10 July 2012

Pilih Siapa?




Besok siapa yang kantornya libur untuk nyoblos cagub dan cawagub Jakarta?

Tapi ada juga sebagian teman yang hanya dapat jatah off setengah hari. Setengah hari sisanya bisa dipakai untuk istirahat, lumayan. Kalau saya yang hobinya pelukan sama bantal sih lebih pilih tidur. Mumpung kerjaan lagi santai, jadi saya iseng review calon cagub – cawagub, review ini menurut kacamata iseng saya sebagai orang awam yang skeptis dan apatis. Mohon ampun hihi...


Nomor 1. Foke – Nara

Si kumis mencalonkan diri (lagi?) Oh my! Mungkin cuma orang Jakarta yang nyaman ditimang-timang sama kemacetan, bejubelnya mall dan imajinasi tentang gagahnya MRT yang akan dibangun saja yang bakal pilih doi. Come on guys, you think Jakarta better so far? Misal MRT akan dibangun pun, bisa dari tangan lain yang lebih baik. Saya sendiri gerah lihat kampanyenya yang too much bahkan sampai masuk bioskop dengan me-arrange musik “okelah kalau beg beg beg begitu”. Mending iklannya bagus, konyol! lengkap sama atribut badutnya, tercerminlah sama keadaan Jakarta sekarang ini, konyol! Tapi sayangnya Animo masyarakat awam masih sangat besar untuk memilih foke, dan hal yang paling saya takutkan adalah gubernurnya dia lagi. Oh Poor Jakarta :(

Nomor 2. Hendarji – Riza

Calon independen pertama, saya terkesima karena kampanye yang diusung Hendarji sangat go green, tidak banyak spanduk kertas berceceran dijalan. Dan jargonnya yang paling oke “Jakarta jangan berkumis (berantakan kumuh miskin)“ walau dalam bahasa periklanan gak bagus untuk menyindir kompetitor tapi kali ini, telak banget si kumis!. Sayangnya background Hendarji yang dari kalangan TNI membuat animo masyarakat menurun, lihat saja SBY dari kalangan TNI yang sudah turun pamor. Takutnya nih, nanti dia ikutan buat album juga lagi, nambah penuh aja dong musisi di Jakarta. Lebih-lebih Hendarji dari Independen, tidak disokong partai manapun, walaupun belum ada track record korupsi beliau sampai sekarang.

Nomor 3. Jokowi – Ahok

Calon kuat kedua yang sepertinya bakal lolos sampai putaran pertama. Banyaknya etnis Jawa dan Tionghoa di Jakarta (sorry bukan SARA), serta pencitraan Jokowi yang baik di ramalkan akan jadi pesaing kuat Foke – Nara. Saya sendiri kurang mengerti bagaimana gaya pemimpinnya Jokowi, Cuma pernah dengar dari teman yang orang solo asli. Kepemimpinan Jokowi nyentrik, sangat mengusung budaya lokal, dan berani. Gubernur Jawa Tengah bisa dia caci. Ha!. Untuk point ini saya mendukung, Jakarta emang perlu orang-orang yang tegas, padahal kalau lihat posteurnya yang kurus kuyuh gitu saya kok kasihan ya, jadi pengen kasih makan dia dua piring gitu. Aaak pak.. aaaaakk!

Nomor. 4. Hidayat – Didik

Calon dari patrai PKS ini juga bukan sedikit pendukungnya. Sosok pak Hidayat yang humble sudah saya lihat sendiri waktu jaman D3. Pernah menjabat jadi ketua MPR dan bersih dari korupsi. Tapi banyak yang worry juga karena takutnya Jakarta akan seperti Aceh, secara PKS. Kalau masalah ini yah inyong ora ngartos. Logikanya sih, Jakarta yang sangat plural ini mana mungkin di terapkan peraturan yang sangat singular. Saya rasa kalau pak Hidayat cerdas orang-orang Jakarta tidak perlu worry sama masalah satu itu. Toh kain kaftan banyak di tana abang cinn...

Nomor 5. Faisal – Biem

Ini dia calon cagub – cawagub yang lagi hot-hotnya. Mereka dari independen, namun massanya lebih banyak dari Hendarji punya. Pasar kampanyenya kebanyakan dari anak muda yang ingin perubahan makanya kebanyakan di lini social media nama Faiasal-Biem lebih santer terdengar, hal ini juga mungkin karena terbatasnya dana kapanye (Calon Indie) via media cetak atau elektronik. Master of economi, aktivis perubahan dan didampingi sosok budayawan asli membuat harapan orang-orang muda bertumpu pada mereka yang sudah gerah dengan partai politik. Tidak sedikit pula orang yang mempengaruhi saya untuk pilih nomor 5, mulai dari timeline twitter sampai artikel blog.

Nomor 6. Alex – Nono

Saya tidak terlalu kenal dua orang ini, yang saya tahu Alex mantan gurbernur Sumatra selatan, dan ada beberapa catatan korupsinya. Dari komentar orang palembamg asli, simpati mereka tidak terlalu mengesankan. Tidak seperti orang solo asli terhadap Jokowi. Entahlah…

*****

Kalau ditanya saya pilih yang mana, jawaban saya masih tetap sama. Saya tidak memilih seorangpun. Pilihan saya adalah untuk tidak memilih. Orang bilang saya golput (berarti kamu goltem dong, golongan item :p). Call me the apatis one. Sejak putaran pemilu presiden 2009 saya sudah tidak memilih calon manapun. Baik itu presiden ataupun gurbernur. Saya bukan bangga menjadi golpul, taruhlah saya skeptis. Ya saya skeptis dengan politik dan semua kepemimpinan di Indonesia. Saya seorang diri tentu saja tidak bisa menjadi mereka untuk meluruskan benang kusut yang sudah carut marut. Saya hanya sedang merajuk, seperti anak kecil yang ngambek ketika sebal dengan temannya, tidak mau berbicara dulu sampai beberapa hari. Saya tidak ingin memilih dulu sampai beberapa waktu. Sampai pemimpin itu menyadari bahwa suara kecil seperti saya, lama-lama jika semakin besar akan membuat mereka ingat akan kursinya, kursi untuk rakyat. Ya mereka butuh rakyat. Maka saya sebagai rakyat yang kecewa dan sangat tidak hormat ini bisa juga tidak butuh mereka, saya tidak akan pilih mereka.

“Oya? Kalau begitu nanti jangan protes ya sama pemimpin yang terpilih”. Tentunya saya tidak akan protes, saya cuma protes pada pemilih yang tidak selektif. Tuh kan apa saya bilang! SALAH PILIH LAGI. Tetapi saya berharap untuk gurbernur yang akan datang kelak adalah bukan gaya orang yang sama, yang hanya ingin membuat gendut perutnya saja. Jadi saya bisa dengan senang hati berkata. Ya pilihan anda ada benarnya juga!

Ini tulisan hanya curahan hati karena sudah terlanjur sakit hati, ngambek. Jadi jangan anggap kampanye untuk pilih golput. Beberapa dari Anda pasti mengernyitkan dahi atau tertawa. "Hahaha, bodohnya dia!". Eniwei, walau tidak memilih calon manupun saya gak pernah absen datang ke TPU. Gak rela surat suara menjadi yang bukan haknya, jadi ya suka-suka saya mau diapain. Biasanya sih dibikin gambar dua gunung sama jalanan segitiga ditengahnya.

2 comments:

  1. dan jokowi akan terus melenggang di putaran kedua ,,, saatnya revolusi jakarta,,,hehehe


    Kunjungan blogwalking.
    Sukses selalu..
    kembali tak lupa mengundang juga rekan blogger
    Kumpul di Lounge Event Blogger "Tempat Makan Favorit"

    Salam Bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada tim suksesnya jokowi :D
      semoga pasangan ini bisa bawa perubahan berarti di jakarta, saya ikut doa'in sampe putaran kedua! jangan sampai kumis lagi pokoknya..haha

      Delete

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)