08 December 2012

#BeforeMidnight Sapi, Itik dan Biri-iri

Tujuan utama dari tulisan ini sebenarnya adalah saya ingin beropini, atau maksudnya menyanggah pendapat orang, teman baik saya sendiri, dimana lugunya amat sangat kelewatan dalam hal menyimpulkan sesuatu. Lalu akan saya rekam pada postingan ini, syukur-syukur bisa jadi esai (ngarep). Tetapi ide lain muncul ketika seseorang (sebut saja Triani, 25 tahun, jomblo, gemar membaca blog saya) yang menginginkan saya menulis hal tentang dia di blog melalui mention twitter. Mungkin seperti Lynn atau anak-anak didik yang sering saya ceritakan pada postingan-postingan sebelumnya. Saya pikir kenapa tidak, sepanjang blog pribadi bisa berfungsi sebagai jurnal atau perekam kejadian dan sosok orang-orang terdekat pada lingkaran hidup kita yang bisa kita bolak-balik halamannya ketika tua nanti. Blog as your life story album. Sounds so worth, isn't it? But Triani, maybe I'll write about you on another post. 

Gambar yang ada disamping ini Erna, biasa saya panggil bocil atau piyik. Karena kelakuan brengsek saya yang senang mengganti nama orang-orang terdekat dengan sebutan apa saja agar terdengar lucu dan akrab, biasanya sih karena faktor fisik atau kebiasaan orang tersebut, akhirnya saya panggil dia bocil. Sampai sekarang, karena dosa saya itu, orang-orang di kantor ikut memanggil dia bocil. Kami memang satu kantor, dia masuk terlebih dahulu sedangkan saya baru satu tahun kurang ada di kantor itu. Erna dan saya sudah kenal lebih lama, kurang lebih sudah tujuh tahun kami berteman. Sebelumnya dia adalah roommate, satu kamar kosan, bahkan satu jurusan perkuliahan. Tapi jangan kira saya tidak bisa pisah dengan dia sampai sebegitunya ikut-ikutan pengen satu kantor, jangannn...


Bontot dari sembilan bersaudara yang sampai lulus SMA dibesarkan di solo ini adalah teman baik saya yang kecil badannya, halus logatnya (tipikal gadis solo yang tidak enakan) tetapi besar nyali dan tenaganya. Mijitnya pinter banget! Erna bilang, waktu kecil dulu almarhum bapake dan ibune sering minta dipijet atau diinjak-injak punggungnya ketika lelah, setelah itu dia dapat upah uang lima ratus perak atau sepiring bakso. Mungkin karena kesenangan upah itu juga skill massagenya jadi terasah, hahaha. Kalau tidak ada Erna pun saya bisa kerepotan ketika sakit datang bulan melanda, mulai dari mijitin, cari obat, dan makan. I'm safe.

Hal yang menyejajarkan kami adalah pizza. Yes! We are PizzaHut lovers. Sampai akhirnya waktu semester akhir dimana tidak ada kelas sama sekali melainkan hanya tugas akhir di kampus, kami berdua melamar sebagai magang mbak-mbak PizzaHut, dan hasilnya... Failed. Sales CityBank, model photo amatiran sampai casting sana-sini yang dapat peran cuma figuran dengan bayaran lima puluh ribu rupiah, lalu uangnya habis hari itu juga buat makan KFC. Hahaha, hal-hal setengah nekat selebihnya niat yang hasilnya selalu gagal seperti itu tidak mungkin saya lakukan tanpa Erna. Teman bicara saya sebelum tidur. Wanita yang tidak bisa saya keraskan sama sekali, pernah sekali, langsung nangis seketika dan membuat saya menangis pula pada akhirnya. Masa-masa seperti itu yang selalu jadi bunga pembicaraan kami, waktu berharga yang seandainya bisa, akan saya simpan di depopsit box bank agar tidak hilang.

Sore itu di samping taman pada perjalanan menuju kantor Erna bercerita tentang anjing, sapi, itik dan biri-biri yang hidup pada satu peternakan. Saya menyimak tanpa sela, lalu dia meneruskan. Suatu hari anjing ingin bermain dengan hewan-hewan di peternakan. Maka anjing datang menghampiri hewan-hewan ternak lainnya, tetapi hewan ternak lainnya merasa terganggu dengan kehadiran anjing. Sehingga sapi berkata. "hei anjing pergi sana, kamu hewan tidak berguna. lihat aku menghasilkan daging dan susu yang bergizi tinggi sehingga majikan sayang kepadaku." mendengar perkataan sapi membuat itik menyela, "bukan kamu semua yang paling disayang tetapi aku, lihat majikan bisa mengambil semua telur setiap hari dari kandangku sehingga mereka bisa sarapan setiap pagi. Aku lebih berguna!." melihat keramaian itu biri-biri datang menghampiri mereka, anjing senang karena mengira biri-biri ingin bermain dengannya, alih-alih bermain dia malah dengan ketus mengatakan "kalian semua tidak berguna, akulah yang paling disayang majikan. Lihat bulu-buluku yang lebat ini, mereka mengambilnya untuk bahan baku benang wol sehingga bisa dibuat karpet atau pakaian untuk menghangatkan badan mereka. Jadi jelas-jelas aku lebih disayang." melihat debat kusir itu anjing menjadi murung dan kemudian pergi meninggalkan mereka. Lalu anjing bertemu dengan babi diperjalanan pulang. Melihat anjing yang murung membuat babi mengatakan "anjing kalau kamu ingin tahu siapa yang paling disayang majikan, coba kamu buktikan, ketika majikan pulang sambutlah dia dengan penuh sukacita". Dan benar saja ketika majikan pemilik peternakan pulang, anjing melompat langsung kepada badan tuannya. Tuannya menyambut senang, mengelus-elus bulunya, dan bergelindingan dilantai dengannya. majikan bilang "kamu begitu menyenangkan anjing".

Selesailah dia bercerita yang membuat saya melongo dan bertanya, apa maksudnya? karena saya pikir dia akan bercerita sesuatu yang lain mengenai dirinya seperti setiap hari. Dan saya hanya menimpali ceritanya dengan "terusss..?" "Ya itu, dari situ jadinya aku dapat ilham kalau yang paling penting supaya disayang itu bukan bagaimana kita berguna tapi hal-hal menyenangkan yang kita bisa berikan." Hahahaha! saya mau tertawa saat itu juga tetapi tidak jadi alias tidak tega. Erna baru saja dapat pelajaran hidup yang menurut saya bukan itu makna sesungguhnya dari cerita tersebut. Kesimpulan Erna tidak salah, begitu pula kesimpulan saya yang mungkin tidak benar. Hanya berbeda cara pandang. Ya itulah Erna, Erna karib saya yang menyenangkan :)

4 comments:

  1. macaci artinya bkn kyk gitu? mang makna crita itu apa yah?

    heh...kau harus mengakui klo lu ga bisa jauh dr gw makanya ngikutin sekantor gw...hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih ih yang diomongin dateng, yang punya blog kabur aja akh! haha ((((( '-')

      Delete
  2. Perlakuan menyenangkan yang kita berikan belum tentu akan dibalas dengan hal yang sama :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, teman saya satu itu memang unik pola pikirnya :))

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)