10 June 2014

#BeforeMidnight Andai Saya Adalah Seorang Penulis Yang Baik

Andai saya adalah seorang penulis yang baik, saya pasti bisa mengeluarkan adegan-adegan rumit di kepala menjadi sebuah tulisan yang layak untuk dibaca, tanpa banyak alasan untuk menunda dan menggagalkannya, seperti: saya telah kehabisan energi menulis karena pekerjaan yang begitu melelahkan, saya kehilangan semangat menulis karena mood yang berantakan, saya lebih memilih untuk tidur, dan sebagainya, dan sebagainya. Betapa keinginan sangat mudah sekali menciut lalu hilang begitu saja di tangan si pemalas.

Ketika kawan-kawan saya mengetahui postingan di blog ini dan membacanya, beberapa dari mereka mengetahui saya menuliskan seseorang yang mereka kenal. Mereka kemudian meminta saya untuk menuliskan sesuatu tentang diri mereka juga. Andai saya adalah seorang penulis yang baik, saya tidak akan membuat banyak alasan tentang apa yang harus saya tuliskan.

Sebuah kesenangan buat saya bisa mendengarkan cerita orang lain. Salah satunya kawan saya pernah menceritakan dengan sangat semangat (karena berharap saya bisa menuliskan kisahnya) mengenai konflik hubungannya. Dulu kawan saya itu sempat berselingkuh, menurutnya rasa bosan dan sikap cuek kedua belah pihak menjadi pemicu, dan juga kesempatan. Ketika hubungan menjadi renggang, kawan saya dekat dengan rekan sepekerjaannya, seorang duda mapan yang sudah dewasa lahir batin. Sempat saya tanyakan apa yang membuat pria berumur kelihatan begitu menarik di matanya. Dia menjawab sikap emong dan sabar seorang pria berumur membuatnya meleleh. Asumsi sok tahu saya, mungkin kawan saya yang sangat tomboy dan independen itu sedang berharap seorang "a man" yang bukan lagi "a boy", entahlah, yang jelas sampai saat ini hubungan kawan saya dan pasangannya kembali baik-baik saja. Pasangannya ternyata sudah cukup "a man" dengan memberikan waktu kepadanya untuk berpikir dan memilih. Menurut pasangan kawan saya itu hubungan perselingkuhan terasa lebih menyenangkan karena ada gairah yang baru, gairah yang masih fresh dan grass layaknya pasangan yang baru jadian. Lalu bagaimana jika hubungan (perselingkuhan) itu terjalin lama seperti yang mereka sudah jalankan bertahun-tahun? Bisa jadi akan sama membosankannya.

Tetapi, lagi-lagi, andai saya adalah seorang penulis yang baik, saya akan bisa memenuhi keinginan kawan saya untuk menuliskan kisahnya menjadi cerita yang menarik.

Dan yang paling menyedihkan, ketika permintaan Sindyagar saya dapat menuliskan cerita dengan tema perempuan untuk dibukukanyang tidak dapat saya penuhi. Dan juga cita-cita saya bersama Riesna membuat dongeng anak-anak, harusnya tidak hanya menjadi sebuah cita-cita sampai sekarang ...

... andai saya adalah seorang penulis yang baik, saya tidak akan menulis andai-andai di atas tadi untuk mencari pembenaran bahwa saya bukanlah seorang penulis yang baik. Melainkan saya langsung saja menuliskannya tanpa banyak alasan.

3 comments:

  1. Wow Aprie, you are a good writer. Nice blog, I always knew that you are different and special.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)