APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Taman Krida Loka

Pagi tadi untuk kedua kalinya saya jogging di Taman Krida Loka. Taman Kota yang letaknya dikawasan Gelora Bung Karno dengan pintu masuk persis di belakang kolam renang GBK ini jadi alternatif yang bagus buat para pecinta lari, penikmat jalan santai dan suasana yang hijau-hijau.

Bapak yang berdiri dibelakang gerbang ini nih sudah mangkal dari pagi sambil menenteng segepok tiket -persis seperti polisi lalu lintas yang siap nilang pengendara motor sial -adalah kuncen tamannya. Kita wajib membayar tiket sebesar Rp 6.000 untuk menikmati fasilitas. Beruntung kalau pas gak ada bapaknya, bisa masuk gratis :p

Di belakang pintu masuk disediakan kursi-kursi sederhana untuk duduk santai sambil makan gorengan, lontong iket dan bihun kecap pakai sambel kacang (˘ڡ˘), Ada yang jual lho disamping itu. Kalau gak kuat-kuat iman rusak deh manfaat lari berkilo-kilo.

Buku: Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu

TUHAN MAHA TAHU, TAPI DIA MENUNGGU
Pengarang: Leo Tolstoy (Rusia: Lev Nikolayevich Tolstoy)
Penerbit: Jalasutra
Jenis: Cerpen, Sastra
Tebal: 400 halaman
Harga: Rp. 65.000


Dari judulnya saja sudah bikin cekat-cekot, ya? Bukan, ini bukan novel religi apalagi buku agama. Buku ini adalah cerpen klasik tahun 1800-an. Sebelum membaca cerpen ini saya belum kenal satupun karya-karya Leo Tolstoy. Setelah membalik halamannya, kemudian terkesan dengan intro penerbitnya, dan membaca dua judul cerpennya, saya langsung memutuskan mencari buku Tolstoy lainnya di goodreads. Buku ini adalah satu dari tiga buku yang saya dapat di stand Jalasutra pada Pameran Buku Indobookfair November lalu. Fyi penerbit Jalasutra sedang sale akhir tahun, lho. All item diskon 30%. 


Review

Judul-judul cerpen dalam buku ini:
1. Ilyas
2. Sebutir Gandum dari Tanah Tuhan
3. Setelah Pesta Dansa
4. Alyosha
5. Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu
6. Berapa Luaskah Tanah yang Diperlukan Seseorang?
7. Tujuh Belas Tahun Kemudian
8. Ziarah
9. Kebahagiaan Keluarga
10. Tuhan dan Manusia
11. Matinya Ivan Ilyich

Spa di Rumah Yuk!

SPA. Yang terbayang oleh kita saat melihat atau mendengar kata itu adalah serangkaian perawatan mewah wanita urban jaman sekarang. Barang mewah sudah pasti tidak murah, dan dilakukan hanya sesekali saja tentunya pada salon atau tempat-tempat spa. Padahal spa sudah ada jauh sebelum salon dan tempat spa pertama kali dibuka. Sejak dari jaman Mesir kuno sampai kekeratonan jawa berdiri, wanita-wanita jaman dahulu menjaga kecantikan dan kesehatan tubuhnya dengan rutin melakukan kegiatan seperti luluran, pemijatan atau berendaman dengan bahan-bahan alami langsung dari alam. Gak heran ya kalau wanita jaman dahulu itu jauh dari penyakit (khususnya penyakit kulit) yang bersumber dari bahan dan obatan kimia. Berangkat dari situ pula, saya selalu memilih produk perawatan kulit dengan bahan yang alami.

Saya yakin hampir tidak ada wanita yang bisa menolak bila disuguhkan treatment kecantikan dan kebersihan badan, kulit dan wajah yang mulus sempurna, lembut dan kencang layaknya pantat bayi atau segar berseri-seri seperti abege 17 tahun. Hehehe, Let me guess, bener kan? Demi itu semua, rela deh merogoh kocek dalam-dalam. Tapi seiring dengan mobilitas wanita dijaman ini yang semakin tinggi, rutinitas diatas sering kali terlewatkan. Aktivitas di kampus, bergulat dengan pekerjaan ataupun urusan rumah tangga membuat wanita kehilangan waktu untuk merawat diri sendiri. Belum lagi salon-salon kecantikan atau tempat spa yang tidak selalu dekat jaraknya. Atau kendala biaya yang tidak murah (apalagi akhir bulan begini) pastinya mikir dua kali untuk datang ke salon atau sekedar massage ditempat spa. Alhasil badan jadi kurang seger, mood jadi berantakan, dan bawaannya sepanjang hari gak enak melulu. Padahal nih... Merawat tubuh untuk mengembalikan kesegaran dan kecantikan itu gak harus ribet dan mahal, gak harus pula mengunjungi salon-salon atau tempat spa mewah lainnya. Cukup dirumah sendiri, setel musik tenang, hirup aromaterapi. Dan.... Empat botol ajaib ini. Tara...! Jadi deh spa mewah :D



Urutan produk pada gambar:
SARIAYU Body Splash Cologne Eksotika Tanjung, SARIAYU Minyak Urut Zaitun, SARIAYU Body Lotion Harmoni, dan SARIAYU Lulur Spa 2 in 1 with Red Algae.


Starbucks and The Buggers

image from http://i.ytimg.com/vi/EvOOLcn65h4/0.jpg

Buggers disini tentu saja bukan serangga asli. Saya bukan akan bercerita mengenai mal praktek para barista starbucks yang silap kreasi minumannya kemasukan serangga, rambut atau pernak-pernik lainnya. Walaupun pasti ada beberapa langganan yang kedapatan ekstra topping seperti itu :p. Saya menyebut buggers untuk pencuri, maling, tukang tilep dan pengganggu sejenisnya biar terdengar lebih keren karena aksinya juga keren (ya kali nyuri keren).

Kemarin malam untuk kedua kalinya saya nongkrong di kafe KFC salemba. Pertama kali kami datang kesana ada kejadian yang cukup menghebohkan pengunjung di lantai dua. Dimana ada sekelompok pengunjung, se-geng, salah satu diantara mereka kecurian laptop, padahal belum lama duduk disana. Saya dan hampir semua pengunjung di lantai dua itu tidak tahu detail kejadiannya karena tidak ada yang ngeh juga. Jangankan saya dan pengunjung yang lainnya, teman mereka yang sedari tadi duduk disebelahnya pun tidak was kalau ada orang mencurigakan, menilep laptop nganggur itu. Sejak kejadian itu, setiap kami kesana pasti saling mengingatkan, hati-hati tas terbuka, hati-hati tabnya, hati-hati handphone nganggur diatas meja. Kewaspadaan jadi meningkat, entah kepada siapapun orang yang lewat.

Kenalan saya kemarin bercerita hal yang sama pada pengunjung starbucks. Dia mengatakan bahwa sudah banyak kejadian seperti itu, yang kerennya di starbucks. Pelaku mengincar tempat-tempat nongkrong elite dengan strategi mencuri yang sudah terorganisir. Biasanya dilakukan lebih dari dua orang, ada yang terlihat seperti pasangan bahkan keluarga. Aktingnya seperti ini: peran bapak bekerja menutupi CCTV, si anak mengecohi security dan si ibu berhadapan langsung dengan mangsa. Biasanya bermodus pura-pura meminjam kursi atau lewat ketika pengunjung teralihkan kosentrasinya. Adapula yang berakting dengan sangat santun, wanita sopan berhijab contohnya. Lalu ketika kehilangan siapa yang bisa disalahkan? KFC, Starbucks dan tempat-tempat makan lainnya walaupun mereka dilengkapi dengan security dan CCTV tetap saja tidak bisa memberi guarantee atas barang yang hilang. Pada akhirnya.... disana hanya tersisa kekecewaan dan kesedihan sang korban.


Sapi, Itik dan Biri-iri

Tujuan utama dari tulisan ini sebenarnya adalah saya ingin beropini, atau maksudnya menyanggah pendapat orang, teman baik saya sendiri, dimana lugunya amat sangat kelewatan dalam hal menyimpulkan sesuatu. Lalu akan saya rekam pada postingan ini, syukur-syukur bisa jadi esai (ngarep). Tetapi ide lain muncul ketika seseorang (sebut saja Triani, 25 tahun, jomblo, gemar membaca blog saya) yang menginginkan saya menulis hal tentang dia di blog melalui mention twitter. Mungkin seperti Lynn atau anak-anak didik yang sering saya ceritakan pada postingan-postingan sebelumnya. Saya pikir kenapa tidak, sepanjang blog pribadi bisa berfungsi sebagai jurnal atau perekam kejadian dan sosok orang-orang terdekat pada lingkaran hidup kita yang bisa kita bolak-balik halamannya ketika tua nanti. Blog as your life story album. Sounds so worth, isn't it? But Triani, maybe I'll write about you on another post. 

Gambar yang ada disamping ini Erna, biasa saya panggil bocil atau piyik. Karena kelakuan brengsek saya yang senang mengganti nama orang-orang terdekat dengan sebutan apa saja agar terdengar lucu dan akrab, biasanya sih karena faktor fisik atau kebiasaan orang tersebut, akhirnya saya panggil dia bocil. Sampai sekarang, karena dosa saya itu, orang-orang di kantor ikut memanggil dia bocil. Kami memang satu kantor, dia masuk terlebih dahulu sedangkan saya baru satu tahun kurang ada di kantor itu. Erna dan saya sudah kenal lebih lama, kurang lebih sudah tujuh tahun kami berteman. Sebelumnya dia adalah roommate, satu kamar kosan, bahkan satu jurusan perkuliahan. Tapi jangan kira saya tidak bisa pisah dengan dia sampai sebegitunya ikut-ikutan pengen satu kantor, jangannn...


back to top