30 May 2012

Credit Card



Sudah lebih dari tiga tahun kerja tapi baru sekarang ini kepikiran buat punya credit card (cc). Karena kurangnya pehaman dan cerita segelintir orang dengan pengalaman kurang baik menggunakan cc, jadinya malah menutup mata dan denial deh. Until lynn come to my life, partner kerja dari cina. Dekat sama dia itu kayak baca buku setiap hari, penuh informasi.

Convertation with lynn. Topic: credit card. Place: gandaria city's escalator

lynn: (showing her cell phone) I have to calculate between limit and remaining limit to get my bill rite?
me: what? credit card? I have no, so I'm not really understand
lynn: heee' (with her chinese accent) Are you new employee? I used this since my first job.
me: I just afraid with the bank interest which continue and grow and those all thing will make you bankrupt.
lynn: NO!! if you pay it FULL before limit time, there will be NO bank interest. So you lend for free. And in Indonesia cc more profitable than my country. You can see in every mall, discount with cc can be up to 50%. In China only 10%.
me: oo ... wow, I just found out, like that?
lynn: hmm, you virgin ya?
me: oh yeah lynn
lynn: .... I mean about credit card
me: hahahaha

Disini baru sadar ternyata cetek banget ilmu saya di bidang utang-mengutang. Ternyata kalau di akali, it can make life easier. Contoh kecil, kalau kita niat makan di mall dan kebetulan ada promo dengan cc, disini users dapat dua keuntungan sekaligus: pertama penundaan pembayaran ketika dana tunai terbatas, kedua diskon yang lumayan (dengan catatan nanti di bayar sebelum tanggal jatoh tempo kreditnya). Terlebih lagi buat employee yang gajinya masih recehan kayak akyu gini. Untuk kebutuhan financial sangat mendesak dibandingkan kita harus pinjam sana-sini. Toh nanti bisa di lunasi setelah gajian, tapi ya itu tadi dibayar sebelum jatuh tempo. DIBAYAR SEBELUM JATOH TEMPO. oke gak santai memang capslocknya, biar ngingetin aja sih.

Kalaupun tidak bisa dilunasi sebelum jatuh tempo, bayar dengan cicilan per bulan dan ini baru di kenai bungan sekitar 3,2 %. Saran dari pengguna cc yang pernah saya interogasi, mereka bilang jangan bayar dengan cicilan yang paling kecil yang udah ditetapkan pihak cc (10% dari hutang). Mengutip quote-nya Safir Senduk, bayarlah hutang mu minimal 10% gaji.

Dan satu kemudahan lagi buat pemegang cc yang track record tagihannya baik, ketika akan mengajukan kredit lain, entah itu KPR, KTA dan kawan-kawannya akan menjadi lebih mudah di ACC dari yang tidak punya sama sekali. Info ini saya dapat dari orang yang kerja di bank langsung.

Disamping surga-surganya cc di atas itu, tak sedikit nerakanya. Gampangnya sih kalau tidak mau masuk neraka ya jangan bikin dosa. Dosa bayar tagihan telat, Dosa atas tidak menganggap cc sebagai alat pengganti uang (asik aja gesek terusss). Dan dosa lari dari debt kolektor. serem!

Honestly, I'm not influence people to use cc. I just looking for justice to cc ownership, haha. Karena gak akan ada habisnya juga berdebat sama yang sudah denial dengan cc. Intinya buat cc users yang penting itu disiplin dan komitmen.

By the way, udah nulis banyak begini, cc saya belum di-approve lho.

No comments:

Post a Comment

Hai, terima kasih sudah berkenan membaca dan berkomentar di postingan blog saya ini. Salam. :)