APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Salihara dan Sarasvati

Postingan ini merupa sebagai ucapan terimakasih saya kepada pertunjukkan sangat tidak biasa yang saya dapat secara cuma-cuma. Ucapan terimakasih saya kepada Salihara yang mendatangkan banyak sekali penyair besar Indonesia dan mancanegara ke dalam teater kecilnya sampai akhir Oktober ini, yaitu acara rutin 2 tahunan Komunitas Salihara. Selain syair dan pepuisian ada juga beberapa pertunjukkan musik, teater dari mancanegara seperti Inggris dan Jepang, pameran seni rupa, sampai kelas tarot. Tahun 2013 ini mereka menamai acaranya "Sirkus Sastra".

Terimakasih Salihara untuk acara luar biasa ini. Akhirnya kami yang biasa duduk sebagai pembaca kertas berisikan cetakan syair-syair bagus, bisa juga duduk dekat menatap dan mendengar suara penyair seperti: Arafat Nur, Djaenar Mesa Ayu, Joko Pinurbo, Seno Gumira Ajidarma, Arswendo Atmowiloto, Putu Wijaya, Sitok Srengenge, dan lainnya secara live!

Sabtu, 5 Oktober 2013, tidak akan saya lupa pertemuan pertama kali saya dengan Joko Pinurbo, salah satu penyair yang saya penasaran sekali bagaimana bentuk rupanya. Bisa melihat dan didongengi puisi yang dibawakan oleh penulis aslinya, buat saya itu sudah lebih dari cukup. Jadi alangkah kurang ajarnya saya sebenarnya karena tidak memperhitungkan nama penyair selain Jokpin yang tertera pada daftar di hari itu, yaitu: Bamby Cahyadi, penulis yang merangkap sebagai manajer restoran besar cepat saji di Jakarta, yang saya ingat betul jawaban atas pertanyaan MC kepadanya, "mengapa menulis?" Bagi Bamby menulis adalah wujud penyeimbang jiwanya. Terdengar sama dengan judul Blog saya ya? hehe. Lalu ada Deddy Arsya, penyair kelahiran Bukit Tinggi yang syair-syairnya sangat kuat berisi tentang kekecewaan 'urang awak' pada masa silam. Ada juga Maria Peura, penulis cerita anak yang berasal dari Finlandia. Dia bercerita bagaimana kehidupan anak-anak yang ada di perbatasan Finlandia dan Swedia. Sepatu putih yang dikenakan Maria Peura akan saya ingat betul! Sayangnya tidak saya foto.



Apa Yang Kamu Lakukan Pada Sebuah Kenangan?

"Apa yang kamu lakukan pada sebuah kenangan?"
Kalau kamu menanyakan hal itu kepadaku, maka aku akan menjawab "Membingkainya. Lalu menaruhnya pada sudut ruangan."
"Bukan menguburnya ke dasar bumi paling dalam atau melemparnya ke ujung langit paling tinggi. Karena menurutku, …
back to top