Pilih Cagub-Cawagub Nomor Berapa?


Siapa yang kantornya libur besok untuk nyoblos Cagub dan Cawagub Jakarta?

Tapi ada juga sebagian teman yang hanya dapat jatah off setengah hari. Setengah hari sisanya bisa dipakai untuk istirahat, lumayan. Kalau saya yang hobinya pelukan sama bantal sih lebih pilih tidur. Mumpung kerjaan lagi santai, jadi saya iseng review calon cagub – cawagub. Review ini menurut kacamata iseng saya sebagai orang awam yang skeptis dan apatis. Mohon ampun. Hihihi.


Nomor 1. Foke – Nara

Si kumis mencalonkan diri (lagi?) Oh my! Mungkin cuma orang Jakarta yang nyaman ditimang-timang sama kemacetan, bejubelnya Mall dan imajinasi tentang gagahnya MRT yang akan dibangun saja yang bakal pilih doi. Come on guys, you think Jakarta better so far? Misal MRT akan dibangun pun, bisa dari tangan lain yang lebih baik. Saya sendiri gerah lihat kampanyenya yang too much bahkan sampai masuk bioskop dengan me-arrange musik “okelah kalau beg beg beg begitu”. Mending iklannya bagus? Konyol! lengkap sama atribut badutnya, tercerminlah sama keadaan Jakarta sekarang ini. Konyol! Tapi sayangnya Animo masyarakat awam masih sangat besar untuk memilih foke, dan hal yang paling saya takutkan adalah gubernurnya dia lagi. Oh Poor Jakarta :(

Nomor 2. Hendarji – Riza

Calon independen pertama, saya terkesima karena kampanye yang diusung Hendarji: sangat go green. Tidak banyak spanduk kertas berceceran di jalan. Jargonnya yang paling oke “Jakarta jangan berkumis (berantakan kumuh miskin)“ walau dalam bahasa periklanan gak bagus untuk menyindir kompetitor lain. Sayangnya background Hendarji yang dari kalangan TNI membuat animo masyarakat menurun, lihat saja SBY dari kalangan TNI yang sudah turun pamor. Takutnya nih, nanti dia ikutan buat album lagu juga. Nambah penuh aja dong musisi di Jakarta. Lebih-lebih Hendarji dari Independen, tidak disokong partai manapun, walaupun belum ada track record korupsi beliau sampai sekarang.

Nomor 3. Jokowi – Ahok

Calon kuat kedua yang sepertinya bakal lolos sampai putaran pertama. Banyaknya etnis Jawa dan Tionghoa di Jakarta (sorry bukan SARA), serta pencitraan Jokowi yang baik di ramalkan akan jadi pesaing kuat Foke – Nara. Saya sendiri kurang mengerti bagaimana gaya pemimpinnya Jokowi. Saya cuma pernah dengar dari teman yang orang solo asli. Kepemimpinan Jokowi nyentrik, sangat mengusung budaya lokal, dan berani. Gubernur Jawa Tengah bisa beliau caci maki. Ha! Untuk point ini saya mendukung, Jakarta emang perlu orang-orang yang tegas, padahal kalau lihat posteurnya yang kurus kuyuh git,  saya kok kasihan ya. Saya jadi pengen kasih makan Pak Jokowi dua piring gitu. *aaak, Pak.. aaaaakk!

Nomor. 4. Hidayat – Didik

Calon dari patrai PKS ini juga tidak sedikit pendukungnya. Sosok pak Hidayat yang humble sudah saya lihat sendiri waktu jaman D3. Pernah menjabat jadi ketua MPR yang bersih dari korupsi. Tapi banyak yang worry, takutnya Jakarta akan seperti Aceh. Kalau masalah ini yah inyong ora ngartos. Logikanya sih, Jakarta yang sangat plural ini mana mungkin diterapkan peraturan yang sangat singular. Saya rasa kalau pak Hidayat cerdas, orang-orang Jakarta tidak perlu worry sama masalah itu. Toh baju kaftan banyak di tana abang, cinn...

Nomor 5. Faisal – Biem

Ini dia calon Cagub – Cawagub yang lagi hot-hotnya. Mereka dari independen, namun massanya lebih banyak dari Hendarji. Pasar kampanyenya kebanyakan dari anak muda yang ingin perubahan, makanya nama Faiasal-Biem lebih santer terdengar di media sosial. Hal ini mungkin karena terbatasnya dana kapanyevia media cetak atau elektronik. Master of economi, aktivis perubahan dan didampingi sosok budayawan asli membuat harapan orang-orang muda bertumpu pada mereka yang sudah gerah dengan partai politik. Tidak sedikit pula orang yang mempengaruhi saya untuk pilih nomor 5.

Nomor 6. Alex – Nono

Saya tidak terlalu kenal dua orang ini, yang saya tahu Alex mantan Gurbernur Sumatra selatan, dan ada beberapa catatan korupsinya. Dari komentar orang palembamg asli, simpati mereka tidak terlalu mengesankan. Tidak seperti orang Solo asli terhadap Jokowi. Entahlah…

*****

Kalau ditanya saya pilih yang mana, jawaban saya masih tetap sama. Saya tidak memilih seorang pun diantara mereka. Pilihan saya adalah untuk tidak memilih. Orang bilang saya golput (berarti kamu goltem, dong? Golongan item :p). Call me the apatis one!

Sejak putaran pemilu presiden 2009, saya sudah tidak memilih calon manapun, baik itu Presiden ataupun Gurbernur. Saya bukan bangga menjadi golpul, taruhlah saya skeptis. Ya, saya skeptis dengan politik dan semua kepemimpinan di Indonesia. Saya seorang diri tentu saja tidak bisa menjadi mereka untuk meluruskan benang kusut yang sudah carut marut. Saya hanya sedang merajuk, seperti anak kecil yang ngambek ketika sebal dengan temannya, tidak mau berbicara dulu sampai beberapa hari. Saya tidak ingin memilih dulu sampai beberapa waktu. Sampai pemimpin itu menyadari bahwa suara kecil seperti saya, lama-lama jika semakin besar akan membuat mereka ingat akan kursinya, kursi untuk rakyat. Ya mereka butuh rakyat. Maka saya sebagai rakyat yang kecewa dan sangat tidak hormat ini bisa juga tidak butuh mereka. Saya tidak akan pilih mereka.

“Oya? Kalau begitu nanti jangan protes ya sama pemimpin yang terpilih”. Tentunya saya tidak akan protes, saya cuma protes pada pemilih yang tidak selektif. "Tuh, kan, apa saya bilang! SALAH PILIH LAGI?"

Ini tulisan hanya curahan hati karena sudah terlanjur sakit hati. Ngambek. Jadi, jangan anggap kampanye untuk mengajak kamu menjadi golput. Beberapa dari pembaca pasti mengernyitkan dahi atau tertawa. "Hahaha, bodohnya dia!"

Eniwei, walau tidak memilih calon manupun, saya gak pernah absen datang ke TPU. Saya enggak rela surat suarakosong saya dipakai untuk berbuat kecurangan. Biasanya sih saya akan coblos semua muka Cagub-Cawagub agar suaranya menjadi tidak sah. Hehehe.

CONVERSATION

2 comments:

  1. dan jokowi akan terus melenggang di putaran kedua ,,, saatnya revolusi jakarta,,,hehehe


    Kunjungan blogwalking.
    Sukses selalu..
    kembali tak lupa mengundang juga rekan blogger
    Kumpul di Lounge Event Blogger "Tempat Makan Favorit"

    Salam Bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada tim suksesnya jokowi :D
      semoga pasangan ini bisa bawa perubahan berarti di jakarta, saya ikut doa'in sampe putaran kedua! jangan sampai kumis lagi pokoknya..haha

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)