23 August 2012

Lebaran, Liburan dan Keracunan

Tahun ini, hampir enggak ada yang berbeda dari momen-momen Idul Fitri tahun kemarin, Shalat Id, maaf-maafan, makan ketupat dan Silaturahmi keluarga besar. Yang berbeda dan yang sulit untuk dituliskan itu momen spiritualnya. Ramadan dan Lebaran apa cuma jadi momen yang numpang lewat atau momen untuk refleksi dan introspeksi. Hmmm, yang paling saya suka sih momen pujian dari kerabat dekat (ya, taroh lah saya narsis). "Kamu Keliatan lebih lebar ya?" "Maksudnya gendut?" "Bukan tapi lebih lebar aja" Huwaa saya seneng bukan kepayang dibilang kayak gitu sama beberapa orang sekaligus. Abisan udah bosen dibilang kurus, padahal betis sama lengan bahenol gini masih aja dibilang kurus. Momen mandiin ponakan yang nakalnya sampai minta ditabok pake raket nyamuk, tapi lucu-lucu jadi gak tega deng. Satu lagi, momen jalan-jalan.

Mulai dari tahun kemarin, saya dengan beberapa teman ex-kampus menghabiskan waktu liburan lebaran dengan jalan-jalan. Daripada mati bosan sama ketupat dan cuma gegeloran di kasur jadilah kita yang nyisa di Jakarta ini rekreasi mudik ke kota sebelah (gak mau kalah sama yang mudik beneran). Tahun lalu kami ke Bandung dan Ciwidey. Perjalanan yang sangat abu-abu dan penuh tragedi tapi seru. Tahun ini seperti tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, akhirnya kita putuskan liburan ke Puncak aja, yang lebih dekat, ke Cimory resto. Makanan enak dan suasana resto yang cihuy udah kebayang di perjalanan tol jagorawi menuju puncak. Tapi sayang, akhirnya kami harus belok ke arah Bogor karena transportasi yang tidak memadai. Kopling mobil rusak, hik.


Sesampainya di Bogor gak terlalu kesulitan cari tempat makan, banyak tempat wisata kuliner yang enak-enak, akhirnya kita pilih resto Macaroni Panggang. Kali kedua saya kemari, waktu itu malam hari dan tidak terlalu ramai seperti lebaran saat ini. Kurang lebih kita harus menunggu setengah jam untuk bisa dapat meja makan. Menu yang dipesan: Macaroni panggang, Lasagna gulung, Asinan, Kentang goreng 2 piring cukuplah membuat full perut enam orang yang sudah kelaparan dari tadi siang. Makanan yang paling Recomended buat saya Lasagna gulung, enak banget! Terdiri dari tiga rasa: tuna, beef dan ayam. Di tiap lembar potongannya ada mayonnaise, telur, dan sayuran.

Macaroni Panggang dan kawan-kawannya

Dan kejadian tidak enak sehabis makan, lidah saya kelu. Entah karena alergi makanan atau salah satu indikasi mau kena radang. Belum terlampau saya pikirkan karena sifatnya masih biasa saja. Pulang makan kita sempatkan beli oleh-oleh di Venus roti unyil. Ngantrinya bikin urut dada. Sampai gantian keluar toko cuma buat napas. Oksigen aja berebutan, wuihhh! Pulang dari Bogor sekitar pukul lima. Sampai di Jakarta saya ada janji makan besar lagi, hajatan ulang tahun teman di Pulau dua. Happy Birthday Nita! \(^.^)/.

Pasta dan Seafood. Perut ini udah jadi lautan makanan enak. Dan memang benar, ternyata yang berlebihan itu tidak baik sodara-sodara. Esok paginya saya sakit, tepatnya kemarin. Malamnya saya kontak Rani, teman dekat yang ngerti masalah kesehatan, dia bilang saya keracunan dan harus minum susu atau soda sampai muntah. Enam kaleng Bear Brand habis sudah dalam tempo 15 menit dan enggak muntah juga (heran, itu sebenernya doyan apa gimana?) Untungnya Worth, pusing saya hilang cuma perut dan badan masih lemes aja.

Saya jadi ingat buku Ajahn Brahm, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya jilid 3! Dia menuliskan disalah satu judulnya (yang kebetulan) Keracunan Makanan: "Tubuh akan memberitahu Anda apa yang dia butuhkan, jika Anda mendengarkan tubuh ini." Ceritanya waktu Pak Ajahn ini keracunan makanan dia berinisiatif untuk banyak minum air putih, waktu kena diare juga dia berinisiatif makan banyak garam. Intuisinya karena dia mendengarkan apa yang tubuhnya butuhkan. Waktu antri di Venus saya terus-terusan menatap susu UHT, entah mengapa rasanya pengen minum itu disamping ada botol minuman lainnya, es cendol dan es krim durian yang menyapa-nyapa minta dibeli. Saya sangat pengen minum susu UHT, tapi akhirnya gak di beli. Rupanya saya tidak mendengarkan apa yang tubuh saya butuhkan

Kalau kata mamak lain lagi, dia bilang jangan diomongin dan kegirangan kalau lagi gemuk. Ada aja nanti sakitnya yang bikin kurus lagi. Istilahnya jangan jumawa ya mak? Oke deh, besok-besok kalau ada yang bilang saya gemukan: "ah bisa aja, cuman pake shampo kok."

1 comment:

  1. Cuma pake shamponya menetralisir drama diatas :) lucu prie

    Bunda neno

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)