APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Buku: Prie GS, Sang Penggoda Indonesia

Kegalauan yang saya rasakan ketika membaca buku bagus adalah: antara ingin buru-buru sampai pada akhir cerita karena saking asyiknya, atau tidak ingin buru-buru menyelesaikan membaca karena sedih bacaan bagus akan segera berakhir. Dilema yang aneh. Maka pada sebagian buku yang saya rasa sayang untuk dibaca buru-buru, nasibnya tergeletak nyaman di samping kepala tempat tidur. Akan saya baca sebelum tidur atau pada suasana hati yang sedang baik atau malah bisa jadi terlupakan, karena mudah sekali mata ini teralihkan oleh bacaan lain. Salah satu buku yang menjadi korban pilih-pilih saya itu berjudul "Catatan Harian Sang Penggoda Indonesia" karangan Prie GS. Buku ini buat saya sangat spesial, sehingga baru dibaca 80 halaman (dari 440 halaman) tapi sudah diletakkan lagi "sayang ah dihabiskan, besok lagi saja dilanjutkan bacanya," pikir saya. Alhasil buku ini dilupakan hampir setahun lamanya dan baru kemarin malam saya membalik-balik lagi halamannya, terhibur lagi dengan isinya. Lalu saya berjanji dalam hati, buku ini harus dibaca terlebih dahulu. Lagipula saya memang pernah ada niatan untuk membuat postingan bukunya kang Prie GS ini.

Review



CATATAN HARIAN SANG PENGGODA INDONESIA
Renungan Sehari-Hari Seorang Budayawan,
Penuh Humor dan Kedalaman
Penerbit: Gramedia Pustaka utama
Jenis: Kolom, Catatan
Tebal: 440 Halaman
Harga: Rp. 55.000

Buku yang lumayan tebal ini berisi catatan sehari-hari penulis, komentar, gagasan, serta opininya terhadap situasi apa saja. Politik, sosial, keluarga, bahkan sampai kelelawar yang nemplok di rumahnya pun bisa jadi ceita lucu yang bagus. Tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini berkisah tentang hal yang sederhana tetapi bisa membuat saya berkaca, merenung sangat dalam, terpelintir dan tertawa-tawa geli sendiri. Menurut saya tidak banyak orang yang bisa menceritakan sesuatu kedalam tulisan secara sederhana sehingga menjadi bisa diterima oleh siapapun tanpa terkesan berat dan menggurui, Prie GS ini salah satunya.


back to top