APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Wisata Goa Pindul, Gunung Kidul

Sesuai janji saya pada postingan sebelumnya untuk membuat judul khusus "wisata di Goa Pindul"

Keterangan mengenai Gua Pindul banyak kami dapatkan melalui bapak-bapak dinas pariwisata yang kebetulan bertemu sewaktu kami beristirahat dan makan siang. Menurut saya mereka sangat humble dengan tidak membuka kedok pekerjaan sebelumnya dan mengajak ngobrol para wisatawan yang berkunjung (khususnya wisatawan diluar Jogja) untuk ditanyai testimoninya, kritik dan saran mengenai tempat wisata tersebut, lalu berterima kasih untuk meluangkan waktu mengunjungi Gunung Kidul. "Kami dari dinas pariwisata dan mohon untuk dibantu promosikan mengenai Goa Pindul ini pada teman lainnya", begitu kata mereka pada akhir pertemuan kami. "Dengan senang hati pak, akan saya tulis", jawab saya dalam hati. Syukur-syukur ada 100 orang lebih yang pergi kesana setelah membaca postingan ini, hehehe.

Wisata Goa Pindul ini masih terbilang baru, merupakan program dinas pariwista Jogjakarta yang membuka lahan-lahan potensial pariwisata demi kemajuan tiap-tiap daerah. Bekerjasama dengan masyarakat sekitar dan mahasiswa perguruan tinggi, maka di daerah Gunung kidul dibukalah lahan wisata baru pada tahun 2010. Tidak hanya Gua Pindul yang dapat kita jelajahi disini, ada juga body rafting menelusuri sungai Oyo selama kurang lebih satu setengah jam, off road dengan mobil, dan lainnya yang dibagi kedalam pilihan paket-paket wisata. Berikut paket-paket (seingat saya) yang bisa kita pilih disana:

Paket A : Body Rafting menelusuri sungai Oyo menggunakan ban, Rp.45.000
Paket B : penelusuran Gua sempit yang harus dillalui dengan cara merangkak, Rp.30.000
Paket C : penelusuran Gua Pindul diatas sungai yang harus dilalui menggunakan ban, Rp.30.000
Paket D : Off road (maaf, saya lupa harganya)

Rombongan kami memilih paket A dan paket C sekaligus.


Gelombang Karimun Jawa Membawa Kami ke ...

Jogja - Semarang, 9-12 Maret 2013

Harusnya Judul Postingan Blog kali ini, yang saya sudah buat draftnya dari jauh hari sebelum keberangkatan adalah "Karimun Jawa". Sudah terbayang-bayang di kepala kami semua pemandangan laut dan langit yang beradu biru, pulau kecil-kecil yang memesona, bibir pantai dengan sunrise dan sunset yang lezat, dan penakaran anak hiu yang seru, tapi... Itu semua urung sudah. Berhubung tanggal yang kami rencanakan untuk menyebrang ke pulau Karimun Jawa dari pelabuhan Jepara ditiadakan. Walhasil untuk menutupi kekecewaan acara liburan, kami memutuskan melarikan diri ke Jogja dan sekitarnya.

Kami tiba di dermaga Jepara kurang lebih pukul 10 pagi tanggal 9 Maret, hari itu sabtu yang cerah walau memang cuaca hari-hari sebelumnya sangat buruk karena hujan terus, begitu juga cuaca yang ada di Jakarta. Pihak pulau juga mengatakan kepada kami kalau sampai hari kamis cuaca disana masih buruk maka uang muka akan di kembalikan, syukurlah hari jumat cuaca membaik walau pihak pulau belum memberi guarantee untuk bisa menyeberang pada sabtu paginya. Dengan harapan cuaca membaik, kami berangkat menuju semarang sabtu subuh. Dan ternyata memang bukan jodohnya, semua kapal tidak ada yang bisa menyeberang sampai tanggal 11 Maret karena gelombang laut bisa mencapai ketinggian 6 meter, begitu pihak BMKG menginfokan kepada semua orang yang sudah sampai di dermaga pagi itu. Kurang lebih ada 300 orang yang nasibnya sama seperti kami. Sedih? Iya. Tapi setidaknya kami dapat pelajaran berharga bahwa bulan yang bagus dan aman untuk menyeberang ke pulau atau wisata laut sejenis itu adalah sekitar April s/d September.

Surat Cinta dari Anakku

Few weeks ago my kid texted me, she told me she got German language tasks to create a letter about favourite teacher. Honestly, since me drowning in damn busyness and replaced by another teacher, I officially was not her teacher anymore. But she picks me. And this letter send by today, success mad…

[Film] Silver Linings Playbook


Pertama, saya penasaran apa yang buat film drama komedi ini begitu bagusnya sehingga masuk di banyak daftar nominasi Oscar 2013 dan Jennifer Lawrence menang sebagai Best Actress melalui film ini? Kedua, Bradley Cooper kan ganteng. Ketiga, sebelumnya saya kurang bisa menebak kalau dilihat dari poster filmnya yang berseliweran di XXI, film ini ada di kategori mana? Drama, romance, comedy atau lainnya. Menjawab ketiga alasan yang membuat saya penasaran akhirnya saya menonton film ini untuk kedua kalinya. Dialognya yang padat itulah yang buat saya ingin menonton untuk kedua kalinya, satu percakapanpun sayang untuk dilewatkan.

Film ini menceritakan tentang Pat (Bradley Cooper) yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa karena menderita mental disorder akut, Bipolar, yang diperparah setelah Pat memergoki istrinya selingkuh dengan guru di sekolah tempat dia mengajar. Dari situ hidupnya berubah, Pat kehilangan semuanya: istrinya, rumahnya, pekerjaannya dan dirinya sendiri. Walau tahu istrinya selingkuh, Pat masih terobsesi dengannya dan berusaha keras untuk sembuh hanya agar bisa kembali pada istrinya. Sayangya Pat masih dalam pengawasan RS dan polisi sehingga tidak memungkinkan dia untuk melakukan itu semua. Hal yang bisa dilakukan Pat adalah menulis surat, tetapi dia tidak tahu alamat istrinya. Lalu Tiffany (Jennifer Lawrence), wanita rapuh mantan pecandu sex yang tidak kalah juga gangguan mentalnya pasca ditinggal mati suami karena kecelakaan, datang memberi bantuan kepada Pat. Tiffany bersedia memberikan yang ditujukan Pat untuk istrinya tapi dengan satu syarat, Pat harus mau menjadi partner lomba tarinya. Tidak hanya bekerjasama dalam lomba tari, tanpa mereka sadari mereka berdua saling bekerjasama menyembuhkan satu sama lain.

Dan, bisa ditebak pada akhirnya, Pat dan Tiffany jatuh cinta dengan cara yang agak 'gila'. :D

Sepiring Tempe

"Aku gak butuh apa-apa lagi. Cuma butuh orang yang sayang sama aku; yang mau datang ke rumah kalau aku sakit, jam berapa aja, bawa segelas air putih."


image from anakfilm.com

Dialog itu, yang saya dengar dan lihat kurang lebih sebulan lalu waktu saya nonton premier film Rectoverso di Planet Hollywood. Normalnya sih kalau habis dengar itu cewek-cewek mendadak jadi melting atau kasihan atau terenyuh. Tapi... Saya malah tertawa.

Saya tertawa karena mengingat kejadian lama, waktu jaman masih hijau (halah). Kejadiannya kira-kira tahun 2000an awal, seperti ABG pada umumnya saya pernah mengalami cinta-cintaan layaknya remaja yang ada di sinetron. Satu cowok direbutkan dua orang, atau sebaliknya. Ada masa ketika orang yang saya suka ternyata menyukai teman dekat saya juga. Lalu pada akhirnya saya menyerah, malas berlarut-kalut pada hubungan yang sudah pasti salah. Saya bertanya kepadanya "pilih saya atau dia?" Dan hal yang paling saya ingat sampai sekarang, jawabannya atas pertanyaan saya itu, yang menjadi alasan saya tertawa ketika melihat dialog diatas adalah: "Apri, setiap hari aku butuh makan nasi dengan sepiring tempe. Tapi ada saatnya sesekali aku menginginkan seporsi Burger".

Ya. Saya adalah sepiring tempe.


back to top