11 December 2012

Starbucks and The Buggers

image from http://i.ytimg.com/vi/EvOOLcn65h4/0.jpg

Buggers disini tentu saja bukan serangga asli. Saya bukan akan bercerita mengenai mal praktek para barista starbucks yang silap kreasi minumannya kemasukan serangga, rambut atau pernak-pernik lainnya. Walaupun pasti ada beberapa langganan yang kedapatan ekstra topping seperti itu :p. Saya menyebut buggers untuk pencuri, maling, tukang tilep dan pengganggu sejenisnya biar terdengar lebih keren karena aksinya juga keren (ya kali nyuri keren).

Kemarin malam untuk kedua kalinya saya nongkrong di kafe KFC salemba. Pertama kali kami datang kesana ada kejadian yang cukup menghebohkan pengunjung di lantai dua. Dimana ada sekelompok pengunjung, se-geng, salah satu diantara mereka kecurian laptop, padahal belum lama duduk disana. Saya dan hampir semua pengunjung di lantai dua itu tidak tahu detail kejadiannya karena tidak ada yang ngeh juga. Jangankan saya dan pengunjung yang lainnya, teman mereka yang sedari tadi duduk disebelahnya pun tidak was kalau ada orang mencurigakan, menilep laptop nganggur itu. Sejak kejadian itu, setiap kami kesana pasti saling mengingatkan, hati-hati tas terbuka, hati-hati tabnya, hati-hati handphone nganggur diatas meja. Kewaspadaan jadi meningkat, entah kepada siapapun orang yang lewat.

Kenalan saya kemarin bercerita hal yang sama pada pengunjung starbucks. Dia mengatakan bahwa sudah banyak kejadian seperti itu, yang kerennya di starbucks. Pelaku mengincar tempat-tempat nongkrong elite dengan strategi mencuri yang sudah terorganisir. Biasanya dilakukan lebih dari dua orang, ada yang terlihat seperti pasangan bahkan keluarga. Aktingnya seperti ini: peran bapak bekerja menutupi CCTV, si anak mengecohi security dan si ibu berhadapan langsung dengan mangsa. Biasanya bermodus pura-pura meminjam kursi atau lewat ketika pengunjung teralihkan kosentrasinya. Adapula yang berakting dengan sangat santun, wanita sopan berhijab contohnya. Lalu ketika kehilangan siapa yang bisa disalahkan? KFC, Starbucks dan tempat-tempat makan lainnya walaupun mereka dilengkapi dengan security dan CCTV tetap saja tidak bisa memberi guarantee atas barang yang hilang. Pada akhirnya.... disana hanya tersisa kekecewaan dan kesedihan sang korban.


Saya tidak akan mengajak orang-orang untuk menaruh curiga pada sosok-sosok seperti diatas itu. Bisa saja ada satu keluarga atau wanita berhijab yang memang baik, lalu kita luput pada sosok-sosok, penampilan-penampilan lainnya yang mungkin akan berbuat jahat. Hidup di perkotaan metropolis membuat kita tidak bisa sepenuhnya menutup dugaan buruk atau membuka dugaan baik kepada orang-orang asing, bagaimanapun stereotipnya. Anak-anak lugu, orang dewasa yang nampak biasa, pria berpeci, pria berdasi, wanita seksi, wanita berkalung sorban (ini judul film) semua bisa dibuat perannya oleh orang-orang yang "berkepentingan" itu. Mengapa biasanya penipu menggunakan sosok yang nampak baik, lugu atau sosok yang dibuat sedemikian rupa sehingga orang-orang tidak akan berpikir bahwa dia pelaku jahatnya? karena kita dibesarkan oleh stereotip tersebut, jadinya secara tidak langsung kita akan mengotak-kotakan orang. Orang baik bentuknya seperti ini, orang jahat bentuknya seperti ini. Padahal bisa saja ilusi kebaikan yang nampak jelas akan mengabaikan hal-hal buruk yang mungkin tersembunyi. Begitu pula sebaliknya, ilusi keburukan yang nampak jelas akan mengabaikan hal-hal baik yang mungkin tersembunyi.

Buat saya pribadi kadang hal seperti ini jadi sebuah dilema. Disatu sisi saya ingin berbuat baik saja tanpa berprasangka yang bukan-bukan terlebih dahulu kepada orang lain, disisi lain saya takut sikap seperti itu malah akan merugikan diri sendiri. Seperti broadcat message yang dulu sempat heboh dengan modus seorang anak kecil tersesat dijalan lalu dia ingin seseorang yang menemukannya (disini incarannya adalah wanita) mengantarkannya ke alamat tertulis pada secarik kertas kecil, ditempat tersebut tentu saja penjahat-penjahat sudah menanti.



Hiy Selem!

Siapapun pasti akan merasa iba jika melihat anak kecil dijalan yang sedang kesusahan terlebih lagi wanita. Tapi dijaman sekarang kalau kita tidak waspada dan mudah percaya malah mungkin akan merugikan diri sendiri. Lebih baik diselidiki dulu, minta tolong security terdekat atau ke kantor polisi sekalian daripada mudah percaya. Karena kejahatan bisa ada dimana saja dan macam-macam bentuknya. Asal tidak tampak berlebihan saja ketika mencurigai orang, jangan sampai innocent yang kebetulan memang butuh pertolongan jadi tidak nyaman kepada kita karena merasa dituduh. Hehehe, terdengar skeptis dan insecure ya. Ya, begitulah orang-orang kota.

2 comments:

  1. pasti di KFC salemba hari jum'at ya?? *MencobaNebak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya kejadiannya hari senin, sehari setelah saya bikin potingan ini :)

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)