APRIJANTI

story, hobby, and beauty blog

Taman Krida Loka

Pagi tadi untuk kedua kalinya saya jogging di Taman Krida Loka. Taman Kota yang letaknya dikawasan Gelora Bung Karno dengan pintu masuk persis di belakang kolam renang GBK ini jadi alternatif yang bagus buat para pecinta lari, penikmat jalan santai dan suasana yang hijau-hijau.

Bapak yang berdiri dibelakang gerbang ini nih sudah mangkal dari pagi sambil menenteng segepok tiket -persis seperti polisi lalu lintas yang siap nilang pengendara motor sial -adalah kuncen tamannya. Kita wajib membayar tiket sebesar Rp 6.000 untuk menikmati fasilitas. Beruntung kalau pas gak ada bapaknya, bisa masuk gratis :p

Di belakang pintu masuk disediakan kursi-kursi sederhana untuk duduk santai sambil makan gorengan, lontong iket dan bihun kecap pakai sambel kacang (˘┌í˘), Ada yang jual lho disamping itu. Kalau gak kuat-kuat iman rusak deh manfaat lari berkilo-kilo.

Buku: Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu

TUHAN MAHA TAHU, TAPI DIA MENUNGGU
Pengarang: Leo Tolstoy (Rusia: Lev Nikolayevich Tolstoy)
Penerbit: Jalasutra
Jenis: Cerpen, Sastra
Tebal: 400 halaman
Harga: Rp. 65.000


Dari judulnya saja sudah bikin cekat-cekot, ya? Bukan, ini bukan novel religi apalagi buku agama. Buku ini adalah cerpen klasik tahun 1800-an. Sebelum membaca cerpen ini saya belum kenal satupun karya-karya Leo Tolstoy. Setelah membalik halamannya, kemudian terkesan dengan intro penerbitnya, dan membaca dua judul cerpennya, saya langsung memutuskan mencari buku Tolstoy lainnya di goodreads. Buku ini adalah satu dari tiga buku yang saya dapat di stand Jalasutra pada Pameran Buku Indobookfair November lalu. Fyi penerbit Jalasutra sedang sale akhir tahun, lho. All item diskon 30%. 


Review

Judul-judul cerpen dalam buku ini:
1. Ilyas
2. Sebutir Gandum dari Tanah Tuhan
3. Setelah Pesta Dansa
4. Alyosha
5. Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu
6. Berapa Luaskah Tanah yang Diperlukan Seseorang?
7. Tujuh Belas Tahun Kemudian
8. Ziarah
9. Kebahagiaan Keluarga
10. Tuhan dan Manusia
11. Matinya Ivan Ilyich

Spa di Rumah Yuk!

SPA. Yang terbayang oleh kita saat melihat atau mendengar kata itu adalah serangkaian perawatan mewah wanita urban jaman sekarang. Barang mewah sudah pasti tidak murah, dan dilakukan hanya sesekali saja tentunya pada salon atau tempat-tempat spa. Padahal spa sudah ada jauh sebelum salon dan tempat spa pertama kali dibuka. Sejak dari jaman Mesir kuno sampai kekeratonan jawa berdiri, wanita-wanita jaman dahulu menjaga kecantikan dan kesehatan tubuhnya dengan rutin melakukan kegiatan seperti luluran, pemijatan atau berendaman dengan bahan-bahan alami langsung dari alam. Gak heran ya kalau wanita jaman dahulu itu jauh dari penyakit (khususnya penyakit kulit) yang bersumber dari bahan dan obatan kimia. Berangkat dari situ pula, saya selalu memilih produk perawatan kulit dengan bahan yang alami.

Saya yakin hampir tidak ada wanita yang bisa menolak bila disuguhkan treatment kecantikan dan kebersihan badan, kulit dan wajah yang mulus sempurna, lembut dan kencang layaknya pantat bayi atau segar berseri-seri seperti abege 17 tahun. Hehehe, Let me guess, bener kan? Demi itu semua, rela deh merogoh kocek dalam-dalam. Tapi seiring dengan mobilitas wanita dijaman ini yang semakin tinggi, rutinitas diatas sering kali terlewatkan. Aktivitas di kampus, bergulat dengan pekerjaan ataupun urusan rumah tangga membuat wanita kehilangan waktu untuk merawat diri sendiri. Belum lagi salon-salon kecantikan atau tempat spa yang tidak selalu dekat jaraknya. Atau kendala biaya yang tidak murah (apalagi akhir bulan begini) pastinya mikir dua kali untuk datang ke salon atau sekedar massage ditempat spa. Alhasil badan jadi kurang seger, mood jadi berantakan, dan bawaannya sepanjang hari gak enak melulu. Padahal nih... Merawat tubuh untuk mengembalikan kesegaran dan kecantikan itu gak harus ribet dan mahal, gak harus pula mengunjungi salon-salon atau tempat spa mewah lainnya. Cukup dirumah sendiri, setel musik tenang, hirup aromaterapi. Dan.... Empat botol ajaib ini. Tara...! Jadi deh spa mewah :D



Urutan produk pada gambar:
SARIAYU Body Splash Cologne Eksotika Tanjung, SARIAYU Minyak Urut Zaitun, SARIAYU Body Lotion Harmoni, dan SARIAYU Lulur Spa 2 in 1 with Red Algae.


Starbucks and The Buggers

image from http://i.ytimg.com/vi/EvOOLcn65h4/0.jpg

Buggers disini tentu saja bukan serangga asli. Saya bukan akan bercerita mengenai mal praktek para barista starbucks yang silap kreasi minumannya kemasukan serangga, rambut atau pernak-pernik lainnya. Walaupun pasti ada beberapa langganan yang kedapatan ekstra topping seperti itu :p. Saya menyebut buggers untuk pencuri, maling, tukang tilep dan pengganggu sejenisnya biar terdengar lebih keren karena aksinya juga keren (ya kali nyuri keren).

Kemarin malam untuk kedua kalinya saya nongkrong di kafe KFC salemba. Pertama kali kami datang kesana ada kejadian yang cukup menghebohkan pengunjung di lantai dua. Dimana ada sekelompok pengunjung, se-geng, salah satu diantara mereka kecurian laptop, padahal belum lama duduk disana. Saya dan hampir semua pengunjung di lantai dua itu tidak tahu detail kejadiannya karena tidak ada yang ngeh juga. Jangankan saya dan pengunjung yang lainnya, teman mereka yang sedari tadi duduk disebelahnya pun tidak was kalau ada orang mencurigakan, menilep laptop nganggur itu. Sejak kejadian itu, setiap kami kesana pasti saling mengingatkan, hati-hati tas terbuka, hati-hati tabnya, hati-hati handphone nganggur diatas meja. Kewaspadaan jadi meningkat, entah kepada siapapun orang yang lewat.

Kenalan saya kemarin bercerita hal yang sama pada pengunjung starbucks. Dia mengatakan bahwa sudah banyak kejadian seperti itu, yang kerennya di starbucks. Pelaku mengincar tempat-tempat nongkrong elite dengan strategi mencuri yang sudah terorganisir. Biasanya dilakukan lebih dari dua orang, ada yang terlihat seperti pasangan bahkan keluarga. Aktingnya seperti ini: peran bapak bekerja menutupi CCTV, si anak mengecohi security dan si ibu berhadapan langsung dengan mangsa. Biasanya bermodus pura-pura meminjam kursi atau lewat ketika pengunjung teralihkan kosentrasinya. Adapula yang berakting dengan sangat santun, wanita sopan berhijab contohnya. Lalu ketika kehilangan siapa yang bisa disalahkan? KFC, Starbucks dan tempat-tempat makan lainnya walaupun mereka dilengkapi dengan security dan CCTV tetap saja tidak bisa memberi guarantee atas barang yang hilang. Pada akhirnya.... disana hanya tersisa kekecewaan dan kesedihan sang korban.


Sapi, Itik dan Biri-iri

Tujuan utama dari tulisan ini sebenarnya adalah saya ingin beropini, atau maksudnya menyanggah pendapat orang, teman baik saya sendiri, dimana lugunya amat sangat kelewatan dalam hal menyimpulkan sesuatu. Lalu akan saya rekam pada postingan ini, syukur-syukur bisa jadi esai (ngarep). Tetapi ide lain muncul ketika seseorang (sebut saja Triani, 25 tahun, jomblo, gemar membaca blog saya) yang menginginkan saya menulis hal tentang dia di blog melalui mention twitter. Mungkin seperti Lynn atau anak-anak didik yang sering saya ceritakan pada postingan-postingan sebelumnya. Saya pikir kenapa tidak, sepanjang blog pribadi bisa berfungsi sebagai jurnal atau perekam kejadian dan sosok orang-orang terdekat pada lingkaran hidup kita yang bisa kita bolak-balik halamannya ketika tua nanti. Blog as your life story album. Sounds so worth, isn't it? But Triani, maybe I'll write about you on another post. 

Gambar yang ada disamping ini Erna, biasa saya panggil bocil atau piyik. Karena kelakuan brengsek saya yang senang mengganti nama orang-orang terdekat dengan sebutan apa saja agar terdengar lucu dan akrab, biasanya sih karena faktor fisik atau kebiasaan orang tersebut, akhirnya saya panggil dia bocil. Sampai sekarang, karena dosa saya itu, orang-orang di kantor ikut memanggil dia bocil. Kami memang satu kantor, dia masuk terlebih dahulu sedangkan saya baru satu tahun kurang ada di kantor itu. Erna dan saya sudah kenal lebih lama, kurang lebih sudah tujuh tahun kami berteman. Sebelumnya dia adalah roommate, satu kamar kosan, bahkan satu jurusan perkuliahan. Tapi jangan kira saya tidak bisa pisah dengan dia sampai sebegitunya ikut-ikutan pengen satu kantor, jangannn...


Pameran Buku

Yang kemaren ke IBF 2012 mana suaranya? *sepuluh jari ngacung*

Yang bahagia bawa banyak tentengan kresek penuh buku mana suaranya? *enam jari ngacung*

Yang gak satisfied trus cuma bawa buku gitu-gitu aja. Atau yang lupa. Eh ada juga yang gak tau.
MANA SUARANYA? (krik-krik) *satu jari.. dua jari.. ngacung malu-malu*

Efek kebosanan di kantor lantaran hari ini jatah saya jadi pengangguran. Browsing-gosip-ngemil-maenin kuku-kutekan dan hal-hal sangat berguna lainnya yang saya lalukan sedari tadi, akhirnya mengantarkan saya pada tulisan (curhat) maha mutu ini mengenai jejak tualang di Indonesia Book Fair 2012. Biasa disingkat IBF, berlangsung pada 17-25 November kemarin di Istora Senayan.

Jauh-jauh hari sebenernya saya sudah prepare mau datang hari pertama, cuma urung karena gaji yang (lagi-lagi) telat turunnya. So, mending dipending deh, dari pada ileran di sana. Akhirnya Rabu 21 November, jam lima teng dari kantor saya langsung kabur ke Senayan. Sampai di tempat. Wuih sepi, asyik nih! bisa keliling lihat-lihat buku tanpa efek samping: kepala mumet penuh manusia. Iya sepi, tapi sayangnya jam delapan stand-stand buku kecil yang ada di koridor samping kebanyakan sudah tutup. Hanya stand buku besar dan stand utama yang ada di tengah seperti Gramedia grup dan Mizan grup yang masih bertahan sampai hampir pukul sepuluh malam. Saya dapat tujuh buah buku dalam tempo dua jam pencarian dengan total seratus lima puluh ribu rupiah. Lumayan!


[Film] Bunraku


"There's not enough love in this world, not enough money to prevent this ancient circle from coming around again. When the time is ripe, evil will rise; personified in our case with a wood cutter."

Dua bulan terakhir penonton bioskop Indonesia dimanjakan dengan film-film bagus. Sebut saja Bourne legacy, TED, Bunraku, Premium rush, Raven, Dredd, Looper, Alex Cross sampai yang paling klimaks, Skyfall. Mana yang paling menarik buat saya? Bunraku! Bukan yang paling bagus tapi yang paling unik. Film bagus versi saya adalah film yang tidak cepat ditinggalkan kesannya. Bunraku ini salah satunya, yang membuat saya ingin nonton-ingin nonton lagi. Sebenarnya film ini sudah tayang dari tahun 2011 lalu yang entah mengapa di indonesia baru diputar, dan sering kali film spesial seperti ini hanya di putar sebentar di bioskop. Kalau di lihat dari cover film serta judulnya, pertama kali yang saya pikir pasti film ini genrenya tidak beda jauh dengan dragon ball atau Mortal Kombat, ternyata beda.


Pahlawan

Apa yang disebut pahlawan pada orang yang hidup di jaman sekarang?

Sejarah atau hanya sosok panutan yang butuh dikenang pada suatu tanggal di kalender tahunan,
lalu dilupakan keesokan harinya?

Hari ini, yang dikukuhkan sebagai hari pahlawan nasional dan hari dimana Soekarno-Hatta baru diberi gelar…

Curhat Anak dan Kuliner RM Meutia

Sabtu kemarin bertepatan dengan cuti panjang idul adha, akhirnya... kesampaian juga saya bertemu dengan anak-anak. Urusan skripsi tempo lalu menumpuk janji saya untuk mengunjungi mereka. Janji berkunjung sehabis lebaran Idul fitri kemarin, tepat terbayar sehabis lebaran kurban. So sorry kids :(... Walau status saya bukan privat tutor mereka lagi, komunikasi dan kedekatan kita gak ada yang berubah. Saya ke mereka berasa punya dua anak perempuan tanpa rasa sakit melahirkan gitu, hehe..

Biasanya orang tua selalu merasa anak tetaplah anak-anak, walaupun si anak sudah segede kulkas, suaranya sudah seberat drum isi 220 kg dan kumisnya sudah selebat hutan hujan tropis, tetap saja mereka pikir kita itu masih bayi polos yang imut-imut. Babies with bigger body only. Yah, kurang lebih seperti itu juga rasa saya ke mereka. Walau sudah SMA tetap saja saya pikir mereka itu masih SD. Saya masih berpikir mereka sebesar yang saya tahu ketika kita pertama kali bertemu. Anak-anak didik lucuku. Adek-adek inspirasi saya yang cita-citanya seluas mandala. Yang sulung ingin jadi koki dan owner restaurant, yang bungsu ingin jadi pengusaha seperti ibunya. Yang kisahnya pernah saya tuliskan di sini

Buku: Kisah-Kisah Tengah Malam


KISAH-KISAH TENGAH MALAM
Pengarang: Edgar Allan Poe
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jenis: Cerpen, Horor, Misteri
Tebal: 248 halaman
Harga: Rp. 40.000

Buku ini saya lihat pertama kali di jajaran buku-buku sastra lama, dan ternyata buku yang terdiri dari kumpulan tiga belas cerpen ini memang sudah lama ditulis pada pertengahan abad ke-18. Angkatan romantisme saya pikir, seperti temannya Mark Twain atau Jane Austin? Bedanya ternyata Poe adalah bapaknya penulis cerita horor dan misteri. Dan saya setuju kalau ada yang bilang cerita Sherlock Holmes, penulis Agatha Christie atau seri komik Detektif Conan atau Kindaichi yang sering saya baca jaman SMA dulu di inspirasi oleh Edgar Allan Poe. Seperti yang sudah saya tulis diatas, buku ini berisi kumpulan cerpen lepas, jadi bukan buku yang dibuat asli oleh penulis melainkan cerita-cerita penulis yang dikumpulkan penerbit lalu dibukukan.

Pembaca dibuat menjadi tokoh pertama disetiap ceritanya, bisa jadi pembunuh berdarah dingin, saksi pembunuhan atau korban kematian. Horor dan mencekam. Gotik dan Gelap. Oke, gak seburuk itu juga sih karena masih ada aliran romantisme sedikit. Semua cerita bergaya detail dan halus yang menyamankan pembacanya. Berhubung saya penakut, tetap saja buku ini bikin merinding. Cerita yang mendunia katanya sih Black Cat (Kucing Hitam) yaitu cerita seorang pria yang tadinya bersifat sangat baik dan berubah menjadi sangat jahat lalu membunuh istrinya dan menanamkan mayatnya di dalam tembok. Judul cerita kesukaan saya "Obrolan dengan Mummy" dan "Jurang dan Pendulum". Cerita-cerita di dalam buku ini makin menguatkan saya, betapa hebatnya penulis sastra klasik.

Weekend Santai di Ice Skating Mall Taman Anggrek

Banyak hal lucu yang terjadi waktu saya mencoba ice skating untuk pertama kalinya di mall Taman Anggrek kemarin minggu. Selain kebodohan kostum yang salah, kebodohan lainnya adalah saya dan seorang teman baik saya yang tanpa pengalaman bermain sama sekali (jangankan ice skating, roller blade aja belum pernah coba) akhirnya nekat antri di loket pembayaran. Dikarenakan rongrongan rasa penasaran dan wanna trying something fun before I died-Ego, jadilah kita berdua memasuki podium arena seluncur es, waktu di lantai biasa sih keren-keren aja pakai sepatu skate, seimbang, tidak licin dan tidak ada perasaan takut jatuh. Lalu apa yang terjadi waktu sampai di lantai es?

Eng..Ing..Eng.. Merapat-Merapat-Kepinggiran-Cari-Pegangan. Posisi amat keren itu bertahan selama 30 menit. hahaha!. Jangankan meluncur, melepas pegangan aja saya takut. Apa sih sebenarnya yang ditakutkan?. Hanya jatuh, basah sedikit, sakit sedikit. Harusnya saya kepikiran hal itu dari awal sehingga tidak menyiakan waktu setengah jam. Malu pula sama anak kecil, melihat mereka 10 menit saja sudah gowas gowes dengan girangnya kesana kemari, pakai jatuh juga - but its not a big deal for them. Oh irinya.


[Film] Step Up Revolution & StreetDance 2

Berhubung saya yang suka heboh sendiri kalau ada film bertema dance di bioskop. Jadinya setiap minggu waktu Step Up Revolution sudah now showing di Amerika sana dengan gencarnya saya mention @cinema21 via twitter "kapan Step Up Revolution tayang di Indonesia?" metion saya dicuekin aja tuh walaupun akhirnya keluar juga. Lega. Kira-kira tiga minggu sebelum kemunculan Step Up Revolution ada film StreetDance 2. Jadi ada dua film Dance di bulan Agustus, Yay! Penasaran juga dengan StreetDance 2 (karena film pertamanya juga bagus) tapi saya sudah kepalang gemes nungguin Step Up Revolution dulu, jadi StreetDance 2 saya tonton setelahnya. Sedikit mau review karena saya pribadi lebih puas nonton Street Dance 2 ketimbang Step Up Revolution.

Step Up Revolution:


Tanpa Muka

"There is a face beneath this mask, but it isn't me. I'm no more that face than I am the muscles beneath it, or the bones beneath that." ― Steve Moore, V for Vendetta

Dulu saya sering membayangkan gimana jadinya kalau manusia diciptakan tanpa muka, tanpa wajah, dan dalam…

Percaya Diri

Anyway, saya belajar satu hal selama bekerja tiga tahun ini. "Orang pintar akan kalah dengan orang yang percaya diri". Seseorang yang hanya punya pintar akan kalah jauh dari mereka yang punya percaya diri dan vokal dengan komunikasi yang baik, walaupun kualitas penguasaan materi kerja …

Nongkrong Nikmat di RM Surya Benhil


Walau keturunan padang asli, tapi urusan makan dan nyali bisa dibilang saya ini padang KW 2 (alias kualitas nomor 2) hehe... karena urusan lidah, saya biasanya lebih pilih makanan yang tidak terlalu pekat bumbu. Maka dari itu kurang cocok lidahnya dengan masakan minang yang kalau kata orang sih rela stroke daripada gak makan rendang seumur hidup. wow!

But someday, semua teori lidah saya terpatahkan saat teman kerja ngajak kuliner ke derah Benhil, yaitu RM Surya masakan padang. Sebelumnya saya sudah tahu kalau Benhil memang terkenal dengan kulinernya, apalagi malam hari. Mulai dari Mie Aceh, Seafood kaki lima dengan life music, Dim Sum, pasar tradisional, tempat nongkrong anak muda 7-11, PizzaHut dan sebagainya, kumplit tumplek-blek di sepanjang jalan utama Bendungan Hilir itu.

Akhirnya kita putuskan makan di RM Surya karena penasaran katanya sih ini salah satu RM padang paling ciamik di Jakarta, dan menurut angkatannya Bokap juga bilang RM ini sudah berdiri dari jaman dia muda, sekitar 40 tahun yang lalu. By the way RM surya banyak jadi langganannya departemen-departemen pemerintahan buat lamsum event. Menurut saya pribadi kualitas rasa bisa dibilang diatas RM padang lain yang terkenal itu tuh (gak mau sebut merek) tapi kalau disini harganya itu lho. Murah! Contoh nih: sate padang dibandrol Rp.15.000-, saja. Kalau dibandingkan harganya tidak terlalu beda dengan kaki lima. Dapat service ruang AC yang teduh plus teh tawar yang bisa refill sesukanya pula. Enak, kannnnn?

[Film] The Flowers of War



Film yang merupakan adaptasi novel karangan Geling Yan, 13 Flowers of Nanjing. Di sutradarai oleh orang china asli Zhang Yimou dengan pemeran utama Christian Bale sebagai pastur gadungan yang aslinya adalah tukang urus pemakaman. Apapun itu, Christian Bale tetap  terlihat Hot, karena lagi-lagi saya membayangkan ototnya di The Dark Knight. Haha... *Oke cukup ngelanturnya!.

The Flowers of war. Film yang belatarkan sejarah peperangan China dengan Jepang di Nanking (Nanjing) pada era 30'an. Sekitar 75 tahun yang lalu, sebelumnya Jepang mengusai Shanghai baru kemudian Nanking, pada saat itu Nanking merupakan Ibu kota China yang di pimpin oleh partai demokrat (partai komunis saat itu masih menjadi partai yang kecil), salah satu kota besar yang terakhir dikuasai Jepang sebelum akhirnya tentara Jepang pulang ke kampung halaman.


Tentang Dia yang Pertama

Ini semua bertuliskan tentang dia,
Tiga hari yang lalu entah mengapa namanya terlintas dipikiran, menyusul wajahnya, lalu suaranya. Dan yang paling sulit kulupa diantara sifat baiknya adalah isi kepalanya. Dia sangat pintar. Semua hal tentang dia selalu buatku terkesima, tanpa cela. Lalu kupikir k…

Mimpi dan Cita-cita

Kemarin malam, di dalam commuter yang saya tumpangi pulang, anak (didik) saya menuliskan satu buah cuitan di akun twitternya, "I couldn't stop my tears T..T"

Lalu jiwa Mamak-Mamak saya terpanggil, kepingin tau ada apa dengan ini anak? Singkatnya Raport kenaikan kelasnya jelek dan mas…

Jujur, Loyal, dan Pintar

Manajer di tempat saya bekerja pertama kali pernah berkata seperti ini,
"Ada tiga macam tipe karyawan di dunia ini. Pertama, dia yang jujur dan loyal tetapi tidak pintar. Kedua, dia yang loyal dan pintar tetapi tidak jujur. Ketiga, dia yang pintar dan jujur tetapi tidak loyal."
Sampai sek…

Tentang Waktu

The persistence of Memory by Salvador Dali, 1931
Seharusnya yang saya lakukan di depan laptop saat ini adalah mengerjakan skripsi, tapi kadar kemalasannya lebih tinggi dari pada niat itu sendiri. Jadilah cuma browsing dan bbm-an dengan teman dekat, maklum dia LDR dan saya sendiri masih.. single *…

Cerita Tentang Guru dan Kesan Setelah Kematian

Kemarin pagi Lynn datang ke ruangan, lalu jongkok di belakang saya, dan menangis di balik pintu.
Sebelumnya, seperti jam-jam kerja biasanya tiap pagi Lynn pasti menyapa di YM karena ruangan kami bekerja berbeda. Hanya sapaan ringan seperti "pagi sayang, what schedule today?" atau "m…

Manfaat Memiliki Kartu Kredit

Sudah lebih dari tiga tahun kerja, baru sekarang ini kepikiran buat punya Credit Card (CC). Karena kurangnya pehaman dan cerita segelintir orang dengan pengalaman kurang baik menggunakan CC, saya jadi menutup mata dan denial. Until Lynn come to my life, partner kerja dari cina. Dekat sama dia itu …

Ajal

Dear Ajal,

Tadi pagi saya lihat Anda sekali. Hampir dua kali.


Jam 8.30 pagi, rute yang biasa dilewati ketika berangkat kerja, di depan stadion senayan, saya lihat Anda bekerja mencabut nyawa seorang wanita bermotor bebek supra. Tidak terlalu naas karena adegan yang Anda buat merobohkan tiba-tiba…

Hadiah

"Have a Blessed day!" A word send to someone's birthday.
Ya, aku bahagia. Di usia yang ke 25 pada minggu lalu. Seperempat abad, tidak mau dibilang tua tetapi tidak muda pula. Setiap berulang tahun biasanya yang terpikir di kepala adalah hal-hal yang telah teralami dibelakang, moments …

Manfaat Yakult untuk Keputihan

Wanita mana yang tidak pernah mengalami prahara keputihan? Sebenernya hal ini wajar saja, keputihan ada sebagai alarm tubuh wanita karena sedang ada sesuatu yang tidak beres di dalamnya. Sudah jadi hal yang kurang ajar jika keberadaannya menggangu, membuat lembab dan berbau tidak sedap.

Wanita jaman sekarang kebanyakan tidak mau repot, alias pengen yang serba praktis termasuk soal keputihan ini. Kebanyakan dari kita pasti lebih senang pakai pantyliner atau beli sabun pencuci daerah kewanitaan untuk menghentikan keputihan sementara. Praktis? Iya. Sehat? Belum tentu.

Walau saya sangat ketergantungan dengan pembalut ketika datang haid, tetapi sebisa mungkin saya tidak menggunakan pantyliner untuk kegiatan sehari-hari. "Bahan pabrikan baik pembalut dan pantyliner jarang ada yang sehat sekarang ini." Begitu nasehat Ibu saya ketika saya mendapat haid untuk pertama kalinya. Nasehat Ibu berhasil bikin saya enggak ketergantungan sama pembalut dan pantyliner. Ketika dapat haid, saya usahakan menggantinya sesering mungkin.

Mengenai keputihan tadi, saya mau berbagi sedikit tips yang saya dapatkan dari tabib Cina beberapa bulan lalu. Saya curi dengar ketika ada salah satu klien wanitanya mengeluhkan masalah si putih itu. Singkat cerita Si tabib menyarankan pasiennya untuk membilas (baca: cebok) area genital dengan Yakult sehabis mandi. Penasaranlah saya. Apa iya bakal berhasil? Ketika muncul Si Putih itu, akhirnya saya beranikan diri untuk coba.


I'v tried, and magically it works! ­čśĆ