05 March 2013

#BeforeMidnight Sepiring Tempe

"Aku gak butuh apa-apa lagi. Cuma butuh orang yang sayang sama aku; yang mau datang ke rumah kalau aku sakit, jam berapa aja, bawa segelas air putih."


image from anakfilm.com

Dialog itu, yang saya dengar dan lihat kurang lebih sebulan lalu waktu saya nonton premier film Rectoverso di Planet Hollywood. Normalnya sih kalau habis dengar itu cewek-cewek mendadak jadi melting atau kasihan atau terenyuh. Tapi... Saya malah tertawa.

Saya tertawa karena mengingat kejadian lama, waktu jaman masih hijau (halah). Kejadiannya kira-kira tahun 2000an awal, seperti ABG pada umumnya saya pernah mengalami cinta-cintaan layaknya remaja yang ada di sinetron. Satu cowok direbutkan dua orang, atau sebaliknya. Ada masa ketika orang yang saya suka ternyata menyukai teman dekat saya juga. Lalu pada akhirnya saya menyerah, malas berlarut-kalut pada hubungan yang sudah pasti salah. Saya bertanya kepadanya "pilih saya atau dia?" Dan hal yang paling saya ingat sampai sekarang, jawabannya atas pertanyaan saya itu, yang menjadi alasan saya tertawa ketika melihat dialog diatas adalah: "Apri, setiap hari aku butuh makan nasi dengan sepiring tempe. Tapi ada saatnya sesekali aku menginginkan seporsi Burger".

Ya. Saya adalah sepiring tempe.


Saya lupa bagaimana reaksi dan ekspresi saya saat itu, mungkin tidak begitu heboh makanya saya tidak ingat. Yang saya ingat, saat itu adalah pertama kalinya saya patah hati karena dikhianati dan dibandingkan dengan orang lain. Saya sepiring tempe - yang murah, yang gampang dicari. Lalu dibandingkan dengan seporsi burger - yang kira-kira lebih prestise daripada sepiring tempe, yang lebih mahal. Oleh karena itu hanya bisa dinikmati sesekali.

Dari dialog diatas Amanda (Acha Septriasa) curhat dengan teman baiknya Reggie (Indra Birowo) yang menginginkan kekasihnya bersikap lebih baik, lebih mencintai dirinya. Yang sanggup membawakannya segelas air putih ketika dia sakit, tapi hal itu malah diakukan oleh teman baiknya, Reggie. Amanda hanya menginkan segelas air putih. Hal itu bukan pengharapan yang tinggi, mungkin karena Amanda sudah tidak bisa berharap teralu banyak lagi. Atau mungkin, segelas air putih adalah pengharapan Amanda yang paling tinggi dibanding harapan-harapan lain kepada kekasihnya? Kalau saya jadi pacarnya Amanda, saya tidak mau dianalogikan dengan segelas air putih. Karena, bagaimana jika Amanda menginginkan segelas sirup dingin ketika cuaca terik, atau segelas wedang jahe ketika cuaca sangat dingin?

Sampai sekarang saya hanya bisa tertawa lagi kalau ingat kejadian itu. Dianalogikan dengan sepiring tempe yang murah dan gampang dicari. Atau sepiring tempe yang penting dan bergizi tinggi? Kenapa saya hanya menjadi sepiring tempe (kecuali kamu vegetarian). Bagaimana jika kamu menginginkan seporsi burger, atau sepiring steak? Makanan berkolesterol tinggi dan membuat banyak penyakit jika dimakan terlalu sering. Tapi, saya ingin jadi semua menu makanan kamu. Saya ingin kamu tidak hanya membawakan saya segelas air putih ketika sakit, tapi juga segelas sirup ketika cuaca panas dan segelas wedang jahe ketika dingin. Iya, saya seposesif itu.

Memang menyakitkan ketika kita menyukai seseorang atas apa yang ada pada dirinya. Lalu kita disukai kembali bukan atas apa yang ada pada diri kita, melainkan atas terpenuhinya keinginan atau pengharapannya.

O iya, saya belajar satu hal dari kejadian itu, kejadian yang membuat saya sedikit lebih mudah berdamai dengan diri sendiri ketika patah hati. Bahwa, kesedihan dari sebuah perpisahan adalah bukan kehilangan, melainkan kesulitan meyakinkan diri bahwa kita tidak benar-benar diinginkan.

Teruntuk kamu yang sedang patah hati, berdamailah dengan ego. Buat saya itu hal sulit, tetapi worth it.
Cheers! :)
 
Sepiring Tempe

15 comments:

  1. "Memang menyakitkan ketika kita menyukai seseorang atas apa yang ada pada dirinya. Lalu kita disukai kembali bukan atas apa yang ada pada diri kita, melainkan atas terpenuhinya keinginan atau pengharapannya"

    Becek nie Bebs.... hiks.... T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya, jangan kebanyakan makan ketimun :p

      Delete
  2. Sesuatu yang sederhana dan mudah di dapat. Seperti udara. Artikel yang bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Evi, udara terlalu berharga :")

      Delete
  3. tulisan yang.... membuat saya tersenyum. :D Terima kasih sudah berbagi.. :))
    Terus semangat ngeblog! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat!! \(´▽`)/
      terimakasih bintang.

      Delete
  4. wah...inspiratif tulisannya...
    bnyk mmg yg cinta sm kt krn trpenuhi pengharapannya. bukan krn apa adanya....

    ReplyDelete
  5. Worth it buat dibaca buat saya yang sedang patah hati.
    ^^

    Thanks udah share pengalamannya ^^

    ReplyDelete
  6. saya jadi bingung mbak nanggapin tulisan ini mesti sedih atau ketawa

    tapi ketawa ajah dehhhh hahahahah

    tapi ngomong-ngomong keren juga itu yang mbak taksir mau milih burger suka yang gemuk kali mbak. makanya makan yang banyak biar jadi burger hhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. heh! kamu mau komen apa ngeledek :D

      Delete
    2. sebenarnya ini komen, selebihnya terserah mbak mengartikannya heheh

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)