10 November 2012

[Film] Bunraku


"There's not enough love in this world, not enough money to prevent this ancient circle from coming around again. When the time is ripe, evil will rise; personified in our case with a wood cutter."

Dua bulan terakhir penonton bioskop Indonesia dimanjakan dengan film-film bagus. Sebut saja Bourne legacy, TED, Bunraku, Premium rush, Raven, Dredd, Looper, Alex Cross sampai yang paling klimaks, Skyfall. Mana yang paling menarik buat saya? Bunraku! Bukan yang paling bagus tapi yang paling unik. Film bagus versi saya adalah film yang tidak cepat ditinggalkan kesannya. Bunraku ini salah satunya, yang membuat saya ingin nonton-ingin nonton lagi. Sebenarnya film ini sudah tayang dari tahun 2011 lalu yang entah mengapa di indonesia baru diputar, dan sering kali film spesial seperti ini hanya di putar sebentar di bioskop. Kalau di lihat dari cover film serta judulnya, pertama kali yang saya pikir pasti film ini genrenya tidak beda jauh dengan dragon ball atau Mortal Kombat, ternyata beda.


Bunraku menceritakan kisah klasik heroik tentang harga diri, persahabatan, balas dendam dan cinta. The drifter (Josh Hartnett) yang entah dari mana datang menantang Nicola (Ron Perlman), sang wood cutter yang merupakan penjahat nomor satu pada jamannya. Kemudian dibantu oleh Yoshi (Gack), seorang samurai Jepang yang ingin merebut kembali pusaka keluarganya. Bagaimana cara mereka sampai pada Nicola yang dilindungi berlapis-lapis anak buah dengan medan menuju markasnya yang sulit merupakan konflik utamanya. Uniknya film ini ada pada gaya story tellingnya. Jadi, sepanjang film saya memang merasa seperti di dongengi atau sedang menonton pertunjukkan teater dengan latar layout film yang sengaja terlihat diganti-ganti. Bahkan ada adegan action perkelahian yang di setting seperti permainan game Sega jepang lengkap dengan musik-musik ketika kita berhasil mengalahkan penjahat dan dapat bonus ~Tuingg ~Tuingg. Saya ingat sekali ini, lucu!


Bunraku juga mengobati kerinduan saya pada sosok Josh Hartnett yang dulu menghiasi majalah-majalah remaja pada era saya SMP, waktu itu film booming yang dia perankan Pearl Harbor. Gantengnya tidak menyusut, dulu cute sekarang berubah jadi sangat pria, agak gahar. Sosok bold di Bunraku menurut saya adalah Yoshi, "like a fish", pada suatu dialog film mengatakan. Dingin dan kaku. Tapi saya heran lekaki kok mukanya bisa sangat wanita begitu, cantik dan sangat mulus. Lagi nonton malah mikir itu mukanya dipakein apa yah Demi Moore aja jadi kalah cantik disitu?

Di Jepang, Bunraku artinya adalah Teater seni boneka dengan iring-iringan musik yang berasal dari Osaka. Kalau di Indonesia ada seni pertunjukkan wayang. Hampir-hampir mirip keduanya, hanya saja pada Bunraku, satu boneka bisa didalangi oleh tiga orang yang memegangi muka, tangan dan kaki. Dan pertunjukkannya pasti pada panggung dengan penyanyi sekaligus sebagai naratornya. Sangat banyak unsur jepang pada film ini dan hubungannya Bunraku versi film dengan versi pertunjukkan boneka Jepang dapat Anda saksikan sendiri. Happy watching!

No comments:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)