tjeret. Sebenarnya kurang cocok makan wedangan saat siang di Solo yang relatif panas. Untungnya, menu minuman dingin di sini cukup beragam, serta pilihan nasi dan lauknya pun juga banyak. Sate-satean seperti sate ati, sosis, rolade, dengan berbagai macam gorengan. Lengkap.



Jelajah Sejarah di Museum Purbakala Sangiran


Tepat seminggu kemarin saya plesir ke Solo dengan tujuan wisata utama: Museum Purbakala Sangiran, atau dunia internasional mengenalnya sebagai Sangiran Early Man Site. Terletak di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Museum Purbakala sangiran berjarak tempuh kurang lebih 17 km, dengan durasi kurang lebih 40 menit mengendarai kendaraan dari kota Solo.

Saya berangkat Senin siang, ketika sudah sampai di tempat, ternyata tutup. Iya, Museum Purbakala Sangiran tidak dibuka pada hari senin. Salahnya saya tidak mencoba googling atau cari tahu dahulu sebelum memutuskan pergi. Berikut jam operasional Meseum Purbakala Sangiran:
Senin: Libur
Selasa - Minggu: 08.00 - 16.00
Jam buka tiket: 08.00 - 15.30 (setengah jam sebelum Museum tutup)
Harga Tiket Masuk: Domestik Rp 5,000 / Foreigner Rp 11,500

Buku: #88 Love Life Diana Rikasari

It still summer, lets celebrate it with something bright and colorful. Even at home and my whole agenda is about pleasure, I think it will be cute to start my day with a light book. I decided to read a new book #88LoveLife by Diana Rikasari and Dinda Puspitasari. Since this book written by english, let me review it by english too. Pardon my words.


ABOUT BOOK:

Title: #88LoveLife: 88 Thoughts on Love and Life
Author Diana Rikasari
Illustrator: Dinda Puspitasari
Publiser: POP Imprint KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Category: Self Improvement
Thickness: 128 pages with hardcover and sticker bonus
Edition Language: English
Price: IDR 88,000

Terapi Sebutir Lada

image from http://spicelines.com

Saya punya seorang adik lelaki, bekerja sebagai koki restoran Korea, tentang dia yang mudah sekali kena penyakit pernah saya tuliskan di sini: Koki Kesayangan. Seminggu ini kebetulan Si Broh, adik saya, dapat banyak jatah cuti dan jadwal kerja shift pagi, jadi dia punya banyak waktu istirahat dan main. Dua hari yang lalu ketika saya sudah sampai di rumah pulang dari kantor, Si Broh menghampiri saya dan cerita mengenai pengalamannya ketemu Abang Cina—yang dia lupa namanya—di tempat cetak foto. Dia mengambil sebutir lada dari atas meja dan berkata, "Abang Cina itu temannya Abang cetak foto, dia lagi ngasih tahu kalau pakai lada ini bisa nyembuhin penyakit."

Si Broh juga ikutan diterapi lada rupanya. Sewaktu Abang Cina itu mempraktikkan ke semua ujung jarinya, dia tidak tahan berteriak-teriak dan hampir menangis. Menurutnya itu menyiksa dan sakit sekali. Abang Cina bilang semakin sakit rasanya semakin banyak penyakit yang kamu derita. Si Abang Cina lalu memberinya banyak saran untuk menjaga kesehatan. Menurut Si Abang Cina, yang paling penting buat adik saya sekarang adalah mengontrol pola makan. Sebelum tambah parah, adik saya dianjurkannya untuk tidak makan daging beberapa waktu ke depan untuk menetralisir timbunan lemak dan kolesterolnya. Si Broh memang sering mengeluh pusing dan tegang di belakang leher belakangan ini.

Kuliner Cordoba dari Bakmie Oriental ke Es Krim K-Pop

Dari awal niat saya ke PIK bukan cuma untuk piknik di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, tetapi juga kulineran! Mau pelesir ke mana saja, urusan icip-menyicip wajib hukumnya. Berhubung saya tidak paham daerah Utara Jakarta tetapi nafsu untuk mencoba berbagai makanan lucu menggebu-gebu, kami pilihlah tempat makan yang tidak terlalu jauh dari Taman Mangrove. Ruko Cordoba namanya. Jarak tempuh dari Taman Mangrove ke Ruko Cordoba tidak sampai satu kilo, dari kami turun BKTB hanya tinggal berjalan lurus saja menuju jajaran ruko bergaya mediterania. Ruko Cordoba merupakan salah satu pusat hiburan di PIK, segala bentuk hiburan seperti tempat karaoke, massage, waxing, dan berbagai tempat makan ada.

Sedikitnya kami ingin mencoba dua tempat makan di Ruko Cordoba, makanan utama dan dessert. Umumnya menu di restoran Dessert berharga lebih mahal, jadi kami putuskan untuk makan berat di restoran yang biasa saja.

Tujuan pertama yaitu Bakmie Aloi! Saya sudah sering dengar nama Bakmie satu ini, karena cukup terkenal di daerah asalnya, Kelapa Gading, dan sudah punya beberapa cabang juga di Jakarta. Harganya murah, setengah harga Bakmie di dalam Mall. Harga yang kami bayar untuk dua porsi Bakmie Spesial dan Es teh manis IDR 65k rupiah saja. Porsinya banyak, kalau tidak terlalu lapar, makan setengah porsi masih oke buat saya. Toping dagingnya juga tidak cuma satu, ada daging yang direbus dan dibumbui. Sayangnya, waktu saya pesan, banyak menu yang sudah habis, padahal waktu masih terbilang sore. Menurut salah satu stafnya, stok Bakmie yang ada di cabang Cordoba diambil dari cabang Grogol, jadi stoknya tidak terlalu banyak. Pantas saja.


Wisata Pesisir di Taman Mangrove PIK

Sebagai bagian dari masyarakat urban yang aktif dan mudah jenuh dengan rutinitas kekotaan, saya merasa piknik adalah hal wajib. Minimal sebulan sekali harus pelesir ketempat yang jauh dari bising dan dekat dengan alam. Jika waktu dan biaya tidak memadai, tidak perlu mahal-mahal, sebuah taman kota dengan banyak pepohonan buat saya sudah lebih dari cukup; sudah membuat hati dan pikiran kembali fresh besok harinya.

Rasanya masih belum mungkin sekarang ini berharap Jakarta punya banyak taman kota, tetapi dari yang sedikit itu, salah satu taman pesisir yang dikelola dengan baik adalah Taman Wisata Angke Kapuk. Banyak disebut orang sebagai Taman Mangrove PIK (Pantai Indah Kapuk). Sabtu kemarin saya dan teman saya mengunjungi Taman Mangrove dengan angkutan umum, naik busway sampai stasiun kota lalu disambung dengan BKTP jurusan PIK. Harus sabar-sabar menunggu angkutan satu ini, kurang lebih sejam menunggu, baru busnya datang dengan penumpang yang sudah berjubel duluan. Biaya BKTB sampai tujuan Rp. 2500 saja. Sebagian besar penumpang BKTB memang bertujuan ke Taman Mangrove jadi kami tidak perlu khawatir nyasar ke sana.

Ketika sampai, pengunjung disajikan pemandangan bangunan megah Yayasan Buddha Tzu Chi. Saking megahnya, saya sampai enggak percaya bangunan ini ada di Jakarta. Dan yang lebih membuat WOW lagi ternyata bagunan megah ini adalah Sekolah.

Tzu Chi bagian depan

Bedah iRumah

Menulis itu harus menunggu mood. Menulis itu harus bagus, mengesankan, bermanfaat, bisa dibaca semua orang, dan sebagainya. Terlalu lama ditunda oleh keharusan-keharusan bagaimana sebaiknya sebuah tulisan itu dibuat, membuat saya tidak menghasilkan satu buah pun tulisan, atau postingan di blog ini. Karena kebanyakan mikir tadi, draft tulisan di blog saya lebih banyak dari pada tulisan yang sudah ter-upload. Sayang, kan, kalau ide-ide di kepala yang seharusnya dapat dituangkan kedalam satu buah tulisan atau postingan blog jadi buyar semua karena kelamaan di-PHP-in penulisnya. Padahal, menurut orang lain, belum tentu tulisan itu jadinya bagus-bagus amat.

Saya sendiri, atau teman-teman Blogger lain yang pernah mengalami hal serupa, gusar sebenarnya, kok, tulisan di blog isinya cuma Giveaway saja? Sebulan paling banyak dua. Mau bikin cerpen apa, ya? Atau puisi apa, ya? Sebaiknya review film yang tadi ditonton enggak, ya? Ra uwis uwis kebanyakan mikir. Sempat pula saya punya ide untuk membuat blog dengan tema khusus, Traveling misalnya. Atau membahas kecantikan yang lagi ngetrend, atau khusus membuat cerita pendek saja, akhirnya urung juga. Blog ini saja enggak kepegang gimana mau punya dua atau tiga blog lainnya?

Tetapi saya butuh menulis.

#1Bulan1Buku Lagu Lama Berulang Lagi, Sebuah Hobi

Terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini.
Pemenang pada Giveaway ini adalah Tira Soekardi dengan postingannya:
Nantikan Giveaway-giveaway yang akan datang, yah. Salam!
---------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Dibanding hiburan lainnya seperti novel, film, dan game, akhir-akhir ini saya lagi kecanduan komik di aplikasi Weebtoon. Tiap ada waktu senggang, saya pasti sibuk sama handphone—bacain satu per satu komik terupdate di sana. Orang-orang di kantor dan di rumah sudah bosan dan terbiasa melihat tabiat saya seperti itu, "komik lagi, komik lagi." kata mereka. Ya, namanya juga hobi.

Hobi baca dan koleksi komik sudah saya tekuni jauh lebih lama dari saya mengenal Webtoon sekarang ini. Saya ingat ketika Bapak membelikan buku bergambar untuk pertama kalinya, kalau tidak salah kelas empat Sekolah Dasar, beliau membelikan saya dua buah majalah komik Donal Bebek. Sejak saat itu saya jadi sering mampir ke rumah tetangga yang mengoleksi majalah Bobo. Saya juga sering mampir ke rumah tetangga lainnya—suami istri yang berjualan di kantin sekolah dasar—mereka selalu membawa pulang sepaket buku cerita lama limpahan dari perpustakaan sekolah untuk anak-anak wanita mereka. Mereka harap kedua anak mereka yang umurnya tidak terpaut jauh dari saya bakal suka dibawakan buku cerita, nyatanya saya lebih sering lancang membuka simpul tali tumpukan buku tipis itu. Dua hari sekali saya mampir ke rumah mereka untuk menukar judul baru. Begitu terus menerus sampai bukunya habis saya baca semua.


Fenomena GO-JEK dan E-commerce Transportasi Lainnya

Gojek
image from http://img.duniaku.net

Alhamdulillah! Promo Gojek masih diperpanjang.

Ini sudah alhamdulillah saya kali kesekian sejak perusahaan Gojek terus memperpanjang promo tarif jasa mereka. Dari promo awal sepuluh ribu rupiah kini menjadi lima belas ribu rupiah, buat saya sebagai pengguna angkutan umum aktif, sedikit kenaikan promo Gojek masih sangat menguntungkan. Tidak terlalu berlebihan jika saya bilang Gojek dan E-commerce transportasi lainnya seperti GrabTaxi, GrabBike dan Uber begitu memudahkan hidup saya.

Jika dibandingkan dulu, karena alasan keamanan, saya enggan memilih Ojek sebagai alat transportasi. Saya merasa sungkan bepergian naik motor dengan orang yang tidak dikenal, belum lagi musti ada proses tawar-menawar. Kalau merekapara supir Ojek tahu saya sedang sangat butuh jasa mereka, pasti harga yang ditawarkan kurang masuk akal. Ongkos kepepetnya bisa melebihi ongkos taksi. Yah... namanya juga lagi ngejar waktu, akhirnya dibayar juga. Kemudian Gojek hadir menawarkan jasa "Ojek 2.0"—updrage dan modern. Dikelola perusahaan resmi anak negeri, Gojek memberikan jaminan rasa aman kepada pelanggan, juga real-time order yang tidak akan membuang banyak waktu pelanggan untuk menemukan driver mereka.


#1Bulan1Buku Hujan Bulan Juni Lebaran Bulan Juli

Terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini. Pemenang pada Giveaway ini adalah Deasy Dirgantari Sasongko dengan postingannya: Hujan Bulan Juni dan Lebaran Bulan Juli Nantikan Giveaway-giveaway yang akan datang, yah. Salam!
---------------------------------------------…

4 Tahun Bersama Warung Blogger


Saya ingat empat tahun lalu, tidak lama setelah blog ini dibuat, saya mulai mencari perkumpulan blogger-blogger di media sosial. Pikir saya dulu, pasti akan seru sekali jika bisa bergabung dengan para blogger lain yang sehobi dan akan banyak yang mengapresiasi tulisan-tulisan kita setelahnya. Kemudian saya mampir melihat perkumpulan blogger itu satu per satu. Ada yang bedasarkan genre hobi seperti: kumpulan travel blogger, food blogger, beauty blogger, atau blogger buku. Ada juga yang menampung berbagai macam blogger dengan tulisan random, tetapi memuat syarat yang agak rumit dan mengikat. Karena menulis di blog adalah bersenang-senang, maka bergabung di perkumpulan blogger harusnya juga begitu menyenangkan. Bersyukur entah bagaimana mulanya, saya menemukan akun @Warung_Blogger di twitter. Tanpa syarat macam-macam @Warung_Blogger hanya mempersilakan setiap pesertanya untuk mem-follow akun mereka, dan men-share postingan dengan format yang sudah mereka tetapkan, dengan begitu kita sudah menjadi bagian dari Warga WB. Mudah.

WB, singkatan asyik dari Warung Blogger, tidak membatasi warganya berasal dari genre tulisan mana. Tidak pula membuat syarat yang rumit. Setiap dari kita yang sudah bergabung di dalamnya bisa melihat berbagai macam link tulisan para blogger yang sudah mereka sharing ke akun @Warung_Blogger.


#1Bulan1Buku Hadiah Istimewa

Terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini.
Pemenang pada Giveaway ini adalah
1. Warastri Rezka Hardini dengan postingannya: Hadiah untuk Saya dan untuk Mereka
 2. Arfina Tiara dengan postingannya: Kuota Is The Best Gift
Nantikan Giveaway-giveaway yang akan datang, yah. Salam!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Sejak kecil saya terkenal lamban. Jika dibandingkan dengan anak lain, hasil pekerjaan saya pasti lebih akhir rampung. Karena itu keluarga memberi saya julukan "Nenek". Menurut mereka gerakan lamban hanya boleh dilakukan oleh nenek-nenek. Setelah dewasa saya terus belajar bagaimana bekerja dengan cepat dan hasil yang mendekati sempurna. Saya mengakali waktu. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa hal yang melekat pada saya sejak kecil tidak pernah hilang. Saya yang lebih menikmati proses sebuah pekerjaan sampai menjadi hasil yang sempurnamenurut saya ini, membutuhkan lebih banyak energi jika diberi pekerjaan dengan target waktu, gol kuantitatif, dan tekanan. Padahal hidup terus berjalan, banyak hal yang musti segera diselesaikan dengan banyak kepala yang mau tidak mau harus disesuaikan idenya agar segala sesuatu berjalan dengan lancar. Dengan kelambanan saya, saya ragu segala sesuatu itu bisa berjalan dengan lancar.

Ibarat seorang pelari, saya menjadi ngos-ngosan jika melihat banyak pelari lain sudah berada lebih jauh di depan. Saya mengutuki diri, mengapa saya tidak memiliki satupun strategi agar bisa berlari lebih cepat. Saya sempat menjadi frustasi dan bingung untuk memilih: mana yang lebih saya butuhkan, menjadi pemenang atau pelari? Mana yang lebih saya inginkan, menjadi pemenang atau pelari?


#1Bulan1Buku (TNNT) Tekad Nekat Naked Traveler

Terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini.
Pemenang pada Giveaway ini adalah Wulan Ndari dengan postingannya:
Nantikan Giveaway-giveaway yang akan datang, yah. Salam!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebulan itu waktu yang cepat, ya? Rasanya seperti baru kemarin 1 Bulan 1 Buku dengan tema cinta-cintaan berakhir. Walau tema bulan kemarin mengharuskan teman-teman bercerita tentang kisah sedih percintaan, di luar dugaan, ternyata banyak yang berpartisipasi. Jadi saya harap pada 1 Bulan 1 Buku kali ini yang bertema lebih fresh, lebih banyak pula teman-teman yang bakal ikutan menulis.

Saya rasa setiap dari kita gemar melakukan perjalanan. Pergi piknik, melancong atau apapun itu namanya yang sering kamu sebutkan ketika: ada waktu untuk mengunjungi tempat-tempat baru yang seru, atau melakukan perjalanan menuju alam dengan medan ekstrim, atau sekadar melepas penat dari rutinitas dengan duduk-duduk di taman pusat kota sambil membawa kotak bekal makan siang. Dan saya sangsi sekali kalau tidak ada cerita seru di dalamnya.

Seperti tahun lalu selepas lebaran, saya sempat pelesir ke Dieng. Tidak banyak kendala yang kami hadapi ketika menuju ke sana, banyak pengalaman dan pemandangan indah yang bisa kami capture. Lain cerita ketika perjalanan pulang, nyaris saja kami tidak dapat bus ke Jakarta karena arus balik mudik masih sangat padat. Hal yang kurang beruntung menimpa kami bukan hanya itu, sudah kehujanan menuju terminal, kami juga kecopetan di dalam Bus. Uang kertas raib semua, yang tersisa hanya uang logaman saja. Sampai sekarang, ketika mengenang kisah itu kembali, saya tidak tahan untuk menertawai kebodohan diri sendiri.

#1Bulan1Buku Ceritakan Kepadaku Kisah Cinta Sedihmu

Terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini.
Pemenang pada Giveaway ini adalah Edi Padmono dengan postingannya:
https://menujumadani.wordpress.com/2015/03/03/kandas/
Nantikan Giveaway-giveaway yang akan datang, yah. Salam!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kepada Para Pencinta,

Sudahkah kamu makan siang? Saya mengingatkan karena siapa tahu di antara kamu belum ada orang spesial yang mengingatkan hal sesepele: makan siang, selamat bekerja, atau hati-hati ketika pulang nanti. Hampir semua dari kita mengidamkan hal yang demikian, bukan? Ketika sedang menjalin hubungan dengan orang yang kamu sayangi dan menyayangimu kembali, hal-hal sederhana—seperti orang tua atau kawan dekat sering lakukan—menjadi lebih istimewa ketika "dia" yang melakukannya. Maka kekhawatiran menjadi jarang muncul, ketika jatuh cinta, hidup rasanya penuh dengan keoptimisan. Dua orang yang mencari sudah menemukan tempat untuk kembali dan berbagi. Indah.

Tetapi bukan cinta namanya jika hanya ada indah dan bahagia. Di dalam cinta juga ada sedih dan derita.



Penyair Kotak Hitam

Kepada Fadhli Amir,
Hai, penyair, apa kabarmu? Kutebak kamu pasti sedang meringkuk di kasur sambil memandangi bercak-bercak cacar di tubuhmu. Aku tahu kamu sedang sakit; aku sempat stalking akun twittermu beberapa hari lalu sebelum menulis surat ini. Cepat sembuh, ya.
Dan terima kasih untuk lagu-l…

#1Bulan1Buku Tantangan Death Comes as The End Agatha Christie

Terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini.
Pemenang pada Giveaway ini adalah Ika Fitriana dengan postingannya:
Nantikan Giveaway-giveaway yang akan datang, yah. Salam!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Siapa tokoh detektif favorit kalian? Sherlock Holmes karangan Conan Doyle, Hercule Poirot dan Miss Marple karangan Agatha Christie, Conan Edogawa karangan Gosho Aoyama atau Kindaichi karangan Seimaru Amagi dkk? Kalau saya suka semua! Walau begitu, saya tetap punya pengarang misteri paling favorit, Mister Edgar Allan Poe. Poe berkarya lebih dulu dari pada penulis-penulis detektif yang sudah saya sebutkan di atas. Klasik dan orisinal. Cerita-cerita pendek misteri Poe banyak mengilhami karya Conan Doyle yang kemudian mengilhami cerita detektif Conan. Pun Agatha Christie dan pengarang detektif lain. Saya percaya karya yang baik selalu melahirkan karya baik-karya baik lainnya. Efek domino.

Pada 1 Bulan 1 Buku kedua ini, saya memilih buku bergenre misteri sebagai penyemangat menulis kawan-kawan. Judul yang saya pilih Death Comes as The End (Ledakan Dendam) karangan Agatha Christie. Saya memilih judul ini agar tidak ada pertentangan antara fans Poirot dan fans Marple. Seperti beberapa judul Agatha Christie lainnya, Death Comes as The End tidak menampilkan dua sosok detektif terkenal di atas sebagai pengurai kasus. Tetapi tetap mencekam ala Agatha Christie. Kalau kamu gemar cerita kerajaan mesir atau dongeng timur tengah, buku ini saya jamin akan memberikan kesenangan dua kali lipat. Komentar pembacanya bisa dilihat pada review Goodreads.


Cara untuk mendapatkan buku Agatha Christie ini hampir sama seperti 1 Bulan 1 Buku bulan lalu. Kawan-kawan hanya perlu menulis. Tulisan seperti apa dan bagaimana akan dijabarkan pada paragraf di bawah ini.

Nasrani yang Berpeci

Kepada Bapak Gurbernur DKI Jakarta,

Halo, selamat sore Pak Ahok. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menyertai Bapak dan keluarga. Buat saya sosok Bapak mudah sekali dihormati. Jadi surat kali ini saya alamatkan kepada Bapak. Kehadiran Bapak sebagai sosok pemimpin yang berbeda mencuri perhati…

Seprai Soulmate

Kepada Seprai Kesayangan,

Aku mau jujur kepadamu akan satu hal, yaitu...

Eemm. Sebelumnya aku ingin berterima kasih. Terima kasih atas segala kenyamanan yang telah kamu berikan. Entah sudah berapa lama kamu kugunakan, kukotori, lupa kubersihkan atau sengaja tidak kucuci karena enggan menggantinya dengan seprai lain. Walaupun mereka lebih bagus dan baru, kamu tetap saja menjadi favoritku.

Aku lupa kapan tepatnya Ibu membuatkanku seprai paling nyaman sedunia, kamu. Iya, kamu dibuat dari kain panjang hadiah adik Ibu entah kapan dulu. Kamu bukan hasil beli jadi di toko. Karenanya kamu istimewa. Walau mungkin kalau bukan karena Ibu, kamu bisa menjadi apa saja yang lebih membanggakan; kemeja atau daster panjang contohnya. Tapi aku bisa Jamin, denganku kamu dimanfaatkan sebaik mungkin. Enggg... tapi bolong-bolong kecil di bagian atas itu bukan karena aku sengaja melukaimu, lho. Karena faktor waktu, kita sama-sama menua. Kamu menjadi agak lapuk, dan aku menjadi semakin gemar tidur.

Could I Marry Your Mind? Alan Turing

Dear Sir Alan Turing,

Andai saja aku adalah seorang cicit dari Joan Elisabeth Clarke, rekan kerja sekaligus mantan tunanganmu di Bletchley Park, maka aku akan protes ke nenek buyutku itu, mengapa beliau tidak memaksamu—atau setidaknya berusaha keras—untuk tetap bisa bertunangan kemudian menikah denganmu? Kamu tahu, aku sangat berharap andai saja sejarah bisa diubah dan nenek buyutku itu dapat meyakinkanmu bahwa dengan menikahi dirinya, dirimu sedikitnya akan mendapatkan perlindungan hukum dari status perkawinan.

Aku tahu hal tersebut kedengaran bodoh dan tidak masuk akal. Tetapi alangkah sedihnya aku ketika tahu dirimu dipaksa meminum obat hormon estrogen atau jika tidak, akan dijebloskan ke dalam penjara. Karena menjadi homoseksual kala itu adalah melanggar hukum. Sungguh hal tersebut terdengar sangat menyakitkan, apalagi jika aku membayangkan ada di posisimu. Apa salahnya menjadi berbeda? Hanya karena orientasi seksualmu adalah salah dimata kebanyakan orang, maka kamu, Sir, boleh dihukum. Tanpa peduli hal besar apa yang telah kamu lakukan untuk negara.

 image from http://static.guim.co.uk

Sungguh aku tidak berharap dunia ini diisi oleh orang-orang benar, orang-orang beragama, tetapi menggemari perang dan tega menyakiti sesama.


Ada Senyum Ibumu Ketika Tangannya Dicium

sumber gambar https://parenttangoblog.files.wordpress.com

Pagi tadi, ketika saya izin berangkat ke kantor, Ibu saya protes karena tangannya sudah lama tidak disalami. Saya sering kali alpa kegiatan itu, menyalami tangan orang tua ketika izin ke luar atau masuk rumah. Apalagi kalau ada pertengkaran kecil antara saya dan Ibu sebelumnya, saya menjadi malas untuk salaman atau berlagak lupa. Ibu saya, layaknya orang tua kebanyakan, makin tua makin sensitif. Sedangkan saya sensitif dengan keributan, kalau sudah ribut-ribut bawaannya jadi mutung dan memilih bersikap masa bodoh.

"Izin mau pergi doang, enggak salaman?" tanya ibu.

Saya yang sudah ambil ancang-ancang mau jalan ke luar pintu jadi berbalik lagi menuju Ibu, mengambil tangannya dan mendekatkannya ke bibir saya.

"Yanti berangkat dulu." izin saya.

"Iwan kalau berangkat kerja enggak pernah lupa cium tangan mamanya, sama pipinya kanan kiri juga." Rupanya Ibu sedang membandingkan saya dengan adik saya yang tidak pernah sungkan menunjukkan rasa sayangnya itu.


back to top