04 February 2013

Buku: Prie GS, Sang Penggoda Indonesia

Kegalauan yang saya rasakan ketika membaca buku bagus adalah: antara ingin buru-buru sampai pada akhir cerita karena saking asyiknya, atau tidak ingin buru-buru menyelesaikan membaca karena sedih bacaan bagus akan segera berakhir. Dilema yang aneh. Maka pada sebagian buku yang saya rasa sayang untuk dibaca buru-buru, nasibnya tergeletak nyaman di samping kepala tempat tidur. Akan saya baca sebelum tidur atau pada suasana hati yang sedang baik atau malah bisa jadi terlupakan, karena mudah sekali mata ini teralihkan oleh bacaan lain. Salah satu buku yang menjadi korban pilih-pilih saya itu berjudul "Catatan Harian Sang Penggoda Indonesia" karangan Prie GS. Buku ini buat saya sangat spesial, sehingga baru dibaca 80 halaman (dari 440 halaman) tapi sudah diletakkan lagi "sayang ah dihabiskan, besok lagi saja dilanjutkan bacanya," pikir saya. Alhasil buku ini dilupakan hampir setahun lamanya dan baru kemarin malam saya membalik-balik lagi halamannya, terhibur lagi dengan isinya. Lalu saya berjanji dalam hati, buku ini harus dibaca terlebih dahulu. Lagipula saya memang pernah ada niatan untuk membuat postingan bukunya kang Prie GS ini.

Review



CATATAN HARIAN SANG PENGGODA INDONESIA
Renungan Sehari-Hari Seorang Budayawan,
Penuh Humor dan Kedalaman
Penerbit: Gramedia Pustaka utama
Jenis: Kolom, Catatan
Tebal: 440 Halaman
Harga: Rp. 55.000

Buku yang lumayan tebal ini berisi catatan sehari-hari penulis, komentar, gagasan, serta opininya terhadap situasi apa saja. Politik, sosial, keluarga, bahkan sampai kelelawar yang nemplok di rumahnya pun bisa jadi ceita lucu yang bagus. Tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini berkisah tentang hal yang sederhana tetapi bisa membuat saya berkaca, merenung sangat dalam, terpelintir dan tertawa-tawa geli sendiri. Menurut saya tidak banyak orang yang bisa menceritakan sesuatu kedalam tulisan secara sederhana sehingga menjadi bisa diterima oleh siapapun tanpa terkesan berat dan menggurui, Prie GS ini salah satunya.


Ada satu ceritanya yang berjudul "Anak yang Selalu Mencium Tangan Ibunya" yaitu cerita mengenai anak tetangganya sendiri yang memiliki Ibu dengan banyak orang memusuhinya, termasuk keluarganya sendiri karena sering kali bertengkar. Tetapi sang anak tidak pernah lupa untuk selalu meminta restu kepada Ibunya, mencium tangan Ibunya sebelum keluar rumah. Pada akhir cerita Prie GS menuliskan:
"Tetapi, anak ini mengesankan hati saya karena ia memandang itu semua dengan kacamata yang berbeda-beda. Ia seperti mengenakan banyak kacamata yang masing-masing cocok dengan obyeknya. Pertengkaran orangtuanya di depan umum adalah satu hal, dan rasa hormatnya kepada orang tua adalah hal lain. Ia berhasil memisahkannya dengan nyaris sempurna. Tangan sang Ibu itu selalu dia cium saat ia akan pergi. Sebuah cita rasa pamitan dengan adab tertinggi selalu ia peragakan setiap hendak bepergian. Bahwa orang tua boleh keliru, tetapi rasa hormat kita kepadanya, tidak boleh dikacaukan oleh sekadar kekeliruan. Betapapun besar cinta orangtua kepada anak-anaknya, selalu ada sisi kekurangan dari mereka. Tetapi anak yang selalu mencium tangan ibunya itu dengan tegas mengajari saya bahwa kekeliruan orangtua adalah satu hal, dan mencintai orangtua, adalah soal lain. Sungguh dua soal yang sering kali kita campur-adukkan."


Selain buku ini, saya juga punya dua seri novel karangan Prie GS berjudul Ipung. Novel yang saya cari-cari karena penasaran dengan ceritanya tetapi tidak juga ketemu di toko-toko buku. Mungkin sudah jodoh, akhirnya Ipung saya temukan pada tumpukan buku diskon di pameran buku dengan harga sangat murah. Setelah saya baca, novel remaja dengan kisah seorang anak desa yang sangat sederhana hidupnya dan bisa masuk sekolah elit karena beasiswa - lalu menghadapi konflik dengan teman sebaya yang sok berkuasa, konflik asmara dengan wanita cantik anak pengusaha yang ditentang orang tuanya, lalu konflik sekolah dengan konspirasi yayasannya - ini, buat saya tidak terlampau istimewa dari segi cerita. Mungkin usia saya yang sudah tidak abege lagi, atau mungkin espektasi saya yang sudah wah duluan terhadap cerita anak sekolahan yang ringan ini. Kalau saja saya membaca novel ini ketika masih berseragam dulu mungkin akan berbeda rasanya. Tapi, bukan Prie GS namanya kalau tidak ada kedalaman diksi pada setiap tulisannya. Novel ini sangat cocok untuk pelajar, anak sekolahan dan remaja yang ingin termotivasi.


Sekilas Tentang Prie GS

Prie GS adalah pencerita yang baik dan seniman yang serba bisa. Karir awalnya di bidang literasi sebagai wartawan koran membuat tulisan-tulisan Prie GS tidak bisa ditolak oleh pembaca dan penggemarnya sampai saat ini. Selain itu, kegiatan Prie GS adalah menjadi penyiar radio, pembicara talkshow dan pembawa acara utama pada salah program televisi. Prie GS juga mendalami piano dan gitar walau budayawan satu ini yakin bahwa musik bukan jalan hidupnya, namun karyanya berupa gambar karikatur berhasil membawa namanya sampai ke Jepang. Ya, Prie GS adalah kartunis juga.

Prie GS. Saya penasaran karena tidak tahu apa kepanjangan GS pada nama belakangnya itu. Beliau hanya selalu mengaku-ngaku GS adalah kepanjangan dari "Ganteng Sekali". Jawaban yang selalu dia tuliskan dengan lincah pada akun twitternya jika ada pertanyaan mengenai nama belakangnya itu. Saya jadi berpikir, kalau suatu hari nanti bisa membuat buku, maka nama pena yang saya pakai adalah Prie CS, "aPrie Cantik Sekali".

9 comments:

  1. cerita anak kecil yg mncium tangan org tuanya mengharukan mas...
    saya pngen baca bukunya nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan mas dicari, banyak cerita-cerita bagus lainnya di buku itu :)

      Delete
  2. Saya punya buku rangkuman dari buku tilogi Ipung judulnya, Hidup Ini Keras, Maka Gebuklah! Terbitan tahun 2012. Dan saya juga merasakan dilema untuk menyelesaikan buku ini atau menundanya, karena tidak mau cepat-cepat selesai dari bacaan yang bagus. Tapi saya sudah menyelesaikannya, dua kali malah. Prie gs memang sang penggoda indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga punya tapi belum dibaca. :))

      Delete
    2. Sedikit pemberitahuan saja, bahwa dalam buku itu banyak sekali typo hahaha

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)