APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Sempilan Surga Bernama Dieng

"Sikunir bagus, tapi sekarang ini Prau lebih populer," begitu cerita Pak Yasip tentang Gunung Prau yang kami tanyakan di dalam bus Pahala Kencana, Rawamangun, 8 Agustus kemarin.

Pak Yasip adalah pegawai pemerintahan di Jakarta, tetapi rumah, keluarga dan jiwanya ada di Wonosobo. Setiap minggu atau sedikitnya dua kali sebulan Pak Yasip pulang ke Wonosobo. Basa-basi kami yang kemudian menjadi akrab terjadi di dalam bus, Pak Yasip menanyai kawan lelaki saya yang duduk di sebelahnya. Beliau ingin tahu kami hendak ke mana? Sama seperti keingintahuan yang kemudian kami tanyakan kepada beliau mengenai kota Wonosobo atau Dieng dari sudut pandang warga asli sana. Sebagai sesama orang asing di dalam bus, Pak Yasib sangat baik sekali, beliau mau berbagi banyak cerita. Di akhir pertemuan kami, Pak Yasip bahkan memberikan kartu namanya, "kalau ada apa-apa hubungi saya, bisa mampir nginap juga di rumah." oh, kind people are every where!

Layaknya guide yang tabah, Pak Yasip kembali menceritakan dua kali penjelasan mengenai tempat dan rute, kuliner sampai angkutan umum untuk menuju kawasan wisata di sekitar Dieng dan Wonosobo. Saking serunya kami lupa mencatat apa-apa yang dikatakan Pak Yasip sebelumnya. Mungkin tampang kami memang kentara betul awamnya—melihat tiga anak muda (eaaa, muda?) jalan-jalan tanpa itinerary ini—saya rasa beliau iba.


back to top