APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Over Thinking

: Ika Fitriana Oversensitif
Saat menulis postingan ini, Ka, aku sedang bahagia: mengunyah buah manggis hampir satu kilo banyaknya, sendirian. Di tempat kerjaku sekarang, kalau siang suka banyak tukang buah gerobak lewat. Bisa kamu bayangkan betapa bahagianya aku, kan? Lihat manggis (dan juga semang…

Dongeng Setelah Bangun Tidur

OCD adalah...
Em, jadi begini, Mas. Aku bingung mau mengarang-ngarang cerita seperti apa mengenai ulasan Obsessive–Compulsive Disorderyang pernah kamu minta. Yeah, I'm a bad storyteller who want to be a good one. Mencontek metode deduksi Sherlock Holmes ketika mengungkap kasus-kasus kriminal k…

Koki Kesayangan


Hai Broh, gimana badannya? Semoga makin sehat.

Sebenernya surat ini ditulis dari minggu kemarin, waktu Si Broh mendadak sakit, si empunya blog sedih banget. Makanya mendadak melankolis pengin nulis surat. Tapi pasti isi suratnya jadi so sweeeeet banget. Padahal surat yang menurut gue enggak sweet sama sekali masih dibilang sweet sama orang lain. Apa jadinya kalau surat yang tadinya akan begitu so sweet ini diposting? Pasti setelah baca kita bakal ngakak bareng, atau bego bareng kayak biasanya. Sekarang, gue harap isi surat yang sudah ditulis ulang ini enggak lagi menjadi melankolis.

Kenapa sih dari dulu selalu Si Broh yang kena penyakit aneh-aneh? Ingat enggak, dulu kecil pernah kena step? penyakit panas tinggi disertai kejet-kejet. Biasanya penyakit step dialami sama anak kecil, terus kalau enggak cepat tertolong bisa sampai meninggal. Serem kan? Pengobatannya pun enggak cukup dibawa ke dokter saja, si Mamak yang putus asa sampai bawa Si Broh ke "orang pinter". Lalu menurut orang pinter itu, ada Jin wanita di perkarangan TK yang naksir sama Si Broh, pengin Si Broh jadi anaknya. Makanya Mamak overprotect banget dari dulu sama Si Broh. Karena ngerti anak lelakinya kalah kuat dari anak wanitanya. Karena itu juga gue banyak iri, sebel sama adeknya yang cuma bisa jago kandang. Di luar rumah penakut di dalam rumah belagu, mentang-mentang dibela Mamak, hih!


Kepada Alberthiene Endah

Mbak @AlberthieneE yang baik,
Aku lupa bagaimana sejarahnya bisa tahu kemudian jadi bagian dari salah satu followers akun twittermu. Menjadi pelupa (dan penidur) memang bakatku sejak lama. Tetapi aku selalu ingat bahwa ada satu akun yang tidak ingin aku lewatkan isi twitpic-nya, foto-foto kegiatan…

Kepada Mbah (Yang Aku Tidak Tahu Siapa Namanya)

Aku maklum sekali kalau Mbah tidak ingat denganku kemarin itu, aku–wanita yang duduk persis di depan mbah dengan jeans dan kaus panjang berwarna abu–sedang menunggu teman mengantri nasi pecel untuk kami. Dalam waktu menungguku itu, aku telah tanpa ijin mengambil gambar Mbah dengan kamera handphone
back to top