APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Curhat Anak dan Kuliner RM Meutia

Sabtu kemarin bertepatan dengan cuti panjang idul adha, akhirnya... kesampaian juga saya bertemu dengan anak-anak. Urusan skripsi tempo lalu menumpuk janji saya untuk mengunjungi mereka. Janji berkunjung sehabis lebaran Idul fitri kemarin, tepat terbayar sehabis lebaran kurban. So sorry kids :(... Walau status saya bukan privat tutor mereka lagi, komunikasi dan kedekatan kita gak ada yang berubah. Saya ke mereka berasa punya dua anak perempuan tanpa rasa sakit melahirkan gitu, hehe..

Biasanya orang tua selalu merasa anak tetaplah anak-anak, walaupun si anak sudah segede kulkas, suaranya sudah seberat drum isi 220 kg dan kumisnya sudah selebat hutan hujan tropis, tetap saja mereka pikir kita itu masih bayi polos yang imut-imut. Babies with bigger body only. Yah, kurang lebih seperti itu juga rasa saya ke mereka. Walau sudah SMA tetap saja saya pikir mereka itu masih SD. Saya masih berpikir mereka sebesar yang saya tahu ketika kita pertama kali bertemu. Anak-anak didik lucuku. Adek-adek inspirasi saya yang cita-citanya seluas mandala. Yang sulung ingin jadi koki dan owner restaurant, yang bungsu ingin jadi pengusaha seperti ibunya. Yang kisahnya pernah saya tuliskan di sini

Buku: Kisah-Kisah Tengah Malam


KISAH-KISAH TENGAH MALAM
Pengarang: Edgar Allan Poe
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jenis: Cerpen, Horor, Misteri
Tebal: 248 halaman
Harga: Rp. 40.000

Buku ini saya lihat pertama kali di jajaran buku-buku sastra lama, dan ternyata buku yang terdiri dari kumpulan tiga belas cerpen ini memang sudah lama ditulis pada pertengahan abad ke-18. Angkatan romantisme saya pikir, seperti temannya Mark Twain atau Jane Austin? Bedanya ternyata Poe adalah bapaknya penulis cerita horor dan misteri. Dan saya setuju kalau ada yang bilang cerita Sherlock Holmes, penulis Agatha Christie atau seri komik Detektif Conan atau Kindaichi yang sering saya baca jaman SMA dulu di inspirasi oleh Edgar Allan Poe. Seperti yang sudah saya tulis diatas, buku ini berisi kumpulan cerpen lepas, jadi bukan buku yang dibuat asli oleh penulis melainkan cerita-cerita penulis yang dikumpulkan penerbit lalu dibukukan.

Pembaca dibuat menjadi tokoh pertama disetiap ceritanya, bisa jadi pembunuh berdarah dingin, saksi pembunuhan atau korban kematian. Horor dan mencekam. Gotik dan Gelap. Oke, gak seburuk itu juga sih karena masih ada aliran romantisme sedikit. Semua cerita bergaya detail dan halus yang menyamankan pembacanya. Berhubung saya penakut, tetap saja buku ini bikin merinding. Cerita yang mendunia katanya sih Black Cat (Kucing Hitam) yaitu cerita seorang pria yang tadinya bersifat sangat baik dan berubah menjadi sangat jahat lalu membunuh istrinya dan menanamkan mayatnya di dalam tembok. Judul cerita kesukaan saya "Obrolan dengan Mummy" dan "Jurang dan Pendulum". Cerita-cerita di dalam buku ini makin menguatkan saya, betapa hebatnya penulis sastra klasik.

back to top